Laman

Jumat, 29 Agustus 2014

Gantungkan kepada Alloh bukan yang lain


“Saya sudah terlalu pusing kang… strategi sudah saya persiapkan, dari skenario satu, dua, tiga sudah saya planning dengan penuh matang. Namun yang terjadi bisnis saya kandas juga, yang terjadi di lapangan justru diluar strategi yang sudah saya persiapkan sebelumnya.” Keluh kesah Firman kepada Kang Soleh.
Kang Solehpun masih terdiam, sambil sesekali meminum air putih yang ada di mejanya.
“Saya tidak hanya itu kang yang saya lakukan, berdo’apun setiap selesai sholat saya lakukan. Shalat malam saya lakukan, sedekah saya lakukan. Kok hasilnya malah begini kang …….” agak mengeras suara Firman.
Mendengar keluhan Firman, Kang Soleh justru nyengir.
” Kok, malah ngejek saya kang ? ” suara Firman agak sedikit mengeras.
” Kamu kesini, mau diskusi, sharing bareng, atau mau ngajak berantem ?” balas Kang Soleh.
” Ya diskusi kang, siapa tahu saya dapat pencerahan.”
” Kalau mau cari pencerahan, kita ngobrolnya abis subuh saja, dan ngobrolnya di halaman, jangan di dalam rumah….” celoteh Kang Soleh sambil terkekeh.
Firmanpun, masih belum paham maksud Kang Soleh.
“Maksudnya gimana kang ?”
” Ya…. sambil lihat matahari yang baru terbit…. kang cerah….he…he….” jawab Kang Soleh.
Firmanpun, sedikit ikut tersenyum mendengar gurauan Kang Soleh.
Sesaat kemudian, Kang Soleh mulai berkata,
” Kamu masih ingatkan, saat kita ngaji Al Hikam sama Kyai Ilyas, saat pertama kajian ada kalimat indah seperti ini, “salah satu tanda bergantung pada amal adalah berkurangnya harapan tatkala gagal”.
Sikap keluhanmu itu, muncul karena hatimu bergantung kepada usahamu, strategimu, lobby – lobbymu, perhitungan matematis untung rugimu….. ya kan ?
Ketika hatimu menggantungkan kepada usahamu, strategimu, lobby – lobbymu dan hasilnya tidak sesuai seperti yang kamu harapkan…… yang muncul yang kecewa…., ketika kecewa yang muncul selanjutnya… harapanmu berkurang ……
Itu karena apa ? karena ketergantunganmu terhadap amal – amalmu.
Bergantunglah kepada Alloh semata, bukan yang lain. Ingatlah bahwa “do’a lebih utama dibanding ijabahnya”.
Ketika bergantungmu kepada Alloh semata, kamu bisa melihat bahwa “tiada daya dan upaya kecuali beserta Alloh”. Ketika bisa melihat ini, maka ketika gagal tidak kecewa, ketika berhasil tidak menghasilkan kesombongan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar