Laman

Kamis, 23 Januari 2014

Alam Malakut

“Seandainya bukan karena setan menyelimuti jiwa anak cucu Adam, niscaya mereka menyaksikan malaikat di langit.” (HR Ahmad).

Ketika seseorang mampu membuka tabir yg menghijab dirinya, dia bisa menembus masuk ke dalam suatu alam yg disebut dg alam mitsa
l (istilah Ibnu ‘Arobi) atau alam khayal (istilah Al-Ghozali), yg diterjemahkan oleh William C Chittick dg The Imaginal Worlds.

Alam mitsal disebut jg dg alam antara (barzakh) karena berada di antara alam syahadah mutlak dan alam ghoib.

Ini menunjukkan bahwa alam barzakh bukan hanya alamnya orang yg sudah wafat, melainkan jg dapat diakses orang-orang yg masih hidup, tetapi diberi kekhususan oleh Allah.

Dg kata lain, tidak mesti harus menunggu kematian untuk mengakses alam barzakh.

Alam mitsal adalah alam spiritual murni, tetapi masih bisa bertransformasi ke alam syahadah.

Orang-orang yg diberi kemampuan memasuki alam ini memiliki kekhususan untuk mengaktifkan indra-indra spiritualnya sehingga mereka mampu berkomunikasi secara spiritual dg alam-alam lain, termasuk dunia lain.

Mereka bisa berkomunikasi interaktif dg arwah yg meninggal jauh sebelumnya. Mereka pun dapat berkomunikasi dg malaikat dan jin, termasuk dg benda-benda alam, tumbuh-tumbuhan, dan hewan.

Ingat, tidak ada ‘benda mati’ dalam kamus Tuhan. Semua bisa bertasbih, “Tetapi, kita yg tidak mampu memahami tasbih mereka (wa lakin la ta’lamuna tasbihahum),” demikian penegasan Allah.

Pengalaman ini banyak ditunjukkan di dalam Alquran dan hadits seperti peristiwa
Nabi Khidir yg diberi ilmu ladunni (min ladunni ‘ilman) dalam Suroh al-Kahfi.
Dg ilmunya itu, ia memahami masa depan anak kecil yg dibunuhnya.

Nabi Sulaiman bisa berkomunikasi dg malaikat, jin, burung-burung, ikan, dan angin.

Nabi Muhammad dalam beberapa hadits dijelaskan berdialog dg binatang (unta dan kijang), berdialog dg mimbar tua, dan berkomunikasi dg nabi-nabi yg hidup jauh di masa sebelumnya. Nabi secara intensif berkomunikasi dg Jibril dan malaikat-malaikat lainnya.

Dalam literatur tasawuf, ternyata bukan hanya para nabi yg dapat mengakses alam barzakh dg alam mitsalnya. Para wali (auliya’) dan orang-orang pilihan Tuhan pun melakukannya.

Kitab Jami’ Karomatal-Auliya’ karya Syekh Yusuf bin Isma’il al-Nabhani (2 jilid) mengungkap sekitar 695 nama berkemampuan mengakses alam mitsal.

Alam Malakut lebih di kenal dg alam Para Malaikat dan jin, merupakan suatu alam yg tingkat kedekatannya dg alam puncak lebih utama dari pada alam—alam sebelumnya.

Namun, Alam Malakut masih lebih rendah dari pada alam diatasnya, seperti jabarrut dan al-a’yan al-Tsabitah,

Alam Malakut memiliki penghuni tetap, yaitu para malaikat utama, seperti Jibril, Mikail, Israfil, dan lain-lain. Alam ini lebih dekat dg “Maqam Puncak”, yg biasa disebut Haramil Qudsiyyah.

Alam Jabarut merupakan kelanjutan dari alam Malakut. Kedua alam ini sama-sama di dalam alam gaib mutlak.

Namun, Alam Jabarut berada di atas lagi. Tidak semua penghuni alam Malakut dapat mengakses alam tersebut. Hal ini membuktikan, sesama penghuni alam Malakut tidak memiliki kapasitas yg sama di mata Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Semoga Bermanfaat..

 

1 komentar:

  1. Dari mana Anda mengetahuinya? Apakah anda sudah mengalaminya ?

    BalasHapus