Laman

Senin, 25 Agustus 2014

BERPIKIR POSITIF


Pada saat Imam Junaid berangkat dari rumah menuju masjid untuk sholat Jum'at, orang-orang yang membenci beliau mengguyurkan air comberan hingga membasahi baju yg dikenakan.
Diperlakukan seperti itu, Imam Junaid tersenyum kemudian berkata,
"Orang yg sepantasnya kena api neraka, hanya disiram dengan air tidak sepantasnya untuk marah."
Beliau akhirnya pulang kembali ke rumah dan meminjam kain yang dikenakan istrinya.
* * *
Imam Syafi'i dikenal memiliki akhlak yg mulia. Sampai-sampai, orang-orang yang membenci beliau tidak mampu membuatnya marah. Meskipun sudah mencoba berbagai cara.
Suatu saat Imam Syafi'i menjahitkan sebuah kain agar dibuat sebuah baju kepada seorang penjahit. Orang-orang yang benci pada beliau setelah mengetahui hal ini, tidak membuang kesempatan. Mereka datangi penjahitnya. Dirayu dengan imbalan besar agar mau membuat baju yang ukuran lengan kanannya kecil sekali dan lengan kirinya dibuat sangat lebar. Tentu saja hal ini dilakukan untuk membuat Imam Syafi'i marah.
Pada waktu yg telah disepakati, Imam Syafi'i mendatangi penjahit untuk mengambil baju pesanannya. Setelah melihat baju yg sudah jadi, dengan senyum beliau berkata kepada penjahit,
"Semoga Allah membalas kebaikanmu. Kamu telah membuat lengan kanan sempit, ini pas sekali. Karena biasanya aku gunakan menulis. Aku tidak perlu menyingsingkannya. Dan kamu telah membuat lengan yg kiri lebar. Ini juga tepat sekali, karena biasa aku gunakan untuk membawa kitab."
* * *
Dari dua kisah ini kita bisa belajar apa yg disebut “HUKUM TRUK SAMPAH”.
Banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti benci, frustrasi, kemarahan dan kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.
Jangan diambil hati, tersenyum saja, berpikir positif, lalu lanjuntkan hidup. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui.
Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar