Laman

Jumat, 29 Agustus 2014

Bergantung kepada Alloh semata


Mendengar penjelasan Kang Soleh, tentang kebergantungan hanya kepada Alloh, Firman masih duduk termenung. Raut wajahnya kelihatan sedikit agak tenang, namun sorot matanya terlihat membumbung tinggi ke awan. Nafasnya terdengar memanjang. Perlahan – lahan iapun mulai berbicara.
“ Berarti berkurangnya harapan, karena masih menggantungkan kepada amal, ya kang ?” tanya Firman.
“ Mestinya, kamu sudah bisa menjawab pertanyaanmu….” Jawab Kang Soleh.
“ Supaya hati tidak bergantung kepada amal, gimana Kang ?” tanya Firman.
Kang Soleh, ikut termenung mendengar pertanyaan Firman.
“ Kamu ngaji yang bener…. cari guru pembimbing yang bener…….” jawab Kang Soleh sekenanya.
“ Itu sudah pasti lah kang……, kasih sedikit pencerahan ya….?” Pinta Firman.
“ Pertama – tama seorang dalam beramal, biasanya melihat dengan beramal itulah yang membawanya kehadirat Alloh. Segala aktivitasnya dijadikan kendaraan untuk menuju Alloh. Bila kamu dalam berbisnis, itupun bisa dijadikan kendaraan menuju Alloh.
Ia melihat melalui penyebab amalnya, aktivitasnya, ia berharap menuju Alloh. Amaliahnya ini yang dijadikan alat menuju Alloh.
Pada tahap selanjutnya, pandangannya akan berubah. Ia melihat amaliah, aktivitas yang ia lakukan bukan lagi sebagai alat, namun mutlak karunia Alloh semata, dan kehampirannya kepada Alloh juga mutlak karena karunia Alloh semata.”
“ Masih agak bingung kang ??????” tanya Firman.
“ Dengarkan dengan hatimu…..”
“ Rubahlah dari bergantung kepada amal, kepada pemberi amal itu sendiri….. karena kamu bisa beramal, bukan karena kemampuanmu, kepintaranmu… namun karunia Alloh semata.”
“ Terus ????? “ sela Firman.
“ Kalau kamu mau dikasih proyek sama seseorang saja, kamu semangat, masa….. mau dikasih pemberi maha proyek, kamu ga semangatttt ? “
“ Tandanya saya lagi dikasih karunia gimana kang ? “ sela Firman lagi.
“ Kamu diberi taat dalam ibadahmu…….”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar