Laman

Senin, 22 Februari 2016

Mutiara Dua Kata


Rasul saw. bersabda:
Ada dua perilaku yang paling mulia Iman kepada Allah Dan berbuat baik kepada manusia orang yang tak punya niat tercela Oleh Allah telah diampuni dosanya Orang yang berniat menolong Pada orang-orang yang dianiaya Dan membantu ummat Islam memenuhi kebutuhannya Pahala haji mabrurlah balasannya Bagi Allah, Hamba yang paling
dicinta Adalah orang yang paling berguna bagi sesama Sedang perbuatan yang paling utama Adalah membuat hati ummat Islam berbahagia
Ada dua perilaku yang paling hina :
Menyekutukan Tuhan Dan mencipta petaka bagi manusia Bergaullah bersama ulama Dan dengarkanlah fatwa hukama Sebab Allah hidupkan hati yang mati Dengan cahaya ilmu yang berguna Sebagaimana Allah suburkan bumi Dengan curahan hujan yang menerpa
Abu Bakar r.a. berkata:
Orang yang masuk alam barzah Tanpa berbekal amal saleh Ia bagaikan mengarungi samudera
Tanpa bahtera
Kemuliaan dunia dengan harta Kemuliaan akhirat dengan amal bakti
Utsman r.a. mengatakan:
Obsesi duniawi padamkan hati Obsesi ukhrawi sinari hati
Ali r.a. berkata:
Hakikat orang mencari ilmu, menelusuri jalan ke surga
Hakikat orang durhaka, menggali lorong menuju neraka
Yahya bin Mu’adz berkata:
Tiada mungkin orang mulia, Melakukan dosa dan durhaka Dan tiada mungkin orang bijaksana,
Mengedepankan urusan dunia
Al-A’masy berkata:
Orang yang bermodalkan takwa, Lidahnya akan kelu, untuk membilang laba agamanya
Dan orang yang bermodalkan harta, Lidahnya akan kaku, untuk menghitung rugi agamanya.
Sufyan ats-Tsauri berkata:
Maksiat yang bermula dari syahwat Masih terampuni dengan bertobat
Sedang maksiat karena keras kepala Asa tobatnya akan sia-sia
Seorang zuhud mengatakan:
Orang yang berdosa sembari tertawa Allah akan melemparkannya ke dalam neraka
Sementara ia menangis penuh duka Sedang orang yang taat sambil menghiba
Allah akan menempatkannya di surga Sementara ia tertawa bahagia
Seorang filosuf berkata:
Jangan pernah engkau remehkan Sekecil apa pun kekeliruan Sungguh ia menambah beban
Pada kesalahan besar tak terbilangkan
Rasul saw. bersabda:
Tak ada istilah dosa kecil bila dikekali Dan tak ada dosa besar bila disesali
Maqalah mengatakan:
Orang yang arif akan berobsesi Lantunkan puji kepada Ilahi
Untuk menggapai manunggal dengan Ilahi
Orang yang zuhud punya cita
Haturkan doa kepada Sang Esa
Agar dirinya tentram sentosa
Seorang filosuf berkata:
Orang yang menyangka punya penguasa
Lebih mulia dari Allah
Betapa sempit pengetahuannya
tentang keagungan Yang Mahakuasa
Dan orang yang mengira punya seteru
Lebih perkasa dart dirinya
Sungguh sedikit yang la tahu,
Tentang ihwal pribadinya
Abu Bakar r.a. berkata:
Daratan adalah lisan
Sedang lautan adalah hati
Jika lisan telah binasa
Jiwa manusia akan terluka
Dan jika hati tak lagi suci
Malaikat pun menangis berduka hati
Maqalah mengatakan:
Sifat serakah telah memperbudak para raja
Dan sikap tabah telah merajakan para hamba sahaya
Adalah terpuji
Betapa beruntung
Orang yang akalnya membimbing,
Sedang nafsunya terbimbing
Dan betapa celaka
Orang yang nafsunya membina,
Sedang akalnya terbina
Orang yang meninggalkan dosa-dosa
Niscaya merdeka hatinya
Dan orang yang ditinggalkan harta haram
Tentu beninglah pikirnya
Para Nabi menerima wahyu
Taatilah perintah-perintah-Ku
Dan jangan kau durhakai nasihat-Ku
Maqalah mengatakan:
Kesempurnaan akal akan tercapai
Dengan menapak ridha Ilahi
Dan menjauhi murka I1ahi
Tak ada kata terlantar bagi orang pintar
Dan tak ada sejengkal tanah bagi orang bodoh
Seseorang dikatakan taat
Apabila dengan Allah ia makin dekat
Dan dengan manusia ia selalu erat
Perilaku amal bakti, pertanda ma’rifat kepada Ilahi
Sebagaimana gerak badan
Menjadi pertanda adanya kehidupan
Rasul saw. bersabda:
Awal mula segala dosa,
Adalah terlampau cinta harta
Dan awal mula segala sesat,
Ialah enggan tunaikan zakat
Maqalah mengatakan:
Adalah terpuji
Orang yang mengaku tak kuasa mengabdi
Sedangkan nyata penuhi amri
Sebab pengakuan tak berdaya
Adalah pertarzda diterima amalnya
Tak mau syukuri nikmat Ilahi
Ialah pertanda berjiwa keji
Sedang tahu perbuatan keji dan tetap menjalani
Adalah mencelakakan diri sendiri
Seorang penyair mengatakan:
Wahai para manusia yang disibukkan harta
Terlelap dalam kubangan asa
Serta senantiasa terlena
Ketika kemudian ajalnya menyapa
Dan kematian datang dengan tiba-tiba
Alam kubur memasang segala daya
Dan nikmatilah hiruk-pikuknya
Lewat ajal, kematian kan nyata
Dalam munajatnya Abu Bakar asy-Syibli mengatakan:
Tuhanku, sungguh aku suka
Memberikan semua kebaikanku kepada-Mu
Padahal aku membutuhkannya
Karenanya,
Bagaimana Engkau tak suka
Menjatuhkan semua keburukanku padaku
Sedangkan Engkau tak membutuhkannya
Bila dirimu ingin sentosa,
Tentram bersama Yang Kuasa
Maka tinggalkanlah dengan rela,
Apa-apa yang kau suka
Andai saja dapat kau nikmati
Betapa indah dekat dengan Ilahi
Pastilah engkau akan merasa
Betapa sering berpisah dari-Nya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar