1- NIAT.
Hakikatnya adalah :
Menyucikan Qalbu karena " LILLAH "
.
2- BERKUMUR- KUMUR.
Hakikatnya adalah :
Menyucikan ucapan.
.
3- MEMBASUH HIDUNG.
Maksudnya ialah :
Menyucikan diri dari segala bau busuk duniawi.
.
4- MEMBASUH MUKA.
Hakikatnya adalah :
Menyucikan Rupa wajah. Agar tidak seperti orang- orang yang celaka.
.
5- MEMBASUH KEDUA TANGAN.
Hakikatnya ialah : Menyucikan tangan, agar tidak berbuat kerusakan.
.
6- MEMBASUH UBUN KEPALA..
Hakikatnya adalah :
Menyucikan Fikiran.
.
7- MEMBASUH TELINGA.
Hakikatnya ialah :
Menyucikan pendengaran.
.
8- MEMBASUH KEDUA KAKI.
Hakikatnya adalah :
Menyucikan langkah perjalanan hidup.
.
10- TERTIB.
Hakikatnya ialah
Hidup selalu disiplin, teratur.
================
.
Inilah Sepuluh rahasia hakikat rukun wudlu.
Agar rukun zahir dan rukun bathin menyatu.
Dalam melakukan penyucian.
Bertemu dengan Allah harus subuh tubuh.
Suci hati.
Suci jiwa.
Dan sucilah Ruh menghadap Allah dalam tujuan untuk menyembah.
.
Insya Allah...
Jasad kita akan suci.
Jiwa kita akan suci.
Perjalanan jiwa akan tenang jika dihiasi iman, akhlaq, ridha dan ikhlas dalam penyuciannya.
Kembali disisi Allah dengan membawa amanah yang haq.,
" Berbahagialah bagi orang- orang yang menyucikan zahir dan batinnya ".
.
Aamiin Allaahumma Aamiin...
Hidup pastikan aman tenteram dunia wal akhirat kalau saja kita selalu bertafakur untuk mengingat Allah dan mengingat kehidupat akhirat, minimal 5 menit dalam sehari semalam
Senin, 08 Mei 2017
RAHASIA ARIFILLAH.
ASSALAAMU 'ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKATUH...
.
LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU
LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYI WA YUMIITU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR...
===============
.
Ya Akhwan dan Akhwati....
.
Ketahuilah kalian semua....
Banyak orang yang telah mengetahui.
Namun banyak pula yang salah memahami.
Sedikit saja yang menyadari.
Padahal yang tidak difahami, itu adalah salah.
.
Nah jadi saudaraku...
Kita sudah meyakini Tuhan bahwa :
Tuhan kita itu adalah :
" LAISYA KAMISTLIHI SYAI-UN "
Maka :
Kita tidak perlu lagi ingin mengetahui selain-Nya. Tetapi kebanyakan mereka melakukan dengan cara membanding- bandingkan.
Dan merupa- rupakan Allah dengan sesuatu selain-Nya.
===============
.
Akhwan dan Akhwati...
.
Yakinlah kalian semua...
Bahwa :
" KE- LAISYA-AN KAMISLIHI SYAI-UN-NYA ALLAH "
Itu sampai hari hancurnya alam semesta.
Maka :
Bersihkan ragamu.
Sucikan hatimu.
Dan Murnikan jiwamu. Dari segala perbuatan :
" SYIRIK "
===============
.
Tetapi kebanyakan orang lupa memahami bahwa : dosa yang paling besar dan tidak bisa diampuni Allah adalah :
" SYIRIK "
.
Jadi Akhwani dan Akhwati...
Buanglah jauh- jauh keyakinan kepada benda-benda keramat.
Makan- makan para Dukun, paranormal.
Semua itu perbuatan :
" SYIRIK "
.
Apalagi meyakini benda- benda pusaka. Seperti :
" Keris, Azimat dan sebagainya "
.
" ITU PEMBOHONG BESAR "
.
Apakah benda- benda pusaka kayak begitu mampukah menolong??
.
Mampukah menahan bencana alam seperti gempa bumi, banjir bandang ??
.
Tidak ada uang, tidak bisa mendatangkan uang berkarung- karung
.
===============
.
Ketahuilah kalian semua....
Manusia yang seperti itu akan dila'nat Allah Ta'ala yang mengambil Syaitan sebagai pimpinannya.
Yang sudah jelas mempersekutukan Allah dengan Syaitan.
Na'udzubillahi Min Zalik......
.
================
.
Banyak kalangan manusia mengambil Syaitan untuk dijadikan pemimpinya.
Bahkan ada yang menyebutnya :
" MBAH - DATUK "
.
Sungguh !!
Manusia Bodoh seperti itu mau memanggil :
Mbahlah, Datuklah, Engkonglah...
Engkong Syaitan kali...
Macam- macam saja ulah manusia.
.
================
.
Bahkan Akhwan dan Akhwati....
Ada yang memohon, meminta panen agar ia banyak penghasilannya.
Seperti sesajian :
Buat Nasi.
Numpang ayam panggang.
Kepala kerbau.
Atau kepala sapi.
Dan lain- lain.
.
SEMUA ITU ADALAH PERBUATAN :
" SYIRIK "
.
Jikalau Saudara- Saudariku yang dirahmati Allah...
.
Ada Pak Kyai melakukan dan membaca doa mantra bercampur ayat Al-Qur'an dengan sesajian itu, maka :
Pak Kyai seperti itu adalah :
" MUSYRIK "
.
Jangan ikuti dia...
Ingat !!
Itu upacara- upacara Syaitan.
" PEMBOHONG BESAR "
.
Tidak ada pertolongan Syaitan.
Kebaikan- kebaikan Syaitan selalu saja menuju kita kesengsaraan, penuh dengan kesesatan.
Agar kita selalu kecewa, dan berputus asa dari Rahmat Allah Ta'ala.
Kemudian kita menjadi :
" KAFIR "
.
MAUKAH KALIAN SEPERTI ITU ???
.
Tentu kalian tidak mau..
Nah.. Dari sekarang ini- buangkanlah kebiasaan sifat kecewa, sifat putus asa, dan apalagi perihal Upacara- upacara yang jelas- jelas perbuatan Syirik nyata.
.
================
.
Nah Akhwan dan Akhwati...
Jikalau kalian itu yang benar- benar beriman kepada Allah Ta'ala, dan benar- benar mencintai-Nya.
Dan juga benar- benar beriman apa yang di- Firmankan-Nya,
maka :
Ikuti Allah, ta'ati perintah-Nya, dan jauhilah larangan-Nya.
.
Bukanlah kalian itu sudah dilahirkan keadaan suci?
Dan bukankah kalian telah berjanji pada-Nya sewaktu dialam Rahim ibu?
Dan bukanlah kalian sudah memahami dan mengetahui ajaran Islam?
Dan bukanlah kalian telah menyatakan bahwa :
" ASYHADU " Kepada diri sendiri,
lalu kalian mengatakan :
" LAA ILAAHA ILLALLAAHU "
.
Dari itu, tinggalkan ajaran Syaitan itu yang penuh kesesatan.
Al- Qur'an bukan diturunkan oleh Syaitan. Tetapi " ALLAH "
Yang menurunkan hukum Firman-Nya kepada Ummat Muslimin.
Jadi, jauhi Syaitan...
Untuk apa percaya sama Syaitan.
.
Kembalikan diri kalian kepada Haq Allah Ta'ala.
Itulah manusia yang terbaik.
.
Nah Akhwan dan Akhwati yang Abi cintai...
.
Semoga apa yang barusan Abi sampaikan ini, menjadi jembatan kalian untuk benar- benar beriman kepada Allah. Agar kalian itu tidak salah jalan menjalani hidup yang terus dibelenggu Nafsu dan Syaitan.
Cukup sampai disini ungkapan Abi.
Jika ada salah kata- kata dari Abi yang menyinggung perasaan kalian, karena semua ini demi kebaikan kalian juga.
Sekali lagi Abi minta " MA'AF " yang sebesar- besarnya.
Akhirul kalam :
.
" ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATU LLAAHI WA BARAKAATUH "
.
AAMIIN ALLAAHUMMA AAMIIN
.
LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU
LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYI WA YUMIITU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR...
===============
.
Ya Akhwan dan Akhwati....
.
Ketahuilah kalian semua....
Banyak orang yang telah mengetahui.
Namun banyak pula yang salah memahami.
Sedikit saja yang menyadari.
Padahal yang tidak difahami, itu adalah salah.
.
Nah jadi saudaraku...
Kita sudah meyakini Tuhan bahwa :
Tuhan kita itu adalah :
" LAISYA KAMISTLIHI SYAI-UN "
Maka :
Kita tidak perlu lagi ingin mengetahui selain-Nya. Tetapi kebanyakan mereka melakukan dengan cara membanding- bandingkan.
Dan merupa- rupakan Allah dengan sesuatu selain-Nya.
===============
.
Akhwan dan Akhwati...
.
Yakinlah kalian semua...
Bahwa :
" KE- LAISYA-AN KAMISLIHI SYAI-UN-NYA ALLAH "
Itu sampai hari hancurnya alam semesta.
Maka :
Bersihkan ragamu.
Sucikan hatimu.
Dan Murnikan jiwamu. Dari segala perbuatan :
" SYIRIK "
===============
.
Tetapi kebanyakan orang lupa memahami bahwa : dosa yang paling besar dan tidak bisa diampuni Allah adalah :
" SYIRIK "
.
Jadi Akhwani dan Akhwati...
Buanglah jauh- jauh keyakinan kepada benda-benda keramat.
Makan- makan para Dukun, paranormal.
Semua itu perbuatan :
" SYIRIK "
.
Apalagi meyakini benda- benda pusaka. Seperti :
" Keris, Azimat dan sebagainya "
.
" ITU PEMBOHONG BESAR "
.
Apakah benda- benda pusaka kayak begitu mampukah menolong??
.
Mampukah menahan bencana alam seperti gempa bumi, banjir bandang ??
.
Tidak ada uang, tidak bisa mendatangkan uang berkarung- karung
.
===============
.
Ketahuilah kalian semua....
Manusia yang seperti itu akan dila'nat Allah Ta'ala yang mengambil Syaitan sebagai pimpinannya.
Yang sudah jelas mempersekutukan Allah dengan Syaitan.
Na'udzubillahi Min Zalik......
.
================
.
Banyak kalangan manusia mengambil Syaitan untuk dijadikan pemimpinya.
Bahkan ada yang menyebutnya :
" MBAH - DATUK "
.
Sungguh !!
Manusia Bodoh seperti itu mau memanggil :
Mbahlah, Datuklah, Engkonglah...
Engkong Syaitan kali...
Macam- macam saja ulah manusia.
.
================
.
Bahkan Akhwan dan Akhwati....
Ada yang memohon, meminta panen agar ia banyak penghasilannya.
Seperti sesajian :
Buat Nasi.
Numpang ayam panggang.
Kepala kerbau.
Atau kepala sapi.
Dan lain- lain.
.
SEMUA ITU ADALAH PERBUATAN :
" SYIRIK "
.
Jikalau Saudara- Saudariku yang dirahmati Allah...
.
Ada Pak Kyai melakukan dan membaca doa mantra bercampur ayat Al-Qur'an dengan sesajian itu, maka :
Pak Kyai seperti itu adalah :
" MUSYRIK "
.
Jangan ikuti dia...
Ingat !!
Itu upacara- upacara Syaitan.
" PEMBOHONG BESAR "
.
Tidak ada pertolongan Syaitan.
Kebaikan- kebaikan Syaitan selalu saja menuju kita kesengsaraan, penuh dengan kesesatan.
Agar kita selalu kecewa, dan berputus asa dari Rahmat Allah Ta'ala.
Kemudian kita menjadi :
" KAFIR "
.
MAUKAH KALIAN SEPERTI ITU ???
.
Tentu kalian tidak mau..
Nah.. Dari sekarang ini- buangkanlah kebiasaan sifat kecewa, sifat putus asa, dan apalagi perihal Upacara- upacara yang jelas- jelas perbuatan Syirik nyata.
.
================
.
Nah Akhwan dan Akhwati...
Jikalau kalian itu yang benar- benar beriman kepada Allah Ta'ala, dan benar- benar mencintai-Nya.
Dan juga benar- benar beriman apa yang di- Firmankan-Nya,
maka :
Ikuti Allah, ta'ati perintah-Nya, dan jauhilah larangan-Nya.
.
Bukanlah kalian itu sudah dilahirkan keadaan suci?
Dan bukankah kalian telah berjanji pada-Nya sewaktu dialam Rahim ibu?
Dan bukanlah kalian sudah memahami dan mengetahui ajaran Islam?
Dan bukanlah kalian telah menyatakan bahwa :
" ASYHADU " Kepada diri sendiri,
lalu kalian mengatakan :
" LAA ILAAHA ILLALLAAHU "
.
Dari itu, tinggalkan ajaran Syaitan itu yang penuh kesesatan.
Al- Qur'an bukan diturunkan oleh Syaitan. Tetapi " ALLAH "
Yang menurunkan hukum Firman-Nya kepada Ummat Muslimin.
Jadi, jauhi Syaitan...
Untuk apa percaya sama Syaitan.
.
Kembalikan diri kalian kepada Haq Allah Ta'ala.
Itulah manusia yang terbaik.
.
Nah Akhwan dan Akhwati yang Abi cintai...
.
Semoga apa yang barusan Abi sampaikan ini, menjadi jembatan kalian untuk benar- benar beriman kepada Allah. Agar kalian itu tidak salah jalan menjalani hidup yang terus dibelenggu Nafsu dan Syaitan.
Cukup sampai disini ungkapan Abi.
Jika ada salah kata- kata dari Abi yang menyinggung perasaan kalian, karena semua ini demi kebaikan kalian juga.
Sekali lagi Abi minta " MA'AF " yang sebesar- besarnya.
Akhirul kalam :
.
" ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATU LLAAHI WA BARAKAATUH "
.
AAMIIN ALLAAHUMMA AAMIIN
TAKLUKKAN NAFS DIRI.
ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
.
WA LAQAD ZARAQNA LII JAHANNAMA MINAL JINNI WAL INSI.
.
Artinya :
" Dan sesungguhnya telah disediakan oleh Allah Neraka Jahanam itu. Dan isinya dari kebanyakkan Jin dan Manusia "
.
_______________________
.
Ikhwani...
.
Ketahuilah kalian...
Pemahaman yang selalu muncul dalam pemikiran seseorang itu adalah :
Syaitanlah yang membisikkannya untuk merayu siapapun itu menuju ketidak benaran.
.
Janganlah kita tanamkan dihati, pendapat- pendapat dari fikiran kita. Fikiran kita itu, penuh jembatannya Syaitan yang menuju kehati.
Fikiran hanya ta'at, tetapi banyak tidak terlaksana. Karena hati tidak mau menerima yang darinya Syaitan.
.
Lebik baik kita hancurkan jembatan Syaitan itu yang ada pada diri kita yaitu :
" FIKIRAN KITA "
Fikiran kita itu tempat jembatannya Syaitan yang menuju kehati kita.
TAKLUKKAN !!
.
______________________
.
CARA MENAKLUKKANYA Yaitu :
Kita diamkan perasaan kita dipusat.
Lalu, turunkan perasaan itu, sampai diam dipusat.
Diamnya itu ialah :
" TUBUH PERASAAN "
Itu yang kita rasakan disama tengah hati.
Bukan diamnya jasad kita ini yang kita rasakan.
Melainkan diamnya :
" TUBUH RAHASIA "
Itulah yang kita rasakan.
.
Tempat diam itulah Rumah kita.
Diamlah selalu dirumah itu.
Coba kita banyak diam. Diam itu disama tengah hati kita.
Yang banyak memperoleh yang kita dapati.
Pengajaran Hakiki inilah Karunia Allah untuk kita.
.
.
Diri kita ini dikuatkan oleh Ruh Quds.
Sehingga dapatlah tubuh dan anggota badan lainnya bergerak dengan sempurna.
Ruh Quds itulah : Yang berkuasa atas semua jasad manusia.
Dan bisa mengajar manusia.
.
Diperlihatkan berkata- katanya Ruh Quds inilah Ni'mat Allah yang didatangkan pada kita.
Ruh Quds inilah :
" DZAT MUTLAQ "
Rahasia Allah yang ada disama tengah hati kita.
.
Rahasia Allah itu :
" NUR DZATULLAH "
Nur Allah itu, juga tubuh Alam, karena :
Nur Diri Allah itu meliputi 7 lapis langit dan bumi.
Dari Nur Allah itulah Terjadinya :
" NUR MUHAMMAD "
.
Dengan kehendak-Nya- Nur Muhammad itu terjadinya segala bentuk- bentuk alam.
Karena pertemuan Nur Allah dan Nur Muhammad terjadinya alam :
JASMANI
RUHANI
NURANI
RABBANI.
.
Tubuh kita ini dari Anasir yang 4 yakni :
JASMANI
RUHANI
NURANI
RABBANI.
.
Tubuh Rabbani yaitu :
" RUHANI "
Rabbani Nurani yaitu :
MINALLAH
BILLAH
LILLAH.
Yang Inilah kembali pada Allah.
.
Kenali tubuh ini...
Karena sebelum alam dijadikan dan juga makhluq, tubuh ini sudah ada yang dinamakan :
" DZATUL BUHTI ".
.
Jadi Akhwani...
.
Jatuhnya Muraqabah kita itu, tidak akan lalai lagi. Jika pecah hati kita.
Dapatlah kita rindu dan cinta sejati pada Allah.
Perihal masalah Ruh Quds ini, ada didalam Al-Qur'an. Surah Al- Maidah ayat 110.
Ambil makna hakikatnya.
.
.
Cahaya Ruh Quds itulah cahaya yang memiliki tekanan Ke- Tuhanan dan kekuatan, yang lebih Dahsyat dari sinar laser sekalipun.
Maka menghadapi Iblis dan pengikutnya itu dengan perasaan :
" DIAM "
Taklukkan kekuatan Iblis dan para Syaitan, dukun Sihir itu dengan pencapaian Cahaya :
" BUDDUHUN "
Bukit Thursina saja Hancur jadi debu disentuh Cahaya Allah itu.
_______________________
.
BUDDUHUN itu Cahaya Tuhan yang ada pada Dahi manusia.
Cahaya itulah yang ditakuti oleh Iblis dan Syaitan.
Makanya Rasulullah SAW itu ditakuti oleh Iblis.
Karena adanya BUDDUHUN cahaya Tuhan itu pada diri Rasulullah SAW.
.
Ruh Quds adalah :
Tubuh Rahasia Allah.
Tubuhnya Muhammad Rasulullah itu, Tubuhnya Allah Ta'ala.
Dengan tubuh itu, Hancurkanlah tempat- tempat dan kekuatan Iblis serta pengikutnya.
Para La'natullah itu, semua takut.
Yang ditakutinya adalah Adanya BUDDUHUN.
.
CARANYA ADALAH :
.
Khidmatkan zahir bathin kita dengan tubuh :
"DIAM "
Yang ada disama tengah hati kita.
Tubuh Rahasia Allah itulah " RUH QUDS "
Tubuhnya Muhammad Rasulullah itulah :
" TUBUH ALLAH TA'ALA "
.
Cukup berkidmat Tafakkur saja.
Tidak menggunakan bacaan- bacan.
Tidak memakai dzikir.
Yang jadi itu tidak pakai bacaan dan dzikir lagi.
Carilah didalam Budduhun.
Itu sudah ada.
Tulisannya Kuning.
Cahayanya merah.
.
Belum tahu pengenalannya, belum dikatakan :
Kamil Mulkamil.
Budduhun itu cahaya-Nya. yang didalam Cahaya-Nya ada Asma-Nya..
.
___________
.
Cukup ini Abi sampaikan semoga kita dapat menaklukkan nafsu diri yang selalu menjadi tempatnya syaitan.
Maka gunakanlah dengan Cahaya iman didalam Budduhun yakni didalam tengah hati.
.
Aamiin..
.
WA LAQAD ZARAQNA LII JAHANNAMA MINAL JINNI WAL INSI.
.
Artinya :
" Dan sesungguhnya telah disediakan oleh Allah Neraka Jahanam itu. Dan isinya dari kebanyakkan Jin dan Manusia "
.
_______________________
.
Ikhwani...
.
Ketahuilah kalian...
Pemahaman yang selalu muncul dalam pemikiran seseorang itu adalah :
Syaitanlah yang membisikkannya untuk merayu siapapun itu menuju ketidak benaran.
.
Janganlah kita tanamkan dihati, pendapat- pendapat dari fikiran kita. Fikiran kita itu, penuh jembatannya Syaitan yang menuju kehati.
Fikiran hanya ta'at, tetapi banyak tidak terlaksana. Karena hati tidak mau menerima yang darinya Syaitan.
.
Lebik baik kita hancurkan jembatan Syaitan itu yang ada pada diri kita yaitu :
" FIKIRAN KITA "
Fikiran kita itu tempat jembatannya Syaitan yang menuju kehati kita.
TAKLUKKAN !!
.
______________________
.
CARA MENAKLUKKANYA Yaitu :
Kita diamkan perasaan kita dipusat.
Lalu, turunkan perasaan itu, sampai diam dipusat.
Diamnya itu ialah :
" TUBUH PERASAAN "
Itu yang kita rasakan disama tengah hati.
Bukan diamnya jasad kita ini yang kita rasakan.
Melainkan diamnya :
" TUBUH RAHASIA "
Itulah yang kita rasakan.
.
Tempat diam itulah Rumah kita.
Diamlah selalu dirumah itu.
Coba kita banyak diam. Diam itu disama tengah hati kita.
Yang banyak memperoleh yang kita dapati.
Pengajaran Hakiki inilah Karunia Allah untuk kita.
.
.
Diri kita ini dikuatkan oleh Ruh Quds.
Sehingga dapatlah tubuh dan anggota badan lainnya bergerak dengan sempurna.
Ruh Quds itulah : Yang berkuasa atas semua jasad manusia.
Dan bisa mengajar manusia.
.
Diperlihatkan berkata- katanya Ruh Quds inilah Ni'mat Allah yang didatangkan pada kita.
Ruh Quds inilah :
" DZAT MUTLAQ "
Rahasia Allah yang ada disama tengah hati kita.
.
Rahasia Allah itu :
" NUR DZATULLAH "
Nur Allah itu, juga tubuh Alam, karena :
Nur Diri Allah itu meliputi 7 lapis langit dan bumi.
Dari Nur Allah itulah Terjadinya :
" NUR MUHAMMAD "
.
Dengan kehendak-Nya- Nur Muhammad itu terjadinya segala bentuk- bentuk alam.
Karena pertemuan Nur Allah dan Nur Muhammad terjadinya alam :
JASMANI
RUHANI
NURANI
RABBANI.
.
Tubuh kita ini dari Anasir yang 4 yakni :
JASMANI
RUHANI
NURANI
RABBANI.
.
Tubuh Rabbani yaitu :
" RUHANI "
Rabbani Nurani yaitu :
MINALLAH
BILLAH
LILLAH.
Yang Inilah kembali pada Allah.
.
Kenali tubuh ini...
Karena sebelum alam dijadikan dan juga makhluq, tubuh ini sudah ada yang dinamakan :
" DZATUL BUHTI ".
.
Jadi Akhwani...
.
Jatuhnya Muraqabah kita itu, tidak akan lalai lagi. Jika pecah hati kita.
Dapatlah kita rindu dan cinta sejati pada Allah.
Perihal masalah Ruh Quds ini, ada didalam Al-Qur'an. Surah Al- Maidah ayat 110.
Ambil makna hakikatnya.
.
.
Cahaya Ruh Quds itulah cahaya yang memiliki tekanan Ke- Tuhanan dan kekuatan, yang lebih Dahsyat dari sinar laser sekalipun.
Maka menghadapi Iblis dan pengikutnya itu dengan perasaan :
" DIAM "
Taklukkan kekuatan Iblis dan para Syaitan, dukun Sihir itu dengan pencapaian Cahaya :
" BUDDUHUN "
Bukit Thursina saja Hancur jadi debu disentuh Cahaya Allah itu.
_______________________
.
BUDDUHUN itu Cahaya Tuhan yang ada pada Dahi manusia.
Cahaya itulah yang ditakuti oleh Iblis dan Syaitan.
Makanya Rasulullah SAW itu ditakuti oleh Iblis.
Karena adanya BUDDUHUN cahaya Tuhan itu pada diri Rasulullah SAW.
.
Ruh Quds adalah :
Tubuh Rahasia Allah.
Tubuhnya Muhammad Rasulullah itu, Tubuhnya Allah Ta'ala.
Dengan tubuh itu, Hancurkanlah tempat- tempat dan kekuatan Iblis serta pengikutnya.
Para La'natullah itu, semua takut.
Yang ditakutinya adalah Adanya BUDDUHUN.
.
CARANYA ADALAH :
.
Khidmatkan zahir bathin kita dengan tubuh :
"DIAM "
Yang ada disama tengah hati kita.
Tubuh Rahasia Allah itulah " RUH QUDS "
Tubuhnya Muhammad Rasulullah itulah :
" TUBUH ALLAH TA'ALA "
.
Cukup berkidmat Tafakkur saja.
Tidak menggunakan bacaan- bacan.
Tidak memakai dzikir.
Yang jadi itu tidak pakai bacaan dan dzikir lagi.
Carilah didalam Budduhun.
Itu sudah ada.
Tulisannya Kuning.
Cahayanya merah.
.
Belum tahu pengenalannya, belum dikatakan :
Kamil Mulkamil.
Budduhun itu cahaya-Nya. yang didalam Cahaya-Nya ada Asma-Nya..
.
___________
.
Cukup ini Abi sampaikan semoga kita dapat menaklukkan nafsu diri yang selalu menjadi tempatnya syaitan.
Maka gunakanlah dengan Cahaya iman didalam Budduhun yakni didalam tengah hati.
.
Aamiin..
ALAM AHADIYAH
ASSALAAMU 'ALAIKUM YA IKHWANI...
Pemahaman ini, mungkin kalian telah mengetahui, namun inti sarinya harus kita fahami.
Bahwa setiap mempelajari Tauhid mesti tahu hakikat kebenaran Tuhan.
Agar kita tidak salah mengenal dan menyembah-Nya.
Mari dengar penjelasan ini sebagai ulangan pembelajaran kita.
.
Ketahuilah....
Dialam Ahadiah, belum ada sesuatu apapun yang dijadikan.
Baik Nur Muhammad, Qalam, akal, Arsy belum ada.
Masih "O" Sunyi, Diam.
Segala bentuk apapun belum ada apa-apa.
Yang hanya ada :
" DZATUL BUHTI "
.
" AKU ADALAH PERBENDAHARAAN YANG TERAHASIA.
AKU INGIN DIKENAL, MAKA AKU CIPTAKAN MAKHLUQ. DAN DENGAN-KU MEREKA MENGENAL-KU "
.
AWWALA MAKHALAQALLAAHA MIN NUURIHI NABIYYIKA "
(Awal pertama dijadikan Allah adalah Cahaya Nabimu).
.
" DAN SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENCIPTAKAN DIATAS KAMU 7 BUAH JALAN (7 BUAH LANGIT ). DAN KAMI TIDAKLAH LALAI TERHADAP CIPTAAN "
( Al- Mu'minun : 17 ).
.
___________________
.
CAHAYA NABI !!
.
CAHAYA NABI ITU CAHAYA SIAPA ?
.
Itulah Cahaya Diri Tuhan yang disebut :
" NUR ILAHI "
.
Jadi kejadian Nur Muhammad ini dari Nur Allah.
Cahaya Diri Tuhan inilah yang disebut dalam Al- Qur'an Surah Fushilat : 54 disebut sebagai :
.
'ALAA INNAHU BI KULLI SYAI'IN MUHIITH.
Maha meliputi segala sesuatu.
.
____________________
.
Akhwani...
.
Menurut Ahli Filsafah :
Yang meliputi segala sesuatu termasuk segala benda langit adalah :
" MAHA RUANG "
.
Dan menurut Ahli Nahwu Maha ruang itu ialah :
.
ANA MAKANIN WA LAISYA LII MAKAN.
( Maha ruang itu termasuk Isim, maka yang berarti :
" TEMPAT "
.
Jadi,
Semua ciptaan Tuhan ditempatkan pada tubuh :
" LAA TA'YUN "
Tubuh Maha Ruang.
Tubuh Allah.
Inilah dinamakan :
Setiap Makhkuq itu bertubuh Tuhan.
Inilah yang dimaksud :
" TUHAN TUBUHKU "
.
Nah Ikwani..
Untuk mengetahui pemahaman ini, maka perhatikan ungkapan Abi :
" AIR MELIPUTI SEKALIAN IKAN.
TENTULAH AIR ITU TUBUH IKAN.
BEGITU JUGA TANAH.
TANAH ITU TUBUH CACING "
.
Jika kalian mengerti kata Abi ini bahwa :
.
" IKAN HIDUP DITUBUH AIR. CACING HIDUP DITUBUH TANAH "
.
Begitu jua Maha Ruang. Maha Ruang meliputi semesta Alam.
Tentulah semesta alam ada ditubuh Maha Ruang. Dan Maha Ruang itu : Tubuhnya sekalian Alam.
.
Maka :
APAKAH MAHA RUANG ITU?
Yakni :
" Nur Ilahi "
.
APA NUR ILAHI ITU ?
Yakni :
Cahaya Diri Tuhan.
.
Jadi Akhwan...
Agar jangan salah faham dalam bertauhid.
Perlu Abi tekankan disini Bahwa :
.
" Cahaya Diri Tuhan itu maksudnya Nur Allah.
Cahaya diri-Nya.
Itu bukanlah Tuhan,
Melainkan :
" Ke-Maha Sucian Tuhan "
.
Sederhana saja Abi jelaskan :
.
CAHAYA ITU BUKAN TUHAN.
CAHAYA ITULAH DISEBUT :
" ALLAH "
.
Jangan salah faham Ingat!!
.
Yang disebut " NUR "
Itu bukan mengacu pada : "CAHAYA "
Melainkan Mengacu pada Nama (Asma).
.
Jadi,
Cahaya Diri Tuhan itu bernama :
" NUR "
.
Cahaya Diri Tuhan yang bernama Nur itu disebut :
" ALLAH " ASMA ALLAH "
Inilah Nama kebesaran bagi Dzat-Nya.
.
Coba lihat semua Tahu NAMA TUHAN ada 99.
Dari Ar-Rahman sampai Ash- Shabuur.
.
Maka ini semua menunjukkan Sifat Jadi.
.
ASMA YANG MANA MENUNJUKKAN DIRI DAN KEBESARAN-NYA ?
.
Itulah Asma " ALLAH "
.
Jika dah Faham...
Jangan ragu lagi.
Cukuplah keyaqinan.
Pandang Tubuh Maha Ruang.
Itulah Tubuh Allah.
Jika tidak percaya takut Kufur.
Jika kalian ingin mengetahui kebenaran pemahamJika kalian ingin mengetahui kebenaran pemahaman ini.
Silahkan gak percaya.
.
Orang- orang yang sudah Kasyaf Rabbani lah yang tiada meragu keyaqinan mereka bahwa :
Mah Ruang itulah Tubuh Tuhan, Tubuh Allah.
.
MENGAPA DISEBUT SEBAGAI NAMA KEBESARAN BAGI DZAT-NYA ?
.
Karena Tuhan pribadi, sebenarnya tiada bernama, bahkan perkataan Allah.
Itu tidak pernah ada.
Ketika makhluq belum dijadikan, Hanya Dia- yang ADA.
Tiada satupun selain DIA.
Mana ada yang mengucapa kata " TUHAN "
.
ALLAH CAHAYA LANGIT DAN BUMI.
CAHAYA ALLAH SEPERTI SEBUAH LUBANG YANG TIDAK TEMBUS.
YANG DIDALAMNYA ADA PELITA BESAR.
PELITA ITU DIDALAM KACA. KACA ITU SEAKAN- AKAN BINTANG YANG BERCAHAYA SEPERTI MUTIARA YANG DINYALAKAN DENGAN MINYAK DARI POHON YANG BANYAK BARAKAHNYA YAITU POHON ZAITUN YANG TUMBUH DIDAK DITIMUR, DAN TIDAK PULA DIBARAT. YANG MINYAKNYA HAMPIR- HAMPIR MENERANGI.
WALAUPUN TIDAK DISENTUH API.
CAHAYA DIATAS CAHAYA.
ALLAH MENUNTUN CAHAYA-NYA SIAPA YANG DIKEHENDAKI-NYA.
DAN ALLAH MEMBUAT PERUMPAMAAN- PERUMPAMAAN BAGI MANUSIA.
DAN ALLAH MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU "
( An-Nur : 35 ).
.
Maksud ayat diatas yaitu : Allah Pemberi Cahaya pada Langit juga Bumi, agar makhluq tidak kebingungan, ketika ingin menyebut TUHAN.
Maka nama Cahaya Diri Tuhan itulah dijadikan sebutan yang mengacu kepada DIRI TUHAN.
.
BUKANKAH CAHAYA DG PEMILIK CAHAYA ITU TIDAK BERCERAI ?
.
Jadi kata " ALLAH "
bisa mengacu pada Diri Tuhan.
Bisa juga mengacu hanya nama cahaya Diri.
.
APA BUKTINYA ?
.
INI BUKTINYA >
.
" JANGAN KAU SEMBAH DZAT-KU, SIFAT-KU, ASMA-KU, AF'AL-KU.
TETAPI SEMBAHLAH AKU "
(Qudsiah).
.
Jika selama ini tidak mengetahui pemahaman ini, bisa jadi selama ini sampai menyembah Nama Allah.
Belum sampai menyembah :
Diri Allah Pribadi.
Disinilah letak pentingnya mempelajari Tauhid.
Pemahaman ini, mungkin kalian telah mengetahui, namun inti sarinya harus kita fahami.
Bahwa setiap mempelajari Tauhid mesti tahu hakikat kebenaran Tuhan.
Agar kita tidak salah mengenal dan menyembah-Nya.
Mari dengar penjelasan ini sebagai ulangan pembelajaran kita.
.
Ketahuilah....
Dialam Ahadiah, belum ada sesuatu apapun yang dijadikan.
Baik Nur Muhammad, Qalam, akal, Arsy belum ada.
Masih "O" Sunyi, Diam.
Segala bentuk apapun belum ada apa-apa.
Yang hanya ada :
" DZATUL BUHTI "
.
" AKU ADALAH PERBENDAHARAAN YANG TERAHASIA.
AKU INGIN DIKENAL, MAKA AKU CIPTAKAN MAKHLUQ. DAN DENGAN-KU MEREKA MENGENAL-KU "
.
AWWALA MAKHALAQALLAAHA MIN NUURIHI NABIYYIKA "
(Awal pertama dijadikan Allah adalah Cahaya Nabimu).
.
" DAN SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENCIPTAKAN DIATAS KAMU 7 BUAH JALAN (7 BUAH LANGIT ). DAN KAMI TIDAKLAH LALAI TERHADAP CIPTAAN "
( Al- Mu'minun : 17 ).
.
___________________
.
CAHAYA NABI !!
.
CAHAYA NABI ITU CAHAYA SIAPA ?
.
Itulah Cahaya Diri Tuhan yang disebut :
" NUR ILAHI "
.
Jadi kejadian Nur Muhammad ini dari Nur Allah.
Cahaya Diri Tuhan inilah yang disebut dalam Al- Qur'an Surah Fushilat : 54 disebut sebagai :
.
'ALAA INNAHU BI KULLI SYAI'IN MUHIITH.
Maha meliputi segala sesuatu.
.
____________________
.
Akhwani...
.
Menurut Ahli Filsafah :
Yang meliputi segala sesuatu termasuk segala benda langit adalah :
" MAHA RUANG "
.
Dan menurut Ahli Nahwu Maha ruang itu ialah :
.
ANA MAKANIN WA LAISYA LII MAKAN.
( Maha ruang itu termasuk Isim, maka yang berarti :
" TEMPAT "
.
Jadi,
Semua ciptaan Tuhan ditempatkan pada tubuh :
" LAA TA'YUN "
Tubuh Maha Ruang.
Tubuh Allah.
Inilah dinamakan :
Setiap Makhkuq itu bertubuh Tuhan.
Inilah yang dimaksud :
" TUHAN TUBUHKU "
.
Nah Ikwani..
Untuk mengetahui pemahaman ini, maka perhatikan ungkapan Abi :
" AIR MELIPUTI SEKALIAN IKAN.
TENTULAH AIR ITU TUBUH IKAN.
BEGITU JUGA TANAH.
TANAH ITU TUBUH CACING "
.
Jika kalian mengerti kata Abi ini bahwa :
.
" IKAN HIDUP DITUBUH AIR. CACING HIDUP DITUBUH TANAH "
.
Begitu jua Maha Ruang. Maha Ruang meliputi semesta Alam.
Tentulah semesta alam ada ditubuh Maha Ruang. Dan Maha Ruang itu : Tubuhnya sekalian Alam.
.
Maka :
APAKAH MAHA RUANG ITU?
Yakni :
" Nur Ilahi "
.
APA NUR ILAHI ITU ?
Yakni :
Cahaya Diri Tuhan.
.
Jadi Akhwan...
Agar jangan salah faham dalam bertauhid.
Perlu Abi tekankan disini Bahwa :
.
" Cahaya Diri Tuhan itu maksudnya Nur Allah.
Cahaya diri-Nya.
Itu bukanlah Tuhan,
Melainkan :
" Ke-Maha Sucian Tuhan "
.
Sederhana saja Abi jelaskan :
.
CAHAYA ITU BUKAN TUHAN.
CAHAYA ITULAH DISEBUT :
" ALLAH "
.
Jangan salah faham Ingat!!
.
Yang disebut " NUR "
Itu bukan mengacu pada : "CAHAYA "
Melainkan Mengacu pada Nama (Asma).
.
Jadi,
Cahaya Diri Tuhan itu bernama :
" NUR "
.
Cahaya Diri Tuhan yang bernama Nur itu disebut :
" ALLAH " ASMA ALLAH "
Inilah Nama kebesaran bagi Dzat-Nya.
.
Coba lihat semua Tahu NAMA TUHAN ada 99.
Dari Ar-Rahman sampai Ash- Shabuur.
.
Maka ini semua menunjukkan Sifat Jadi.
.
ASMA YANG MANA MENUNJUKKAN DIRI DAN KEBESARAN-NYA ?
.
Itulah Asma " ALLAH "
.
Jika dah Faham...
Jangan ragu lagi.
Cukuplah keyaqinan.
Pandang Tubuh Maha Ruang.
Itulah Tubuh Allah.
Jika tidak percaya takut Kufur.
Jika kalian ingin mengetahui kebenaran pemahamJika kalian ingin mengetahui kebenaran pemahaman ini.
Silahkan gak percaya.
.
Orang- orang yang sudah Kasyaf Rabbani lah yang tiada meragu keyaqinan mereka bahwa :
Mah Ruang itulah Tubuh Tuhan, Tubuh Allah.
.
MENGAPA DISEBUT SEBAGAI NAMA KEBESARAN BAGI DZAT-NYA ?
.
Karena Tuhan pribadi, sebenarnya tiada bernama, bahkan perkataan Allah.
Itu tidak pernah ada.
Ketika makhluq belum dijadikan, Hanya Dia- yang ADA.
Tiada satupun selain DIA.
Mana ada yang mengucapa kata " TUHAN "
.
ALLAH CAHAYA LANGIT DAN BUMI.
CAHAYA ALLAH SEPERTI SEBUAH LUBANG YANG TIDAK TEMBUS.
YANG DIDALAMNYA ADA PELITA BESAR.
PELITA ITU DIDALAM KACA. KACA ITU SEAKAN- AKAN BINTANG YANG BERCAHAYA SEPERTI MUTIARA YANG DINYALAKAN DENGAN MINYAK DARI POHON YANG BANYAK BARAKAHNYA YAITU POHON ZAITUN YANG TUMBUH DIDAK DITIMUR, DAN TIDAK PULA DIBARAT. YANG MINYAKNYA HAMPIR- HAMPIR MENERANGI.
WALAUPUN TIDAK DISENTUH API.
CAHAYA DIATAS CAHAYA.
ALLAH MENUNTUN CAHAYA-NYA SIAPA YANG DIKEHENDAKI-NYA.
DAN ALLAH MEMBUAT PERUMPAMAAN- PERUMPAMAAN BAGI MANUSIA.
DAN ALLAH MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU "
( An-Nur : 35 ).
.
Maksud ayat diatas yaitu : Allah Pemberi Cahaya pada Langit juga Bumi, agar makhluq tidak kebingungan, ketika ingin menyebut TUHAN.
Maka nama Cahaya Diri Tuhan itulah dijadikan sebutan yang mengacu kepada DIRI TUHAN.
.
BUKANKAH CAHAYA DG PEMILIK CAHAYA ITU TIDAK BERCERAI ?
.
Jadi kata " ALLAH "
bisa mengacu pada Diri Tuhan.
Bisa juga mengacu hanya nama cahaya Diri.
.
APA BUKTINYA ?
.
INI BUKTINYA >
.
" JANGAN KAU SEMBAH DZAT-KU, SIFAT-KU, ASMA-KU, AF'AL-KU.
TETAPI SEMBAHLAH AKU "
(Qudsiah).
.
Jika selama ini tidak mengetahui pemahaman ini, bisa jadi selama ini sampai menyembah Nama Allah.
Belum sampai menyembah :
Diri Allah Pribadi.
Disinilah letak pentingnya mempelajari Tauhid.
Minggu, 07 Mei 2017
WUDHU SEBELUM SHALAT.
SALAAMUN HIYAS SALAAM...0.
.
Ikhwani...
WUDHU : Menurut ajaran Syari'at ialah :
Membersihkan anggota badan dari Hadats kecil.
Dan WUDHU : Menurut Hakikat adalah :
Membersihkan Bathin untuk menghadap Allah. Dengan cara menanggalkan sementara segala hal selain Allah.
Sederhananya saja ialah :
" TAHTA- HARTA & WANITA "
.
===============
.
Jadi, sebaiknya ketika kita berwudhu. Pemikiran kita dibawa terus.
INSYA ALLAH...
Akan terbiasa nantinya. Tanpa di-ingat- ingat lagi lahir dan batin kita.
Otomatis dalam keadaan ini.
.
AAMIIN . . .
================
.
3 RUKUN DALAM SHALAT.
.
Ikhwan...
Syari'at telah mengajarkan kita bahwa :
3 Rukun Sahnya shalat adalah :
RUKUN FI'LI ( Gerakkan ).
RUKUN QAULI ( Bacaan ).
RUKUN QALBI ( kondisi hati).
.
Untuk Rukun pertama :
Silahkan Ikhwan ikuti petunjuk yang sudah ditentukan syari'at yang Shahih secara umum.
.
==============
.
Adapun mengenai Rukun FI'LI secara Khusus bagi laki- laki ialah :
.
- Lebarkan kaki 1 jengkal. Sejajar dengan Bahu.
Jangan terlalu rapat atau terlalu lebar.
.
- Ketika Takbir :
Telapak tangan sejajar dengan daun telinga.
Pangkal lengan sejajar dengan bahu.
Sunatnya bagian ketiak terbuka lebar.
Begitupun ketika sujud. Kecuali jika barisan Shaf saat berjama'ah tidak memungkinkan melakukan hal ini.
.
Posisi tangan setelah Takbir, Tahan tepat diatas pusar.
Disinilah letaknya pertengahan tubuh kita.
Bukan diatas hulu Hati.
.
Usahakan arah anggota tubuh kita selalu dominan kearah Qiblat.
Jaga terus posisi ujung jemari kaki.
Baik ketika kita berdiri, ruku', maupun sujud.
Berarti jemari kaki kita wajib menekuk waktu sujud.
Jaga juga arah tubuh kita ketika Tahiyyat Akhir.
Jangan melenceng kekanan.
Walaupun posisi kaki membuat tubuh kita agak menyerong kesamping.
Badan mesti tetap lurus. Dan dominan mengarah Qiblat.
.
Secara umum :
Usahakan tidak ada gerakan lain diluar gerakan shalat.
Kunci Tauhid itu Diam.
" DIAM SEDIAM- DIAMNYA "
Jadi pada saat Tahiyyat. Sebaiknya jari telunjuk jangan bergerak, selain menuju arah Qiblat.
.
===============
.
Adapun mengenai khusus Rukun QAULI ialah :
.
Perhatikan lafadz bacaan dalam Surah Al- Fatihah.
.
INGAT !!
.
Jangan lafadzkan bacaan " DULIL "
Tapi beri sedikit seperti ini :
" ALHAMDU- LILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN "
.
Jangan lafadzkan bacaan " LIKIYAU "
Tapi beri sedikit jeda seperti ini :
" MAALIKI- YAUMID- DIIN "
.
Jangan lafadzkan bacaan " KANA' "
Tapi beri sedikit seperti ini :
" IYYAAKA- NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA 'IIN "
.
Jangan lafadzkan bacaan " AN'AM "
Tapi beri sedikit jeda seperti ini :
" SHIRAATHAL LADZIINA AN- 'AMTA 'ALAIHIM "
.
Jadi :
didalam tanda kata "...." ini diatas adalah :
" NAMA- NAMA SYAITAN "
.
Mungkin inil sebabnya sulit untuk menjaga kekhusyu'an dalam shalat.
Karena kita tak secara sengaja telah memanggil Mereka.
Yang namanya Syaitan...
" Mmm " Suka menggoda.
.
MENGAPA MESTI ADA NAMA- NAMA SYAITAN DALAM AL-FATIHAH ??
.
Yang namanya Iblis itu diciptakan Allah mendahului penciptaan manusia.
Bisa jadi ketika Islam hadir di-Surah Al- Fatihah diwahyukan pada mereka.
Kemudian mereka menamai anak- anaknya dengan sebutan yang ada di- Surah yang wajib kita baca setiap shalat.
Tujuannya merusak Nilai Ibadah kita.
.
Selain itu:
Ini bisa menjadi petunjuk. Betapa melakukan shalat itu, sebaiknya tidak usah terburu- buru
mestilah Thu'maninah.
Sehingga kontak kita pada Allah terjalin secara otomatis.
.
Hal utama menjadi Fokus kita adalah :
" RUKUN QALBI "
.
Sebaiknya kita memasang pandangan hati ketika Sebaiknya kita memasang pandangan hati ketika kita shalat.
Dan ketika melakukan ibadah Syari'at yang lainnya seperti :
TAFAKKUR
TADARRUS
DZIKIR
BERDOA.
DLL.
.
===============
.
Penjelasannya ialah :
Bimbingan Rukun QALBI berdasarkan Tauhid bahwa :
" Ketika Kita shalat wajib mengarah Qalbu.
Hati kita ini.
.
CARANYA IALAH :
.
Hati kita jangan membayangi huruf :
ALIF
LAM
LAM
HA.
.
Atau membayangi sesuatu yang ada dalam benak fikiran kita dalam bentuk apapun.
Maupun khayalan kita.
.
MENGAPA ??
.
Sebab semua itu pasti salah tujuan.
Itu Bukan Tuhan.
Sudah beberapa kali Allah katakan didalam Al-Qur'an bahwa :
" DIA- NYA LAISYA KAMISLIHI SYAI- UN "
.
JADI MESTI BAGAIMANA MEMASANG HATI KETIKA BERIBADAH ???
.
" DIAM SEDIAM- DIAMNYA "
DIAMAKAN FIKIRAN DAN PERASAAN.
.
Bukan di Fokuskan kesatu hal.
Bukan juga dikosong- kosongkan.
Tetapi mendiamkan :
" FIKIRAN DAN PERASAAN "
Berbeda dengan mengosongkan Fikiran.
Karena Fikiran dan perasaan bisa mengundang Syaitan masuk kedalam hati.
.
HATI - HATI !...
.
Jaga persaksian Musyahada jiwa raga kita pada dua rukun, ketika kita melakukanJaga persaksian Musyahada jiwa raga kita pada dua rukun, ketika kita melakukannya.
Haram ada selain Allah difikiran dan perasaan.
Dua momen penting itu adalah :
" TAKBIRATUL IHRAM "
maknanya disini adalah :
" SUCI "
Suci Fikiran dan perasaan. Dari segala sesuatu selain Allah.
Dan Syahadat dalam Tahayyat awal dan akhir, ikrar persaksian.
Wajib dalam keadaan sadar sepenuhnya.
.
Aamiin Allaahumma Aamiin....
.
Ikhwani...
WUDHU : Menurut ajaran Syari'at ialah :
Membersihkan anggota badan dari Hadats kecil.
Dan WUDHU : Menurut Hakikat adalah :
Membersihkan Bathin untuk menghadap Allah. Dengan cara menanggalkan sementara segala hal selain Allah.
Sederhananya saja ialah :
" TAHTA- HARTA & WANITA "
.
===============
.
Jadi, sebaiknya ketika kita berwudhu. Pemikiran kita dibawa terus.
INSYA ALLAH...
Akan terbiasa nantinya. Tanpa di-ingat- ingat lagi lahir dan batin kita.
Otomatis dalam keadaan ini.
.
AAMIIN . . .
================
.
3 RUKUN DALAM SHALAT.
.
Ikhwan...
Syari'at telah mengajarkan kita bahwa :
3 Rukun Sahnya shalat adalah :
RUKUN FI'LI ( Gerakkan ).
RUKUN QAULI ( Bacaan ).
RUKUN QALBI ( kondisi hati).
.
Untuk Rukun pertama :
Silahkan Ikhwan ikuti petunjuk yang sudah ditentukan syari'at yang Shahih secara umum.
.
==============
.
Adapun mengenai Rukun FI'LI secara Khusus bagi laki- laki ialah :
.
- Lebarkan kaki 1 jengkal. Sejajar dengan Bahu.
Jangan terlalu rapat atau terlalu lebar.
.
- Ketika Takbir :
Telapak tangan sejajar dengan daun telinga.
Pangkal lengan sejajar dengan bahu.
Sunatnya bagian ketiak terbuka lebar.
Begitupun ketika sujud. Kecuali jika barisan Shaf saat berjama'ah tidak memungkinkan melakukan hal ini.
.
Posisi tangan setelah Takbir, Tahan tepat diatas pusar.
Disinilah letaknya pertengahan tubuh kita.
Bukan diatas hulu Hati.
.
Usahakan arah anggota tubuh kita selalu dominan kearah Qiblat.
Jaga terus posisi ujung jemari kaki.
Baik ketika kita berdiri, ruku', maupun sujud.
Berarti jemari kaki kita wajib menekuk waktu sujud.
Jaga juga arah tubuh kita ketika Tahiyyat Akhir.
Jangan melenceng kekanan.
Walaupun posisi kaki membuat tubuh kita agak menyerong kesamping.
Badan mesti tetap lurus. Dan dominan mengarah Qiblat.
.
Secara umum :
Usahakan tidak ada gerakan lain diluar gerakan shalat.
Kunci Tauhid itu Diam.
" DIAM SEDIAM- DIAMNYA "
Jadi pada saat Tahiyyat. Sebaiknya jari telunjuk jangan bergerak, selain menuju arah Qiblat.
.
===============
.
Adapun mengenai khusus Rukun QAULI ialah :
.
Perhatikan lafadz bacaan dalam Surah Al- Fatihah.
.
INGAT !!
.
Jangan lafadzkan bacaan " DULIL "
Tapi beri sedikit seperti ini :
" ALHAMDU- LILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN "
.
Jangan lafadzkan bacaan " LIKIYAU "
Tapi beri sedikit jeda seperti ini :
" MAALIKI- YAUMID- DIIN "
.
Jangan lafadzkan bacaan " KANA' "
Tapi beri sedikit seperti ini :
" IYYAAKA- NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA 'IIN "
.
Jangan lafadzkan bacaan " AN'AM "
Tapi beri sedikit jeda seperti ini :
" SHIRAATHAL LADZIINA AN- 'AMTA 'ALAIHIM "
.
Jadi :
didalam tanda kata "...." ini diatas adalah :
" NAMA- NAMA SYAITAN "
.
Mungkin inil sebabnya sulit untuk menjaga kekhusyu'an dalam shalat.
Karena kita tak secara sengaja telah memanggil Mereka.
Yang namanya Syaitan...
" Mmm " Suka menggoda.
.
MENGAPA MESTI ADA NAMA- NAMA SYAITAN DALAM AL-FATIHAH ??
.
Yang namanya Iblis itu diciptakan Allah mendahului penciptaan manusia.
Bisa jadi ketika Islam hadir di-Surah Al- Fatihah diwahyukan pada mereka.
Kemudian mereka menamai anak- anaknya dengan sebutan yang ada di- Surah yang wajib kita baca setiap shalat.
Tujuannya merusak Nilai Ibadah kita.
.
Selain itu:
Ini bisa menjadi petunjuk. Betapa melakukan shalat itu, sebaiknya tidak usah terburu- buru
mestilah Thu'maninah.
Sehingga kontak kita pada Allah terjalin secara otomatis.
.
Hal utama menjadi Fokus kita adalah :
" RUKUN QALBI "
.
Sebaiknya kita memasang pandangan hati ketika Sebaiknya kita memasang pandangan hati ketika kita shalat.
Dan ketika melakukan ibadah Syari'at yang lainnya seperti :
TAFAKKUR
TADARRUS
DZIKIR
BERDOA.
DLL.
.
===============
.
Penjelasannya ialah :
Bimbingan Rukun QALBI berdasarkan Tauhid bahwa :
" Ketika Kita shalat wajib mengarah Qalbu.
Hati kita ini.
.
CARANYA IALAH :
.
Hati kita jangan membayangi huruf :
ALIF
LAM
LAM
HA.
.
Atau membayangi sesuatu yang ada dalam benak fikiran kita dalam bentuk apapun.
Maupun khayalan kita.
.
MENGAPA ??
.
Sebab semua itu pasti salah tujuan.
Itu Bukan Tuhan.
Sudah beberapa kali Allah katakan didalam Al-Qur'an bahwa :
" DIA- NYA LAISYA KAMISLIHI SYAI- UN "
.
JADI MESTI BAGAIMANA MEMASANG HATI KETIKA BERIBADAH ???
.
" DIAM SEDIAM- DIAMNYA "
DIAMAKAN FIKIRAN DAN PERASAAN.
.
Bukan di Fokuskan kesatu hal.
Bukan juga dikosong- kosongkan.
Tetapi mendiamkan :
" FIKIRAN DAN PERASAAN "
Berbeda dengan mengosongkan Fikiran.
Karena Fikiran dan perasaan bisa mengundang Syaitan masuk kedalam hati.
.
HATI - HATI !...
.
Jaga persaksian Musyahada jiwa raga kita pada dua rukun, ketika kita melakukanJaga persaksian Musyahada jiwa raga kita pada dua rukun, ketika kita melakukannya.
Haram ada selain Allah difikiran dan perasaan.
Dua momen penting itu adalah :
" TAKBIRATUL IHRAM "
maknanya disini adalah :
" SUCI "
Suci Fikiran dan perasaan. Dari segala sesuatu selain Allah.
Dan Syahadat dalam Tahayyat awal dan akhir, ikrar persaksian.
Wajib dalam keadaan sadar sepenuhnya.
.
Aamiin Allaahumma Aamiin....
MAKNA SIFAT DAN DZAT.
ASSALAAMU 'ALAIKUM YAA IKHWAN WA AKHWATI...
WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUHU...
.
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita Insan yang berbentuk manusia yang berdiri dengan sendirinya atas Qudrat dan Iradat-Nya, agar kita dapat mengenal hidup pada diri zahir maupun batin untuk mengetahui sesuatu rahasia pada semesta raya ini maupun diri pribadi kita untuk mengenal :
" SIFAT DAN DZAT "
Pada alam zahir maupun alam batin.
.
_______________________
.
Pemahaman tentang Dzat dan Sifat, sangatlah penting didalam Pelajaran Tauhid.
Karena kedua ini akar yang penting bagi kita yang seluas alam raya beserta ragam aneka isi yang hanya terdiri dua unsur yang melekat pada diri.
Diri kita termasuk wujud Dzat dan Sifat yang tidak bercerai.
Mari menyimak mengenai apa itu Sifat ?
Agar kita mengetahui makna yang sebenarnya.
.
_______________________
.
SIFAT.
______
.
Sifat adalah :
Setiap sesuatu yang dapat dikenali dengan pengelihatan panca indra manusia.
Perwujudan Sifat itu adalah :
Berupa wujud bentuk yaitu BENTUK :
.
Bulat.
Bundar.
Tinggi.
Rendah.
Kotak.
Panjang.
Pendek.
Lebar.
Tebal.
Tipis.
Tampan.
Cantik.
Dll.
_______________________
WARNA.
_________
Kuning.
Merah.
Hijau.
Biru.
Putih.
Hitam.
Coklat.
Dll.
_______________________
SUARA.
________
Ribut.
Bising.
Samar- samar.
Merdu.
Serak.
Sumbang.
Riuh.
Dll.
________________________
RASA.
______
Manis.
Pahit.
Asin.
Asam.
Tawar.
Suka.
Duka.
Haru.
Atau berupa- rupa.
_______________________
TEKSTIR.
_________
Kasar.
Halus.
Lembut.
Kesat.
Dll.
_______________________
MORAL.
________
Baik.
Buruk.
Alim.
Jahat.
Sopan.
Kurang ajar.
Dll.
.
================
Jadi, itulah bentuk Sifat yang ada pada diri manusia.
Untuk mengetahui alam disekelilingnya dengan Indra.
Berarti yang kita lihat dan kita rasakan disekeliling kita, itulah penampakkan bentuk- bentuk Sifat tanpa terkecuali.
_______________________
.
Lebih dalam lagi ialah :
Segala sifat yang ada pada diri kita, juga semesta alam ini.
Itulah wujud Sifat yang bersifat Baharu (Fana).
Maksudnya :
Baru wujud keterangan atau wujud kenyataan.
Namtn belum menunjukkan inti tatau Ujud Asli.
.
Hal keadaan Sifat itu semua berbeda- beda setiap makhluq.
Baik berkulit putih, hitam. Matang, berambut kribo, berambut lurus, bermata sipit, juling, waras, cacat, tampan dan cantik.
Dll.
Semua itu bisa berubah. Muda menjadi tua, sehat menjadi sakit, sakit menjadi sembuh, bodoh menjadi pintar, kecil menjadi besar.
Dll.
_______________________
ini Nisbi.
Karena serba mungkin alias tanpa pasti. Semua itu bergantungan kepada Allah yang menjadikan Sifat.
.
PARA IKHWAN....
.
Nah... Jadi yang ganteng, yang cantik, gak usah sombong ya..!!
Apalagi angkuh.
Semua itu sifat anugerah dan karunia dari Allah yang wajib kalian syukuri dan wajib sujud kepada Allah yang Maha keindahan.
.
Murni kok...
Gratis lagi tanpa bayar. Namun membayarnya wajib disyukuri dan disujudi dihadapan Allah.
Bukan hasil Request.
.
Jadi gak usah memuji :
" Gue cantik atau Gue ganteng " Tapi :
Wajib Kalian Syukuri yang Allah berikan Karunia keindahan Sifat cantik dan tampan dari Allah.
Kebenaran Sifat tidak bisa berdiri sendiri.
Karena Sifat membutuhkan tempat keberadaan.
Contoh saja tentang pelajaran bahasa yaitu :
Sebuah pembentukan kata.
Kita mengenal ada yang disebut :
" MORFEM BEBAS DAN MORFEM TERIKAT "
Atau sederhana kata yaitu : " KATA DASAR DAN IMBAUAN "
Contoh aja dengan :
Makan.
Memakan.
Dimakan.
Termakan.
.
Inilah Sifat yang menempel pada sesuatu untuk keberadaannya.
Jadi :
Ketampanan dan kecantikan memerlukan tempat untuk dapat diduduki dan dapat dilihat Ketampanan dan kecantikan memerlukan tempat untuk dapat diduduki dan dapat dilihat siapapun.
Sehingga orang mengenal bahwa :
" Benarlah dia itu cantik dan tampan "
hehehe.....
Pertanyaan :
.
KETAMPANAN DAN CANTIKKAN ITU MENEMPEL PADA APA ??
.
Jawaban :
.
PADA KULIT.
.
Sebab kulit itupun sendiri adalah :
" SIFAT "
.
INGAT !!
Bahwa... Yang bersifat itu segala sesuatu yang dapat dilihat, diraba dan dirasa.
Dan lain- lain.
.
JADI SIFAT ITU BERTEMPAT DIMANA ??
.
Sifat berdiri pada Dzat. Ataupun Sifat bertubuhkan Dzat.
Ataupun juga Sifat bertempat di-Dzat.
.
LALU DZAT ITU SEPERTI APA ??
.
Nah mari kita Fahami makna Apa itu Dzat.
Apakah Dzat itu berdiri pada sifat, atau bertempat di Sifat, ataupun juga bertubuh sifat ???
Agar kita mudah mengetahui dan memahami mengenai tentang dzat.
Namun disini Abi belum bisa menguraikan tentang pengertian dzat.
Karena terbatas untuk menjelaskannya.
Insya Allah... Abi dilain waktu, Abi jelaskan kok..
Agar kalian tahu makna apa itu Dzat ??
Karena Dzat mencakup Rahasia.
.
Nah... Inilah yang bisa Abi sampaikan.
Semoga kalian mengerti tentang apa itu Sifat ?
Karena mencakup kehidupan kita.
Lebih dan terkurang, kami pribadi mohon dima'afkan, jika ada penjelasan ini tidak sesuai dengan pemahaman kalian.
Maka kamipun tidak memaksa mengikuti pemahaman dari kami.
Akhirul kalam :
.
Wassalaamu 'Alaikum Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh....
WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUHU...
.
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita Insan yang berbentuk manusia yang berdiri dengan sendirinya atas Qudrat dan Iradat-Nya, agar kita dapat mengenal hidup pada diri zahir maupun batin untuk mengetahui sesuatu rahasia pada semesta raya ini maupun diri pribadi kita untuk mengenal :
" SIFAT DAN DZAT "
Pada alam zahir maupun alam batin.
.
_______________________
.
Pemahaman tentang Dzat dan Sifat, sangatlah penting didalam Pelajaran Tauhid.
Karena kedua ini akar yang penting bagi kita yang seluas alam raya beserta ragam aneka isi yang hanya terdiri dua unsur yang melekat pada diri.
Diri kita termasuk wujud Dzat dan Sifat yang tidak bercerai.
Mari menyimak mengenai apa itu Sifat ?
Agar kita mengetahui makna yang sebenarnya.
.
_______________________
.
SIFAT.
______
.
Sifat adalah :
Setiap sesuatu yang dapat dikenali dengan pengelihatan panca indra manusia.
Perwujudan Sifat itu adalah :
Berupa wujud bentuk yaitu BENTUK :
.
Bulat.
Bundar.
Tinggi.
Rendah.
Kotak.
Panjang.
Pendek.
Lebar.
Tebal.
Tipis.
Tampan.
Cantik.
Dll.
_______________________
WARNA.
_________
Kuning.
Merah.
Hijau.
Biru.
Putih.
Hitam.
Coklat.
Dll.
_______________________
SUARA.
________
Ribut.
Bising.
Samar- samar.
Merdu.
Serak.
Sumbang.
Riuh.
Dll.
________________________
RASA.
______
Manis.
Pahit.
Asin.
Asam.
Tawar.
Suka.
Duka.
Haru.
Atau berupa- rupa.
_______________________
TEKSTIR.
_________
Kasar.
Halus.
Lembut.
Kesat.
Dll.
_______________________
MORAL.
________
Baik.
Buruk.
Alim.
Jahat.
Sopan.
Kurang ajar.
Dll.
.
================
Jadi, itulah bentuk Sifat yang ada pada diri manusia.
Untuk mengetahui alam disekelilingnya dengan Indra.
Berarti yang kita lihat dan kita rasakan disekeliling kita, itulah penampakkan bentuk- bentuk Sifat tanpa terkecuali.
_______________________
.
Lebih dalam lagi ialah :
Segala sifat yang ada pada diri kita, juga semesta alam ini.
Itulah wujud Sifat yang bersifat Baharu (Fana).
Maksudnya :
Baru wujud keterangan atau wujud kenyataan.
Namtn belum menunjukkan inti tatau Ujud Asli.
.
Hal keadaan Sifat itu semua berbeda- beda setiap makhluq.
Baik berkulit putih, hitam. Matang, berambut kribo, berambut lurus, bermata sipit, juling, waras, cacat, tampan dan cantik.
Dll.
Semua itu bisa berubah. Muda menjadi tua, sehat menjadi sakit, sakit menjadi sembuh, bodoh menjadi pintar, kecil menjadi besar.
Dll.
_______________________
ini Nisbi.
Karena serba mungkin alias tanpa pasti. Semua itu bergantungan kepada Allah yang menjadikan Sifat.
.
PARA IKHWAN....
.
Nah... Jadi yang ganteng, yang cantik, gak usah sombong ya..!!
Apalagi angkuh.
Semua itu sifat anugerah dan karunia dari Allah yang wajib kalian syukuri dan wajib sujud kepada Allah yang Maha keindahan.
.
Murni kok...
Gratis lagi tanpa bayar. Namun membayarnya wajib disyukuri dan disujudi dihadapan Allah.
Bukan hasil Request.
.
Jadi gak usah memuji :
" Gue cantik atau Gue ganteng " Tapi :
Wajib Kalian Syukuri yang Allah berikan Karunia keindahan Sifat cantik dan tampan dari Allah.
Kebenaran Sifat tidak bisa berdiri sendiri.
Karena Sifat membutuhkan tempat keberadaan.
Contoh saja tentang pelajaran bahasa yaitu :
Sebuah pembentukan kata.
Kita mengenal ada yang disebut :
" MORFEM BEBAS DAN MORFEM TERIKAT "
Atau sederhana kata yaitu : " KATA DASAR DAN IMBAUAN "
Contoh aja dengan :
Makan.
Memakan.
Dimakan.
Termakan.
.
Inilah Sifat yang menempel pada sesuatu untuk keberadaannya.
Jadi :
Ketampanan dan kecantikan memerlukan tempat untuk dapat diduduki dan dapat dilihat Ketampanan dan kecantikan memerlukan tempat untuk dapat diduduki dan dapat dilihat siapapun.
Sehingga orang mengenal bahwa :
" Benarlah dia itu cantik dan tampan "
hehehe.....
Pertanyaan :
.
KETAMPANAN DAN CANTIKKAN ITU MENEMPEL PADA APA ??
.
Jawaban :
.
PADA KULIT.
.
Sebab kulit itupun sendiri adalah :
" SIFAT "
.
INGAT !!
Bahwa... Yang bersifat itu segala sesuatu yang dapat dilihat, diraba dan dirasa.
Dan lain- lain.
.
JADI SIFAT ITU BERTEMPAT DIMANA ??
.
Sifat berdiri pada Dzat. Ataupun Sifat bertubuhkan Dzat.
Ataupun juga Sifat bertempat di-Dzat.
.
LALU DZAT ITU SEPERTI APA ??
.
Nah mari kita Fahami makna Apa itu Dzat.
Apakah Dzat itu berdiri pada sifat, atau bertempat di Sifat, ataupun juga bertubuh sifat ???
Agar kita mudah mengetahui dan memahami mengenai tentang dzat.
Namun disini Abi belum bisa menguraikan tentang pengertian dzat.
Karena terbatas untuk menjelaskannya.
Insya Allah... Abi dilain waktu, Abi jelaskan kok..
Agar kalian tahu makna apa itu Dzat ??
Karena Dzat mencakup Rahasia.
.
Nah... Inilah yang bisa Abi sampaikan.
Semoga kalian mengerti tentang apa itu Sifat ?
Karena mencakup kehidupan kita.
Lebih dan terkurang, kami pribadi mohon dima'afkan, jika ada penjelasan ini tidak sesuai dengan pemahaman kalian.
Maka kamipun tidak memaksa mengikuti pemahaman dari kami.
Akhirul kalam :
.
Wassalaamu 'Alaikum Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh....
MAKNA HAKIKAT DZAT.
ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
.
Alhamdulillah...
Mari kita bersama- sama selalu membiasakan memuji Allah, dalam saat apapun. Sebagai bukti kita bersyukur atas Ni'mat yang telah diberikan-Nya yakni : Ni'mat rasa kemanusaan.
Disini Ana akan melanjutkan tentang pengertian Apa yang disebut itu?
.
===============
.
Untuk mempermudahkan pemahaman tentang Dzat.
Ana ambil contoh saja sebatang kapur tulis.
Begini :
.
Coba kalian pegang sebatang kapur tulis.
Dan lihatlah warna kapurnya itu.
Maka yang sebenar kalian pegang itu, dan kalian lihat itu, bukanlah Dzat kapur sesungguhnya.
Melainkan masih bersifat kapur tulis saja.
.
INGAT BAIK- BAIK !!
.
Setiap yang kalian lihat itu, baik diraba, disebut. Maka semua itu adalah :
" SIFAT "
Bukan disebut :
" DZAT "
.
===============
.
YANG MANA DISEBUT DZAT KAPUR ITU ?
SEPERTI APAKAH DZAT KAPUR ITU ?
.
Jika kalian semua ingin mengetahui dzat kapur tulis itu.
Mau tidak mau, kalian harus sisihkan semua bentuk yang namanya sifat yang menempel pada Kapur tulis itu.
.
CARANYA :
.
Kikislah kapur itu sampai tidak ada lagi sifat kapur tulisnya yang tersisa.
Terus kikis kapur itu, sampai tidak terlihat sifat warna putihnya.
Terus kikis sampai tidak ada sifat kapur lagi yang dapat dipegan.
Terus... Terus... Kikis hingga tidak bisa disebut lagi.
.
Nah... Jadi, jika sudah habis dikikis tiada tersisa sebatang kapur tulispun, maka itu dzat kapur tulis tadi yang sebenarnya.
.
SEPERTI APAKAH DZAT KAPUR SESUNGGUHNYA ?
APAKAH BISA DILIHAT ATAU TIDAK, ATAUPUN DISEBUT ?
.
Jawabannya ialah :
.
Jika masih ada sifat kapur lagi yang masih bisa dilihat, dipegang, diraba, dan disebut, maka berarti pencarian kita itu belumlah sampai ke-dzat kapur aslinya.
Inilah yang dimaksud didalam Al- Qur'an sebagai :
" LAISYA KAMISLIHI SYAI'UN "
.
Inilah arti dari tujuan mencari Tuhan, yang jelas- jelas Tuhan itu tiada seumpama.
Ini baru Dzat kapur namanya.
Yang jelas makhluq Allah jua.
.
.
BAGAIMANA LAGI DENGAN DZAT ALLAH ITU ?
.
Sudah pastinya lebih dari : " LAISYA KAMISLIHI SYAI'UN "
.
ALLAHU AKBAR...
.
===============
.
Ini baru Dzat Allah.
Sedangkan Allah itu, bukan berupa Dzat.
Karena Allah itu adalah :
" RABBUL 'IZZATI "
Tuhan semesta Dzat.
Bagaimana pula diri pribadi-Nya.
Yang pastinya ialah :
Lebih dari " LAISYA KAMISLIHI SYAI'UN "
.
===============
.
Begitupun dengan kita.
Bila ingin mengetahui diri kita sendiri. Maka coba kikiskan, tentu nampak otot.
Kikis lagi otot, tentu nampak tulang kita.
Kikis lagi tulang, jelas tampak sumsum.
Kikis Sumsum lagi maka :
Yang kelihatannya apa ?
.
Nah...
Seperti itulah bentuk hakikat diri kita ini, yang tak bisa dipegang, diraba, disebut.
Bukti zat sepatu saja, sama dengan zat segala makhluq dialam semesta.
Jadi kita sama sepatu, kapur tulis itu adalah :
" SATU DZAT "
.
" Bukankah telah datang kepada manusia, satu waktu dari masa?
Sedangkan ia saat belum merupakan sesuatu yang bisa disebut "
(QS. Al- Insaan : 1 ).
.
===============
.
Ketahuilah..
Hal keadaan Dzat itu meliputi sekalian alam.
Tidak mengambil tempat. Kekal hingga hari Qiamat. Maha Suci.
Bersih dari segala sesuatu yang menempel.
.
Itu sebabnya Al- Qur'an menjelaskan bahwa :
" Allah telah men-sifati Diri-Nya sebagai Maha meliputi.
Karena ada yang Maha meliputi.
Tapi bukan Tuhan.
.
Juga Allah-pun men-sifati Diri-Nya dengan Maha Besar.
Karena ada yang Maha besar.
Tapi bukan Tuhan yakni :
" DZAT-NYA "
.
.
IKHWANI...
.
Sifat Esa berdiri pada Dzat.
Dzat Esa dengan Tuhan.
RABBUL 'IZZATI.
.
Dzat itu banyak variasi sebutannya dalam Al- Qur'an diantaranya yakni : " NUR MUHAMMAD "
Ruh Maha Suci.
Sedangkan didalam Ilmu Kalam disebut :
"KOSONG(Tubuh kosong)"
Maha Ruang(Tubuh Maha Ruang).
Tubuh alam semesta.
Dsb.
.
Adakalanya Jasad kita di-ibaratkan " AIR YANG BEKU ".
.
.
APA GUNANYA BELAJAR TAUHID UNTUK MENJALANI KEHIDUPAN SEHARI- APA GUNANYA BELAJAR TAUHID UNTUK MENJALANI KEHIDUPAN SEHARI- HARI ?
.
Nah...
Jika kalian sudah faham tentang Dzat, pasti kalian tidak ragu lagi.
Bahwa dzat kita ini, satu dzat dengan dzat pohon, dzat batu, dzat meja, dzat tanah, air, api, langit dan bumi, dzat syurga dan neraka.
Semua itu satu Dzat dari sumber yang sama.
.
Yang membedakan adalah : Kita manusia beda sifat yang menempel pada dzat masing- masing.
Pemahaman ini pernah Abi jelaskan mengenai Martabat 7 terdahulu.
.
" Beruntunglah kita ini dimanusiakan Allah. Tapi bukan dibinatangkan, bukan dibatukan, dll.
.
Jika kalian dah faham tentang pengertian dua unsur ini yakni :
" Sifat & Dzat "
Insya Allah...
Kalian akan memahami perkataan ini :
.
" MUHAMMAD TUBUHKU.
NUR NYAWAKU.
TUHAN TUBUHKU.
YAA BUDDUHUN "
.
Jika kalian dah memahami tentang dzat dan sifat ini.
Insya Allah...
Kalian juga akan memahami bahwa :
" Antara Dzat dan Sifat itu adalah ESA "
tiada bercerai...
Tiada bersekutu...
Tidak bisa dipisahkan...
.
Inilah pundasi dasar Tauhid untuk memahami ke- Esa-an Allah dan Hamba.
.
.
. Aamiin Allaahumma Aamiin....
.
Alhamdulillah...
Mari kita bersama- sama selalu membiasakan memuji Allah, dalam saat apapun. Sebagai bukti kita bersyukur atas Ni'mat yang telah diberikan-Nya yakni : Ni'mat rasa kemanusaan.
Disini Ana akan melanjutkan tentang pengertian Apa yang disebut itu?
.
===============
.
Untuk mempermudahkan pemahaman tentang Dzat.
Ana ambil contoh saja sebatang kapur tulis.
Begini :
.
Coba kalian pegang sebatang kapur tulis.
Dan lihatlah warna kapurnya itu.
Maka yang sebenar kalian pegang itu, dan kalian lihat itu, bukanlah Dzat kapur sesungguhnya.
Melainkan masih bersifat kapur tulis saja.
.
INGAT BAIK- BAIK !!
.
Setiap yang kalian lihat itu, baik diraba, disebut. Maka semua itu adalah :
" SIFAT "
Bukan disebut :
" DZAT "
.
===============
.
YANG MANA DISEBUT DZAT KAPUR ITU ?
SEPERTI APAKAH DZAT KAPUR ITU ?
.
Jika kalian semua ingin mengetahui dzat kapur tulis itu.
Mau tidak mau, kalian harus sisihkan semua bentuk yang namanya sifat yang menempel pada Kapur tulis itu.
.
CARANYA :
.
Kikislah kapur itu sampai tidak ada lagi sifat kapur tulisnya yang tersisa.
Terus kikis kapur itu, sampai tidak terlihat sifat warna putihnya.
Terus kikis sampai tidak ada sifat kapur lagi yang dapat dipegan.
Terus... Terus... Kikis hingga tidak bisa disebut lagi.
.
Nah... Jadi, jika sudah habis dikikis tiada tersisa sebatang kapur tulispun, maka itu dzat kapur tulis tadi yang sebenarnya.
.
SEPERTI APAKAH DZAT KAPUR SESUNGGUHNYA ?
APAKAH BISA DILIHAT ATAU TIDAK, ATAUPUN DISEBUT ?
.
Jawabannya ialah :
.
Jika masih ada sifat kapur lagi yang masih bisa dilihat, dipegang, diraba, dan disebut, maka berarti pencarian kita itu belumlah sampai ke-dzat kapur aslinya.
Inilah yang dimaksud didalam Al- Qur'an sebagai :
" LAISYA KAMISLIHI SYAI'UN "
.
Inilah arti dari tujuan mencari Tuhan, yang jelas- jelas Tuhan itu tiada seumpama.
Ini baru Dzat kapur namanya.
Yang jelas makhluq Allah jua.
.
.
BAGAIMANA LAGI DENGAN DZAT ALLAH ITU ?
.
Sudah pastinya lebih dari : " LAISYA KAMISLIHI SYAI'UN "
.
ALLAHU AKBAR...
.
===============
.
Ini baru Dzat Allah.
Sedangkan Allah itu, bukan berupa Dzat.
Karena Allah itu adalah :
" RABBUL 'IZZATI "
Tuhan semesta Dzat.
Bagaimana pula diri pribadi-Nya.
Yang pastinya ialah :
Lebih dari " LAISYA KAMISLIHI SYAI'UN "
.
===============
.
Begitupun dengan kita.
Bila ingin mengetahui diri kita sendiri. Maka coba kikiskan, tentu nampak otot.
Kikis lagi otot, tentu nampak tulang kita.
Kikis lagi tulang, jelas tampak sumsum.
Kikis Sumsum lagi maka :
Yang kelihatannya apa ?
.
Nah...
Seperti itulah bentuk hakikat diri kita ini, yang tak bisa dipegang, diraba, disebut.
Bukti zat sepatu saja, sama dengan zat segala makhluq dialam semesta.
Jadi kita sama sepatu, kapur tulis itu adalah :
" SATU DZAT "
.
" Bukankah telah datang kepada manusia, satu waktu dari masa?
Sedangkan ia saat belum merupakan sesuatu yang bisa disebut "
(QS. Al- Insaan : 1 ).
.
===============
.
Ketahuilah..
Hal keadaan Dzat itu meliputi sekalian alam.
Tidak mengambil tempat. Kekal hingga hari Qiamat. Maha Suci.
Bersih dari segala sesuatu yang menempel.
.
Itu sebabnya Al- Qur'an menjelaskan bahwa :
" Allah telah men-sifati Diri-Nya sebagai Maha meliputi.
Karena ada yang Maha meliputi.
Tapi bukan Tuhan.
.
Juga Allah-pun men-sifati Diri-Nya dengan Maha Besar.
Karena ada yang Maha besar.
Tapi bukan Tuhan yakni :
" DZAT-NYA "
.
.
IKHWANI...
.
Sifat Esa berdiri pada Dzat.
Dzat Esa dengan Tuhan.
RABBUL 'IZZATI.
.
Dzat itu banyak variasi sebutannya dalam Al- Qur'an diantaranya yakni : " NUR MUHAMMAD "
Ruh Maha Suci.
Sedangkan didalam Ilmu Kalam disebut :
"KOSONG(Tubuh kosong)"
Maha Ruang(Tubuh Maha Ruang).
Tubuh alam semesta.
Dsb.
.
Adakalanya Jasad kita di-ibaratkan " AIR YANG BEKU ".
.
.
APA GUNANYA BELAJAR TAUHID UNTUK MENJALANI KEHIDUPAN SEHARI- APA GUNANYA BELAJAR TAUHID UNTUK MENJALANI KEHIDUPAN SEHARI- HARI ?
.
Nah...
Jika kalian sudah faham tentang Dzat, pasti kalian tidak ragu lagi.
Bahwa dzat kita ini, satu dzat dengan dzat pohon, dzat batu, dzat meja, dzat tanah, air, api, langit dan bumi, dzat syurga dan neraka.
Semua itu satu Dzat dari sumber yang sama.
.
Yang membedakan adalah : Kita manusia beda sifat yang menempel pada dzat masing- masing.
Pemahaman ini pernah Abi jelaskan mengenai Martabat 7 terdahulu.
.
" Beruntunglah kita ini dimanusiakan Allah. Tapi bukan dibinatangkan, bukan dibatukan, dll.
.
Jika kalian dah faham tentang pengertian dua unsur ini yakni :
" Sifat & Dzat "
Insya Allah...
Kalian akan memahami perkataan ini :
.
" MUHAMMAD TUBUHKU.
NUR NYAWAKU.
TUHAN TUBUHKU.
YAA BUDDUHUN "
.
Jika kalian dah memahami tentang dzat dan sifat ini.
Insya Allah...
Kalian juga akan memahami bahwa :
" Antara Dzat dan Sifat itu adalah ESA "
tiada bercerai...
Tiada bersekutu...
Tidak bisa dipisahkan...
.
Inilah pundasi dasar Tauhid untuk memahami ke- Esa-an Allah dan Hamba.
.
.
. Aamiin Allaahumma Aamiin....
Langganan:
Postingan (Atom)