Laman

Selasa, 25 September 2018

25 MANFAAT Serta KEUTAMAAN BACAAN ISTIGFAR:


1 Membuat Allah Gembira
Rasulullah saw bersabda, “Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya seperti kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2 Dicintai Allah
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertobat adalah kekasih Allah. Orang yang bertobat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa. “(HR.Ibnu Majah)

3 Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah bersabda, “Allah telah berfirman,” Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya , maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosanya). “(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi)
Imam Qatadah berkata, “Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar. “(Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

4 Selamat dari api neraka
Hudzaifah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan aku masuk neraka ‘. Bersabda, ‘Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam ‘. “(HR. Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

5 Mendapat balasan surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. “(QS. Ali’Imran: 135-136).

6 Membuat kecewa setan
Sesungguhnya setan telah berkata, “Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya, “Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.” (HR.Ahmad dan al-Hakim).

7 Membuat setan putus asa
Ali bin Abi Thalib pernah didatangi oleh seseorang, “Saya telah melakukan dosa ‘.’ Bertobatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi ‘, kata Ali. Orang itu menjawab,’ Saya telah bertobat, tapi setelah itu saya berdosa lagi ‘. Ali berkata , ‘Bertobatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi, ‘Sampai kapan?’ Ali menjawab, ‘Sampai setan berputus asa dan merasa rugi. “(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

8 Meredam Azab
Allah berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS.al-Anfal: 33).

9 Mengusir kesedihan
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10 Melapangkan kesempitan
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan untuk setiap kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

11 Melancarkan rezeki
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya.” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

12 Membersihkan hati
Rasulullah saw bersabda, “Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Ketika ia bertobat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya. “(HR.Nasa ‘i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

13 Mengangkat derajat di surga
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata, ‘Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata, ‘Karena istighfar anakmu untukmu’. “(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

14 Mengikuti Sunnah Rasul
Abu Hurairah berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.” (HR.Bukhari).

15 Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah bersabda, “Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertobat.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

16 Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati
Allah berfirman, “Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap tak at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur. “(QS.Ali ‘Imran: 15-17).

17 Terhindari dari menjadi orang yang dzalim
Allah berfirman, “… Barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang Dzalim.” (QS. al-Hujurat: 11)

18 Mudah mendapatkan anak
Allah berfirman, “Maka aku katakan kepada mereka:” Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai. “(QS.Nuh: 10-12).

19 Mudah mendapatkan hujan
Ibnu Shabih berkata, “Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98)

20 Bertambah kekuatannya
Allah berfirman, “Dan (dia berkata):” Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. ” (QS. Hud: 52)

21 Bertambah kesejahteraannya
Allah berfirman, “Maka aku katakan kepada mereka:” Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. “(QS.Nuh: 10-12).

22 Menjadi orang yang beruntung
Allah berfirman, “Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata, “Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.” (HR.Bukhari).

23 Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman, “Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan sore) dan pada bagian awal dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. “(QS. Hud: 114).

24 Tanda sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda, “Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin. “(HR.Ahmad ).

25 Berkepribadian sebagai orang bijak
Seorang ulama berkata, “Tanda orang yang arif (bijaksana) itu ada enam. Bila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Bila menyebut dirinya, ia merasa hina. Bila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Bila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Ketika disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan ketika mengingat dosanya, ia segera beristighfar.

[Kitab Tanbihul Ghafilin]

۞اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

Senin, 17 September 2018

**Pappasang Tau Riolo**

Assalamu Alaikum.Wr.Wb.

*Langere' baji'-bajiki anne ana', pantamai ri lalang atinnu, nanu gaukangki...
Teako attinroi punna tena natangkasa' kalennu siagang atinnu. Teako a'jappai punna tena nuboliki katallassannu ri patanna linoa. Anjo kakodianga a'rurungangi kabajikanga. Ikatte mami ammilei kerea ero' ri pinawang...

*Su'jukku teai ulunna bawang, pasu'juki atinnu siagang akkala'nu. Tena ruanna, tena singkammanna Karaeng Allah Ta'ala. Nu angkaki limannu nanu lappassang anne cinnanu rilinoa. Saba' niami Karaeng Allah Ta'ala antayangko nanu sa'bumi KalompoanNa....

*Je'ne Sambayang anjari pa'bissa kalennu. Zikkiri anjari pa'bissa atinnu. Tafakkoro'nu anjari pa'bissa pikkirannu. Sukkuru' na ikhlaska anjari pa'bissa cinnanu rilinoa. Sa'bara anjari pa'bissa kalarroannu....
*Manna Ronrong linoa, gesara' butta maraeng, Tu Mangkasaraka Abulo sibatang tonji, accera' sitongka-tongka tonji..

*Le'ba kusoronna biseangku, kucampa'na sombalakku, tamassaile punna teai labuang
*Ku alleangi tallanga na toalia
Eja pi nikana doang..
Teai mangkasara' punna bokona loko'

*Oe ana’ku… a’ngu’rangiko, nia’ antu tallu cappa (cappa Lila, cappa Kabura'neannu na cappa badi') nuerang, Punna joengko ri bori maraeng, jagai baji-baji' tallu cappaka. I kau assawala iyareka su'lu, battu rikauji antekamma gio'nu siagang tallu cappa' nueranga.

*Manna Intang Balla'nu, Bulaeng Co'corannu, tamanaika ka iratei la'baku.. La'baku sibungkeng. Pa'risikku sikapoyang. Je'ne matangku ma'solong si lepa-lepa...

*Sa’ribattangaji tojeng . Iyaji kalli majarre'. Pindu cikali. Naempoi ranggasela...
*Apayya kau nupasang Punna nakku' ri amma'nu. Inakke iya Anginga punna lammiri'...
*Punna bokomo lampaku Teako rampea' kodi Rampea' golla Nakurampeko kaluku...
*Bulu' Lompobattammo anjo cini Ti’rinna bawakaraeng Iya tea gio Iya tena ta’lenggang-lenggang...
*Niaka' anne mammempo Angngerang kasi asiku Saba' nia'na Hajjakku lakupabattu....
*Kamase-mase kuerang Taddongko rimangko kebo' Naki'minasa Nipaempo kalabbirang...
*Apa nikanre ri anja Nikaddo ri padatari Sambayangiya Puasa sibulangiya...

Minggu, 16 September 2018

HAKIKAT IQRO (Bacalah)

Ketika Nabi berada didalam gua hiro waktu itu usia Nabi sudah menginjak 40 tahun,disanalah Nabi mendapat wahyu pertama dari jibril IQRO BISMI ROBBIKAL LADZI KHOLAQ...Artinya: ("Bacalah Ya Muhammad,dengan menyebut Nama Tuhanmu yang menciptakan...")

 ternyata disanalah pertama kali Nabi Makrifat atau mengenal Alloh melalui perantara malaikat Jibril,jadi hakikat BACA disana bukan baca dengan mulut karena beliau Nabi yang Ummi (tidak bisa baca tulis)
 makanya nabi berkata AKU TIDAK BISA MEMBACA tapi maksudnya jibril disana bukan disuruh baca dengan bibir tapi BACALAH DENGAN MATA HATIMU,lihatlah Tuhanmu dengan Hatimu" 

lalu Nabi pun membaca dengan hatinya (makrifat/mengenal Alloh) rasa sampai kepada Alloh,disanalah Alloh pun mengutus Nabi menjadi Rosul di usia 40 tahun,setelah Nabi melihat dan merasakan Kejadian tersebut di gua hiro,nabi pun bergegas pulang ke rumah menemui Istrinya "Siti Khodijah" dan menceritakan kejadian tersebut pada khodijah,dan tanpa berpikir panjang Khodijah pun percaya pada ucapan Nabi karena selama ini Nabi adalah orang yang selalu jujur tidak pernah berbohong atau bergelar Al-Amin dan Khodijah pun langsung memeluk islam waktu itu,dia-lah wanita pertama dizaman Nabi yang memeluk islam.
.
Lalu Apa hakikat Nabi diangkat Rosul oleh Tuhan diusia 40 tahun? disana ada angka 4 dan 0,empat itu menceritakan ilmu yang 4 yang diajarkan Jibril kepada Nabi yaitu SYARIAT TAREKAT HAKIKAT MAKRIFAT sedangkan 0 artinya kosongnya Hati atau kosongkan isi hati maka disanalah didalam hati yang kosong dan tenang Engkau akan menyaksikan Laa Maujud illAlloh..
.
#Semoga faham ya saudaraku dan bermanfaat,akhir kata dari saya #Wassalam...

" Penghuni Syurga yang Sedang Berjalan diatas Muka Bumi ini., Thalhah Bin Ubaidillah R.A "

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Bismillahirrah Manirrahim..
Thalhah bin Ubaidillah Bin Utsman Bin Amru Bin Ka'ab Bin Sa'ad Bin Taim Bin Murrah Bin Ka'ab Bin Lu'ai., Ibunya Bernama Ash-Sha'bah Binti Al Hadrami, saudara perempuan Al Ala'. Wanita ini telah menyatakan dirinya sebagai seorang muslimah. Ia seorang pemuda Quraisy yang memilih profesi sebagai saudagar. Meski masih muda, Thalhah r.a. punya kelebihan dalam strategi berdagang, ia cerdik dan pintar, hingga dapat mengalahkan pedagang-pedagang lain yang lebih tua.
Pada suatu ketika Thalhah Bin Ubaidillah r.a. dan rombongan pergi ke Syam. Di Bushra, Thalhah Bin Ubaidillah r.a. mengalami peristiwa menarik yang mengubah garis hidupnya. Tiba-tiba seorang pendeta berteriak-teriak, "Wahai para pedagang, apakah di antara tuan-tuan yang berasal dari kota Makkah?", "Ya, aku penduduk Makkah", Jawab Thalhah.

"Sudah munculkah orang di antara kalian orang bernama Ahmad?" tanyanya. "Ahmad yang mana?", "Ahmad Bin Abdullah Bin Abdul Muthalib". Bulan ini pasti muncul sebagai Nabi penutup para Nabi. Kelak. ia akan hijrah dari negerimu ke negeri Berbatu-batu hitam yang banyak pohon kurmanya. Ia akan pindah ke negeri yang subur makmur, memancarkan air dan garam. Sebaiknya engkau segera menemuinya wahai anak muda" kata pendeta itu.

Ucapan pendeta itu begitu membekas di hati Thalhah Bin Ubaidillah r.a., sampai tanpa menghiraukan kafilah dagang di pasar ia langsung pulang ke Makkah. Setibanya di Mekkah, ia langsung Bertanya kepada keluarganya, "Ada peristiwa apa sepeninggalku?", "Ada Muhammad bin Abdullah mengatakan dirinya Nabi dan Abu Bakar Bin Ash'Shiddiq r.a telah mempercayai dan mengikuti apa yang dikatakannya", jawab mereka.

"Aku kenal Abu Bakar r.a. Dia seorang yang lapang dada, penyayang dan lemah lembut. Dia pedagang yang berbudi tinggi dan teguh. Kami berteman baik, banyak orang menyukai majelisnya, karena dia ahli sejarah Quraisy," gumam Thalhah bin Ubaidillah r.a. lirih.
Setelah itu Thalhah bin Ubaidillah r.a langsung menemui Abu Bakar r.a dan Bertanya: "Benarkah Muhammad Bin Abdullah telah menjadi Nabi dan engkau mengikutinya?" Abu Bakar r.a menjawab: "Betul". Kemudian Abu Bakar r.a menceritakan kisah Muhammad SAW sejak peristiwa di gua Hira' sampai turunnya ayat pertama. Abu Bakar r.a mengajak Thalhah bin Ubaidillah r.a. untuk masuk Islam.

Usai Abu Bakar r.a bercerita Thalhah Bin Ubaidillah r.a , ganti bercerita tentang pertemuannya dengan pendeta Bushra. Abu Bakar r.a tercengang. Lalu Abu Bakar r.a mengajak Thalhah bin Ubaidillah r.a. untuk menemui Muhammad SAW dan menceritakan peristiwa yang dialaminya dengan pendeta Bushra.
Di hadapan Rasulullah saw, Thalhah bin Ubaidillah r.a. langsung mengucapkan dua kalimat syahadat.
Keluarganya dan orang-orang satu sukunya berusaha mengeluarkannya dari agama Islam. Mulanya dengan bujuk rayu, namun karena pendirian Thalhah bin Ubaidillah r.a sangat kokoh, mereka akhirnya bertindak kasar.

Siksaan demi siksaan mulai mendera tubuh anak muda yang santun itu. Sekelompok pemuda menggiringnya dengan tangan terbelenggu di lehernya, orang-orang berlari sambil mendorong, memacu dan memukuli kepalanya dan ada seorang wanita tua yang terus berteriak mencaci maki Thalhah bin Ubaidillah, yaitu ibunya, Ash-Sha'bah. Tak hanya itu, pernah seorang lelaki Quraisy, Naufal bin Khuwailid yang menyeret Abu Bakar r.a dan Thalhah bin Ubaidillah r.a. mengikat keduanya menjadi satu dan menyiksakan sampai darah mengalir dari tubuh sahabat yang mulia ini.
Peristiwa ini mengakibatkan Abu Bakar r.a dan Thalhah bin Ubaidillah r.a. digelari Al-Qarinain atau sepasang sahabat yang mulia. Tidak hanya sampai disini saja cobaan dan ujian yang dihadapi Thalhah bin Ubaidillah r.a., semua itu tidak membuatnya surut, melainkan makin besar bakti dan perjuangannya dalam menegakkan Islam, hingga banyak gelar dan sebutan yang didapatnya antara lain "Assyahidul Hayy", atau syahid yang hidup.

Julukan ini diperolehnya dalam perang Uhud. Saat itu barisan kaum muslimin terpecah belah dan kocar-kacir dari samping Rasulullah. Yang tersisa di dekat beliau hanya 11 orang Anshar dan Thalhah bin Ubaidillah r.a. dari Muhajirin. Rasulullah SAW dan orang-orang yang mengontrol beliau naik ke bukit tadi dihadang oleh kaum musyrikin.

"Siapa berani melawan mereka, dia akan menjadi temanku kelak di surga", seru Rasulullah SAW ."Aku Wahai Rasulullah SAW", kata Thalhah bin Ubaidillah r.a . "Tidak, jangan engkau, kau harus berada di tempatmu."Aku ya Rasulullah SAW", kata seorang prajurit Anshar. "Ya, majulah", kata Rasulullah SAW. Lalu prajurit Anshar itu maju melawan prajurit-prajurit kafir. Pertempuran yang tak seimbang mengantarkannya menemui kesyahidan.

Rasulullah SAW kembali meminta para sahabat untuk melawan orang-orang kafir dan selalu saja Thalhah bin Ubaidillah r.a. mengajukan diri pertama kali. Tapi, senantiasa ditahan oleh Rasulullah SAW dan diperintahkan untuk tetap ditempat sampai 11 prajurit Anshar gugur menemui syahid dan tinggal Thalhah bin Ubaidillah r.a. sendirian Bersama Rasulullah SAW.,
Saat itu Rasulullah SAW berkata kepada Thalhah bin Ubaidillah r.a., "Sekarang engkau, wahai Thalhah". Dan majulah Thalhah bin Ubaidillah r.a dengan semangat jihad yang berkobar-kobar menerjang ke arah musuh dan mengusir agar jangan mendekati Rasulullah SAW. Lalu Thalhah r.a berusaha menaikkan Rasulullah SAW sendiri ke bukit, kemudian kembali menyerang hingga tak sedikit orang kafir yang tewas.

Saat itu Abu Bakar Bin Ash'Shiddiq r.a dan Abu Ubaidah Bin Jarrah r.a. yang berada agak jauh dari Rasulullah SAW., telah sampai di dekat RasulullahSAW. "Tinggalkan aku, bantulah Thalhah r.a, kawan kalian", seru Rasulullah SAW. Keduanya bergegas mencari Thalhah bin Ubaidillah r.a., ketika ditemukan, badannya berlumuran darah segar. Tak kurang 79 luka bekas tebasan pedang, tusukan tombak dan lemparan panah memenuhi tubuhnya dan pergelangan tangannya putus sebelah.
Dikiranya Thalhah r.a sudah gugur, ternyata masih hidup. Karena itulah gelar syahid yang hidup diberikan Rasulullah SAW. "Siapa yang ingin melihat orang Berjalan di muka bumi setelah mengalami kematiannya, maka lihatlah Thalhah r.a.", sabda Rasulullah SAW.,
Sejak saat itu bila orang membicarakan perang Uhud dihadapan Abu Bakar ra., maka beliau selalu menyahut, "Perang hari itu adalah peperangan Thalhah r.a. seluruhnya sampai akhir hayatnya".
Kemurahan dan kedermawanan Thalhah bin Ubaidillah r.a. patut kita contoh dan kita teladani. Dalam hidupnya ia memiliki tujuan utama yaitu bermurah dalam pengorbanan jiwa. Thalhah bin Ubaidillah r.a merupakan salah seorang dari sepuluh orang yang pertama masuk Islam, dimana pada saat itu satu orang bernilai seribu orang.

Sejak awal keislamannya sampai akhir hidupnya dia tidak pernah mengingkari janji. Janjinya selalu tepat. Ia juga dikenal sebagai orang jujur, tidak pernah menipu apalagi berkhianat. Thalhah bin Ubaidillah r.a. bagaikan sungai yang airnya mengalir terus menerus mengairi dataran dan lembah. Ia adalah seorang dari kaum muslimin yang kaya raya, tapi pemurah dan dermawan. Istrinya bernama Su'da binti Auf.
Pada suatu hari istrinya melihat Thalhah bin Ubaidillah r.a. sedang murung dan duduk termenung sedih. Melihat kondisi suaminya, sang istri segera menanyakan penyebab kesedihannya dan Thalhah ra. mejawab, "Uang yang ada di tanganku sekarang ini begitu banyak sehingga memusingkanku. Apa yang harus kulakukan?" Maka istrinya berkata, "Uang yang ada ditanganmu itu bagi-Bagikanlah kepada fakir-miskin". Maka dibagi-bagikannyalah seluruh uang yang ada ditangan Thalhah tanpa meninggalkan sedinar pun.

As-Saib bin Zaid r.a Berkata tentang Thalhah bin Ubaidillah r.a., katanya, "Aku berkawan dengan Thalhah r.a baik dalam perjalanan maupun sewaktu bermukim. Aku melihat tidak ada seorangpun yang lebih dermawan dari dia terhadap kaum muslimin. Ia mendermakan uang, sandang dan pangannya".

Jabir bin Abdullah r.a berbicara, "Aku tidak pernah melihat orang yang lebih dermawan dari Thalhah r.a walaupun tanpa diminta". Oleh karena itu patutlah jika dia dijuluki "Thalhah si dermawan", "Thalhah si kaya harta","Thalhah kebaikan dan kebajikan".
Sewaktu terjadi pertempuran "Al-jamal", Thalhah r.a. (di pihak lain) bertemu dengan Ali bin Abi Thalib r.a. dan memperingatkan agar ia mundur ke barisan paling belakang. Sebuah panah beracun mengenai betisnya, maka dia segera dipindahkan ke Basrah dan tak berapa lama kemudian karena lukanya ia wafat. Thalhah bin Ubaidillah r.a. wafat pada usia 60 tahun dan dimakamkan di suatu tempat dekat padang rumput di Basrah.

Sesungguhnya Thalhah bin Ubaidillah r.a. berharap bisa gugur ketika berjuang bersama Rasulullah SAW. saat menghadapi musuh Islam. Namun, ketentuan Ilahi menghendaki dia Berjuang Bersama Orang-orang Islam., Rasulullah SAW pernah berkata kepada para sahabat, "Orang ini termasuk yang gugur, dan Barang siapa senang melihat seorang syahid Berjalan diatas bumi maka lihatlah Thalhah bin Ubaidillah r.a ". Hal itu juga dikatakan Allah dalam firmanNya:
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلً
Mina l-muʾminīna rijālun ṣadaqū mā ʿāhadū llāha ʿalayhi fa-minhum man qaḍā naḥbahū wa-minhum man yantaẓiru wa-mā baddalū tabdīlan.

Artinya : "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur. Dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah janjinya. " (Al-Ahzaab 33:23).
.. Hijrah Musafir

SIFAT KEMALAIKATAN.

Malaikat katanya berbulu? iya didirimu itu juga ada banyak bulu,bulu rambut bulu kumis dan bulu2 lainnya.
.
Malaikat katanya suka mengepakkan sayapnya? iya dirimu juga bisa,ambil sana palu sama paku lalu pukulkan palu itu pada pakunya,itu lihatlah tanganmu naik turun seolah-seolah seperti sedang mengepakkan sayapnya.
.
Malaikat itu katanya gak pernah tidur? iya betul,itu juga nafasmu tidak pernah tidur,setiap hari keluar masuk terus menerus tiada henti,walaupun jasadmu tidur tp nafasmu tidak pernah tidur.
.
Malaikat katanya suka menuliskan catatan amal? iya benar,itu kamu kemarin nyolong pohon mangga tetangga,berarti tanganmu sendiri seolah-olah sedang menulis amal burukmu.
.
Malaikat juga katanya suka membagikan rezeki pagi2 sekali? iya betul,begitu juga dirimu suka berangkat kerja subuh2 mencari rezeki,seolah-olah engkau sedang membagikan rezeki untukmu sendiri.
.
Malaikat juga katanya,jibril bila mengepakan sayapnya,maka panjangnya akan mencapai timur dan barat? iya didirimu juga bisa,banyak kan manusia yang berpergian kebarat dan kearah timur (keluar negeri).
.
Malaikat juga katanya bukan wanita bukan pria? iya didirimu juga ada,yaitu Ruhanimu dia dari Nur Tuhan dia bukan laki2 bukan perempuan.

INGAT MATI UNTUK KEMATIAN DIRI


Al-Jurairi menuturkan, “Aku hadir pada saat Imam Al-Junaid tengah menghadapi sakaratul-maut. Waktu itu hari Jum’at dan bertepatan dengan hari Nairuz (Tahun Baru kalender Persia). Dia sedang membaca Al-Qur’an dan ketika dia selesai membacanya, aku bertanya kepadanya: ‘Wahai Abu Qasim! Akankah engkau mati dalam keadaan begini?’ Lalu dia menjawab, ‘Akankah diriku lebih berhak memutuskan, padahal Dia-lah yang Maha Berkuasa menutup catatan amalku.”

Hatim Al-Asham berkata, “Barang siapa melewati perkuburan dan tidak berpikir tentang dirinya sendiri atau berdoa untuk para penghuninya, berarti dia telah menghianati mereka dan juga dirinya sendiri.”

Bakr al-‘Abid pernah berkata, “Wahai ibuku! Alangkah baiknya seandainya engkau mandul dan tidak pernah melahirkan aku, sebab anakmu ini akan terpenjara sangat lama di dalam kubur dan setelah itu, masih ada lagi perjalanan panjang.”

Yahya bin Muadz Ar-Razi berkata, “Wahai anak Adam! Tuhanmu telah memanggilmu ke negeri kedamaian, maka lihatlah, dari tempat mana engkau menjawab panggilan itu. Jika engkau menjawab panggilan itu sejak dari masa hidupmu di dunia dan menyibukkan diri demi perjalanan menuju negeri kedamaian itu, maka tentu engkau akan berhasil mencapainya. Namun, jika engkau menjawabnya dari alam kubur, maka engkau akan terhalang darinya.”

--Dikutip dari kitab Dzikrul-Maut, Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.

MANUSIA HARUS BERUSAHA AGAR BISA KEMBALI KEPADA ASALNYA.

Kita manusia didunia ini seperti air hujan yang berasal dari laut ingin kembali kelaut agar kembali tenang sunyi disisinya..
.
Ketika awan menarik butiran air laut menjadi uap kecil lalu berkumpullah air laut tadi diatas awan hitam hingga menjadi berubah jadi tidak asin lagi rasanya (jadi Tawar) ,lalu diturunkanlah sang air kebumi namanya berubah menjadi air hujan,disana air hujan kebingungan harus berjalan kearah mana? lalu ditemuilah sebuah selokkan kecil lagi kotor,dia mencoba mengalir disana berlumur dosa,bau,berminyak,penuh noda,lalu setelah melalui perjalanan panjang dari selokan kecil dan kotor,air hujan kini sampai di sungai yang sangat besar tapi perjalanan disana juga tidak mudah,banyak batu-batu besar dan sampah yang siap menghadangnya,air hujan berjibaku berjuang keras melawan derasnya arus air bertahun-tahun.
.
Dengan penuh kesabaran menempuh perjalanan disungai begitu lamanya dengan penuh perjuangan dan kesabaran akhirnya sang air hujan pun telah berhasil sampai ditujuan akhir (laut) tidak lagi kotor tidak lagi berdosa suci bersih kembali keasal-muasalnya,dengan perasaan tenang bahagia sunyi dalam damai menyatu kembali dengan air laut.


Wassalam