Laman

Selasa, 05 Januari 2016

TERAPI PENYUCIAN JIWA (TAZKIYATUN NAFS)

Assalamualaikum wr wb
Sahabatku rahimakumullah,
Tubuh manusia itu terdiri dari dua unsur : jiwa (ruh) dan raga (jasad). Islam tidak membiarkan salah satunya lebih dominan atas yang lainnya, tapi Islam mengajak untuk berpegang teguh pada akhlak terpuji dan meninggalkan akhlak yang jelek serta menjauhinya. Jadi tidak hanya raga yang membutuhkan pemenuhan kebutuhannya seperti makan, minum, dan sebagainya. Akan tetapi, jiwa juga membutuhkan santapan dan nutrisi. Hal ini dapat dipenuhi dengan melakukan MALAN-AMALAN HATI sehingga mampu menjernihkan jiwa dan menyegarkan amal ibadah.
AMALAN-AMALAN HATI sebagai sarana untuk penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) seperti ikhlas, ridha, syukur, tawakal, taat, qanaah, iffah (menjaga diri dari sesuatu yang diharamkan), takwa, jujur, tawadhu, zuhud, tobat dan lain-lain.
Tazkiyatun Nafs juga berarti penyucian diri dari penyakit-penyakit hati, seperti riya, iri, hasad, dengki, sombong, bakhil dsb.
Sahabatku,
Keberuntungan dan kesuksesan seseorang, sangat ditentukan oleh seberapa jauh ia men-tazkiyah dirinya. Barangsiapa tekun membersihkan jiwanya maka sukseslah hidupnya. Sebaliknya yang mengotori jiwanya akan senantiasa merugi, gagal dalam hidup
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,”(QS. Asy Syams 91:9). “Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams 91:10).
TERAPI MENYUCIKAN JIWA
Menurut Ibnu Qayyim Al Jauzi, Sesungguhnya rangkaian ibadah yang diajarkan Allah dan RasulNya telah memuat terapi tazkiyatun nafs dengan sendirinya. Bahkan bisa dikatakan bahwa inti dari ibadah-ibadah seperti shalat, shaum, zakat, haji dan lain-lain itu tidak lain adalah aspek-aspek tazkiyah.
Terapi menyucikan jiwa menurut Al Qur’an antara lain melalui :
1. Shalat wajib dan menambahnya dengan shalat sunat karena shalat lebih besar keutamaanya dibandingkan dengan ibadah lainnya (QS. Al Ankabut 29:45).
Shalat bila dikerjakan secara khusyu', ikhlas Insya Allah akan menjadi pembersih jiwa, sebagaimana sabda Rasul Saw :"Bagaimanakah pendapat kamu kalau di muka pintu (rumah) salah satu dari kamu ada sebuah sungai, dan ia mandi daripadanya tiap hari lima kali, apakah masih ada tertinggal kotorannya? Jawab sahabat: Tidak. Sabda Nabi: "Maka demikianlah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapus dengannya dosa-dosa". (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Dari hadits di atas nampak sekali bahwa misi utama penegakan shalat adalah menyangkut tazkiyatun nafs. Artinya, dengan shalat secara benar (sesuai sunnah), ikhlas dan khusyu', jiwa akan menjadi bersih, yang digambarkan Rasul Saw seperti mandi di sungai lima kali. Sebuah perumpamaan atas terhapusnya kotoran-kotoran dosa dari jiwa. Secara demikian, bisa kita bayangkan kalau ibadah shalat ini ditambah dengan shalat-shalat sunnah. Tentu nilai kebersihan jiwa yang diraih lebih banyak lagi.
2. Memperbanyak membaca lafaz dzikir pagi dan petang (QS. An Nur 24:36) seperti tasbih, istighfar, tahlil, tahmid dan takbir, dengan banyak mengingat Allah SWT agar jiwa menjadi tenang (QS. Ar Ra’d 13:28).
3. Membaca Al Qur’an dengan perlahan-lahan, khususnya diakhir malam (QS.Al Muzzammil 73:4).
Menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs) menjadi kebutuhan kita, karena dalam ayat yang lain juga disebutkan bahwa nantinya harta dan anak-anak tidak bermanfaat di akhirat. Tetapi yang bisa memberi manfaat adalah orang yang menghadap Allah dengan Qalbun Salim, yaitu hati yang bersih dan suci.
Allah Swt berfirman: "yaitu di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih". (Asy-Syu'araa':88-89).
Tentu usaha pensucian jiwa ini mesti dilakukan secara rutin, terus-menerus dengan penuh keikhlasan mengharap ridhA Allah SWT. Karena musuh utama kita setan yang terkutuk dan orang-orang yang bersekutu dengannya tidak akan pernah berhenti menggoda agar jiwa kita kotor dan jauh dari Allah.
Semoga kita dan anak keturunan kita termasuk orang-orang yang konsisten untuk senantiasa menyucikan jiwanya agar kelak dapat menghadap Allah dengan qalbun salim (hati yang bersih). Aamiin.
Semangat Pagi sahabatku, Selamat beraktifitas kembali untuk menjemput rezeki yang disediakan Allah Swt. Jangan lupa untuk saling berlomba dalam kebaikan dan saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran.
Allahumma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
Semoga tulisan ini membawa manfaat bagi diri saya dan kita semua. Amin
Terima kasih, thank you n matur Syukran atas waktunya.
Bâraka Allâh fîkum. Amiin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar