Laman

Selasa, 11 April 2017

MAKNA HAKIKAT ISRA' DAN MI'RAJ.

Para hamba- hamba Allah yang dirahmati-Nya.
.
Tahu kalian apakah Isra' Wal Mi'raj itu ?
Apa hubungannya hamba dengan Isra' Wal Mi'raj itu?
Mari kita simak bersama- sama dalam hati...
.
ISRA' MI'RAJ adalah :
Ini peristiwa tentang Tajali perjalanan Turun.
TARAQI adalah :
Perjalanan Naik ( Mi'raj). Dan TANAZUL adalah :
Perjalanan Turun naik.
Bahwa :
Asal usul Adam mestilah mengembalikan AMANAH ALLAH yakni :
.
Pertama asal diciptakan manusia itu dari sari pati TANAH (Adam).
Adapun wujud Adam itu adalah dari :
NUR MUHAMMAD.
Jasad dan Ruh ialah :
Diciptakan dari :
NUR MUHAMMAD JUGA.
.
Hakikatnya adalah :
- Sebenar- benar Insan ialah :
" RUH "
Sebenar- benar Ruh adalah :
" INSAN "
Sebenar- benar Insan adalah :
" MUHAMMAD "
Sebenar- benar Muhammad ialah :
" NUR ALLAH "
Sebenar- benar Nur Allah adalah :
" NUR DZAT "
Sebenar- benar Nur Dzat ialah :
" ILMU PENGETAHUAN PANDANGAN SYUHUD YAKNI :
PERJALANAN SALIK NAIK TURUN NAFAS...
.
Pengertiannya adalah :
Naik pujianya :
" HU "
Melengkapi 7 petala Langit.
Wujudnya adalah :
" LAA HARFUN WALAA SHAUTIN " yakni :
inilah DIRI-NYA DZAT.
.
Ketika Turun pujianya adalah :
" ALLAH "
Melengkapi 7 petala bumi.
Wujudnya adalah :
" BA BASYIRAH "
inilah Dzat dirinya.
Dirinya siapa?
Dirinya hamba yang turun tadi.
Maka bunyinya tubuh badan kita itu adalah Allah.
Dan naiknya itu memasuki batin namanya " HU " Diri yang tak kelihatan( Ahmad).
Inilah pengertian Isra' Mi'raj Hamba, melalui turun naiknya nafas, zahir dan Batin, Allah dan Hamba.
.
Inilah dinamakan Suatu perjalanan Hamba yang dikisahkan peristiwa Nabi dengan Isra' Mi'raj Beliau.
Tujuannya adalah kepada kita semu yang mengikuti Nabi.
Semua ada maknanya.
Baik zahir Nabi maupun batin Nabi kita.
Begitu pula dengan kita.
Inilah Maqam Salik Taraqi.
Inilah yang dinamakan :
TANAZUL.
Turun naik, tetap berdiri sendirinya. Sampai kembali ke-Rahmatullah....
.
.
Aamiin...


-----------------------ooooo000ooooo------------------------------
 
saya mau bertanya sedikit tentang " HIDUP dan yang mengHIDUPkan ...."
karna dalam mencari dan mengenal DIRI berarti kita sedang mengenal ALLAH ......
Jika hidup kita karna NAFAS yang keluar masuk lewat hidung...
Apakah ALLAH itu ada dalam NAFAS ?
sedangkan seorang bayi yang masih didalam kandungan RAHIM ibu selama 9 bulan tidak berNAFAS tapi bayi itu sudah bisa bergerak gerak menunjukan keHIDUPannya ........
berarti NAFAS bukanlah satu satunya yang berKUASA dalam diri kita ......
Apakah ALLAH itu ada dalam " HIDUP " ???
Apakah ada lagi yang lebih berKUASA lebih TINGGI daripada yang "HIDUP " ????

 
jawab : Coba kamu ambilkan satu buah nangka, ini contoh saja, lalu kamu belahkan menjadi dua, Setelah kamu belah, ambil biji kecilnya, belah lagi bijinya itu, setelah kamu biji tadi, maka apa yang kamu lihat? Tentu tidakkan! Nah jadi, yang tidak nampak itulah yang menghidupkan biji tadi, dan biji itulah akan menghasilkan buahnya menjadi buah nangka. Perkembangan kehidupannya adalah dari yang tidak nampak tadi itulah kehidupan. Itulah hakikat hidup yang menghidupkan biji tadi lalu menjadi sebuah buah nangka. Itulah Dzat Allah, puncak awa kehidupan dan menghidupkan sekalian makhluk... Jadi pungsi kehidupan itu ada 3 hal yakni Allah yang Maha hidup, bersifat Qadim. Dia menghendaki Qudrat dan Iradah-Nya untuk menjadikan makhluk, berarti Dia Allah yang mengadakan kehidupan Makhluq. Lalu Dia berkehendak pada Diri-Nya untuk tidak dapat dilihat oleh makhluq-Nya. Maka Allah itu Ghaib pada rahasia-Nya. Rahasia-Nya itu adalah hakikat Insan. Itulah Ruhani. Ruhani itu halus, sulit ditembus oleh mata kasyaf kita, makanya ia disebut Diri batin. Diri batin itu dibungkusi dg daging, tulang, darah dan kulit. Maka diri batin ghaib didalam tubuh jasad. Tetapi diri batin itu keberadaannya didalam hati. Dia-lah hidup, yang menghidupkan jasad zahir. Hakikat kehidupan diri batin itu berasal dari Maha hidupnya Allah. Itulah puncak hidup.. Makanya diri batin itu disebut Diri sebenar diri insan., diri sebenar itu dinamai Ruh. Dan ruh itulah kehidupan untuk Dirinya sendiri, maksudnya diri batinnya. Diri batin itulah ruh yang menggerakkan jasad. Maka jasad menjadi hidup dan bergerak. Tetapi, jika ruh itu keluar dari jasad, tentu Jasad akan tidak akan bergerak lagi alias mati. Maka ruh itu bermacam- macam namanya.. Lalu ruh itu menyukai pada hati, dan bertempat didalam hati, dan ia berubah menjadi nyawa/ jiwa, jiwa itulah diberi nama Muthmainnah artinya ruh itu menyukai ketenangan.. . Jadi tidak ada berkuasa atas tiap- tiap sesuatu kecuali Dia-lah yang berkuasa. ALLAH lah yang maha Qadirun. Dia mengadakan kehidupan, baik berupa hidup dalam kandungan yang belum bersifat, namun Dia-lah hayat-Al-Hayyun... Dialah yang maha hidup tiada terbatas pada Dzat-Nya.. Dia lebih terdahulu sebelum ada kehidupan. Dia- lah maha Syahadat kehidupan, lalu menjadi ada kehidupan, kehidupan Hakikat-Nya tidak tersebut karena Dialah Hakikat segala kehidupan.

HAKIKAT SHALAT.

" ASSALAAMU 'ALAIKUM
WA RAHMATULLAAHI
WA BARAKAATUH "
.

Ikhwani...
.
Berdirilah dengan lurus seperti huruf Alif yang lurus.
Pusatkan hatimu, kosongkanlah fikiranmu. Dan masukkan ingatan ke alam Qalbu.
Lalu matikan dirimu artinya :
Tahan Nafasmu sebelun Takbiratul Ihram.
Setelah itu, Ruku' dan Naikkan nafasmu.
I'tidal : Pandanganmu.
Sujud : Penciumanmu.
Bacaan : Ketetapan Imanmu.
Tahiyyat : ketetapan keyaqinanmu.
Salam : Ma'rifatmu.
.
Semua pujianmu itu adalah :
Hakikat keluar masuknya nafasmu.
Dzikirmu itu adalah :
Denyut seluruh Nadi (Aliran darahmu)
ingat ataupun tidak ingat waktu shalat hakikatmu itu, itulah disebut :
" AL-HAQ "
Kenapa demikian ?
Karena engkau itu, bukan engkau shalat lagi.
Engkau telah lenyap didalam " AKU "
AKU siapa?
Aku-Nya Allah.
Dia- yang hadir didalam shalat.
Dia-lah yang shalat, bukan dirimu lagi, karena engkau telah lenyap.
Dia-lah yang memuji Diri-Nya.
Dia-lah yang menyembah Diri-Nya.
Itulah AKU yang Ada. Dan Hamba tiada.
.
Inilah Shalat Hakikat atau Ummulul Qur'an atau suatu perintah.
Inilah Isyaratnya Shalat Da'im Namanya...
.
Ingat!!
Setelah bertanya, maka akan diberi tahu.
Setelah mengetahui, jangan engkau ragu-ragu ragu lagi.
Apabila engkau ragu didalam shalat hakikat itu, maka engkau disebut : Kafir Zindiq.
Sebab :
berdirinya Alif ( Ahmad) itulah Allah yang sebenar- benarnya...
.
.
Semoga pengetahuan ini, mampu menunjukkan kwalitas kemanusiaan kita, agar menjadi Insan yang benar- benar mukmin sejati yang dicintai Allah Ta'ala.
Ilmu pengenalan dirilah yang mendatangkan sifat terpuji terhadap sesama.
Itulah " Insanul Kamil.
.
Lebih terkurang Mohon Ma'af :
Wassalaamu 'Alaikum
Wa Rahmatullaahi
Wa Barakaatuh...
.
Selamat menunaikan shalat Jum'at...
Aamiin Allaahumma Aamiin...


---------------ooooo000ooooo-----------------
 Shalat dapat mendatangkan ketenangan jiwa. Shalat adalah cermin utk diri zahir batinmu. Kesadaran diri terletak pada shalat hakikatmu. Disitulah cermin hidupmu, yang mendatangkan ketenangan jiwa. Hidup jiwamu, hidup pula prilaku baik kita sehari- hari.

MAQAM SYAHADAT DIRI

ASSALAAMU 'ALAIKUM
WA RAHMATULLAAHI
WA BARAKAATUH...

.
SYAHADAT Itu terdiri dari 4 hal yakni :
.
ASYHADU itu ialah :
Ungkapan kata- kata SYARI'AT.
ANLAA itu ialah :
Kata- kata THARIQAT.
ILAAHA itu ialah :
Kata- kata HAQIQAT.
ILLALLAAHU itu ialah :
Kata - kata MA'RIFAT.
.
SYAHADAT itu adalah :
Penyaksian kita.
Kesaksian Diri kita kepada yang sebenar- benarnya ILAHA itu Tuhan.
ILAHA itu Esa Wujud-Nya.
Putuskan Ilmu Syahadat... Yang perlu kita Fahami adalah :
.
APA SAKSI ITU ?
APA YANG KITA SAKSIKAN ?
DAN APAKAH TEMPATNYA BERSAKSI ITU ?
.
SAKSI Atau bersaksi itu adalah :
" Dengan IKRAR atau dengan Lisan kita.
YANG DISAKSIKAN atau menyaksikan itu adalah :
Meneliti dengan seksama didalam Qalbu.
Dan TEMPATNYA BERSAKSI itu adalah :
TUHAN.
Inilah Maqam Syahadat Diri kita.
Dan kita jupa SYAHADAT itu sendiri.
.
.
Mari dengar penjelasan pengertian ini yakni :
.
Sewaktu kita mengatakan " ASYHADAU "
Maka Tubuh kita ini dipandang atau ditatap oleh Allah yang meng " ADA " kan waktu kita.
.
Dan saat kita mengucapkan " ANLAA "
Maka hati kita semuanya dilihat, diteliti oleh Allah semata- mata.
Hati kita dipandang oleh-Nya.
.
Waktu kita mengatakan " ILAAHA "
Maka Nyawa kita dilihat oleh Allah semata- mata.
Nyawa kita yang dipandan-Nya.
.
Dan sewaktu kita mengucapkan " ILLALLAAHU "
Maka Rahasia kitalah yang oleh Allah Ta'ala semata- mata.
Rahasia kita yang Dia pandang...
Jadi, Rahasia itu ada pada ucapan " Aamiin "
Yaitu :
.
ALIF adalah SYAHADAT.
SHALATUD DA'IM dalam duduk.
Dalam diam.
Sedang berdiri.
Berjalan sehari- hari...
.
MIM - YAA :
Istinja' Awal
dan Istinja' akhir.
.
Menyucikan NUN :
junub- Ruang keluar Nisai.
Menguasai AAMIIN adalah :
Menguasai Rahasia-Nya dengan cara :
Menguasai ILMU NAFAS.
Nafas turun naiknya Nafas.
Diamnya Nafas.
Keluarnya Nafas.
Perlembutan Nafas.
Pertahankan Nafas.
Dan mesrakan Nafas..
.
.
Jika ingin menguasai Ilmu pernafasan tingkat tinggi maka biasakan dulu pernafasanmu. Artinya :
melatihkan gerak turun naiknya nafas.
Mungkin kalian sudah tahu cara dzikir orang bernafas seperti biasa yang selalu kita dengar di Masjid setelah shalat, ataupun kita sudah tahu cara kita bernafas waktu berdzikir.
Nah... Itu namanya latihan biasa.
.
Setelah menguasai ilmu pernafasan itu, maka kalian akan bisa :
Syahadat Diri.
Syahadat Bathin.
Dan Syahadat Insan Kamil..
Tetapi Ikhwani...
Jika kalian belum mampu menguasainya atau belum kuat melakukannya, maka :
jangan kalian paksakan.
Biasakan semampunya kalian saja, yang penting tujuannya adalah :
Karena Allah ...
.
Semoga pelajaran hari ini menambahkan iman dan takwa kepada-Nya.
Agar amaliah kita diterima disisi-Nya
yang penting adalah :
rasa cinta kepada Tuhan yang Maha Esa..
Lebih dan terkurang :
mohon Ma'af yang sedalam- dalamnya.
.
Akhirul Kalam :
.
Wassalaamu 'Alaikum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh......
Aamiin Allaahumma Aamiin....


---------------ooooo000ooooo----------------

Baiklah Ana akan menjawab tentang Shalawat yang benar didalam Tahiyyat yang sesuai dari Tuntunan Nabi SAW, Yang Beliau ajarkan... Panjang lebar Ana jelaskan kepadamu... Ketahuilah Nak @Akbar Al Banjary... Kita memiliki satu prinsif, bahwa semua ibadah itu adalah : Dibangun berdasarkan 'DALIL' dan Tuntunan Nabi. Itu merupakan konsekwensi dari SYAHADA kita bahwa : Nabi Muhammad adalah Utusan Allah. Terlebih Ibadah shalat. Ucapan dan gerakan shalat, mesti sesuai petunjuk Baginda Nabi SAW yang beliau ajarkan kepada ummatnya. Itulah tata cara yang terbaik..... Oleh karena itu, Shalawat yg terbaik itu adalah : shalawat yg dianjurkan baginda Nabi.. Disamping itu, tidak ada dalil dijumpai dari Baginda Nabi. Bahkan sampai ke-Tabi'in sekalipun yg menambahkan " Sayyidina " sebelum kata Muhammad ketika membaca Shalawat... Diantara Shalawat yg diajarkan oleh Nabi adalah Riwayat dari Ibnu Abi Lail bahwa : " Beliau bertemu Ka'ab bin Hujrah. Lalu Ka'ab mengatakan bahwa " Maukah kamu aku beri hadiah? Sesungguhnxa Nabi menemukan kami. Setelah itu kami bertanya: " Ya Rasulujah.... Bagaimanakah bacaan Shalawat kepadamu? Nabi besabda " Ucapkanlah ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMAD " (HR. Bukhari Dan Muslim).


 Ketahuilah, andaikan tambahan kata " SAYYIDINA " itu diisyaratkan sebagai bentuk rasa hormat kepada Beliau, tentu Ka!ab bhn Hujrah, tentu ia ajarkan terhadap murid- muridnya, karena merekalah yg paling hormat... Sesudah kita memahami bacaan shalawat " SAYYIDINA " Maka bacaan shalawat ketika kita shalat, tidak boleh ditambahkan lagi " SAYYIDI " semua bacaan dalam shalat. Haruslah tepat, sesuai dg bacaan yang disebutkan didalam dalil.. . Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa penambahan lafadz 'SAYYIDHNA ' dalam bacaan ketika Tahiyyat., bisa jadi shalatnya batal.

MEMBAWA DIRI

ASSALAMU 'ALAIKUM YAA AKHWANI WA AKHWATI... WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH..
.
SALAAMUN LAIL YAA AYYUHAL MUSLIMUUN... MAA KHABRAKUM YAUMA HAADZAA ??
INSYA ALLAH... KHAIRUKUM...
Aamiin...
.
Ikhwani...
.
Barangsiapa ingin membawa dirinya atau badannya, Maka :
Janganlah kalian meninggalkan Nyawa kalian.
Berbanyaklah bernafas. Keluarkan Nafas kalian kiri dan kanan.
Ucapkanlah Dzikir seperti kalimat " LAA ILAAHA ILLALLAAHU "
Setelah kalian me-Nafikan kalimat Tauhid itu tadi, lalu lepaskan.
Setelah itu, Baru Isbat diri kalian...
Leburkan diri kalian atau lenyapkan badan kalian itu kepada pemilik diri yang punya haq atasnya....
.
Maka, janganlah kalian tinggalkan atau diganti... Ingatlah !!
Kalimat Syahadat itulah yang mengandung :
Dzat.
Sifat.
Asma.
Af'al.
Alam Mitsal yang bersyahadat.
Alam Ajsam tempatnya diri (Badan ).
Alam Insan kesempurnaan dirinya...
.
Saling menyebut dan mengucap nama Wujud yang zahir seperti kalimat "ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAHU "
Artinya :
" Tubuh "
" WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAHI "
Artinya :
" Kelakuan ( Fi'il ).
.
.
Maka, barangsiapa yang mengucap kalimat ini tadi, itulah yang dinamakan :
" SUNNAH "
Artinya ialah :
Diriku.
Badanku.
Tubuhku.....
.
Itulah arti diri kalian yang terlepas dari Haq milik Allah Ta'ala....
.
.------------------oooo000oooo--------------
.
TEMPAT DIRI KITA YANG SEBENAR- BENARNYA.

Ikhwani...
Fahamilah pengertian ilmu Diri ini...
.
Nyawa itu Nafas yang menyerap.
Tempatnya didalam batin kalian.
Meliputi seluruh anggota tubuh kalian.
.
Ruh itu Nafas yang keluar masuknya..
Arti makna Nafas yang keluar, lebih banyak keluar kanan dari pada keluar sebelah kiri adalah :
" LEBIH BANYAK INGAT DARIPADA KELUPAAN "
.
Kalimat Syahadat pada diri kalian ialah :
= ASYHADU =
.
ALIF adalah : Kepala.
SYIN adalah : Tubuh.
HA adalah : Pinggang.
DAL adalah : Kaki.
.
Inilah yang disebut :
" Tubuh yang sempurna "
Mesra yang didalam......,
Mesra yang diluar.........
Dan pecah yang diatas menjadi :
.
" BISMILLAAHI "
.
Dengan Mesra itulah Wujudnya " HU "
Dan ' Hu ' itulah Rahasia Nabi kita Shallallaahu 'Alaihi Wasallam....
Yang bernama :
.
" AHMAD BATHIN AMINULLAH 'AINUL AWAL WAL AKHIR * WA ZAHIR WAL BATHIIN "
.
.
Inilah Syahadat diri.
Syahadat tubuh atau Badan...
Inilah yang mesti kalian bawa, agar diri tidak tersesat dijalan Allah Ta'ala.
Inilah Ilmu zahir dan batin hamba,
ilmu yang penuh rahasia diri.
Karena diri itulah Syahadat itu sendiri.
Tubuh kitalah Syahadatnya.
Agar kelak ia mendapat gelaran Insan Mukmin sejati.
.
Semoga kalian semua,agar dapat menyadari hidup yang selalu diselimuti oleh yang namanya Tercela.
Jangan sampai kita buta mengenal diri.
Diri itulah Insan sejati
dialah Dzat diri sifat yang dirahasiakan.
Dialah diri yang bertubuh Syahadat.
Makanya ucapkanlah kalimat " Ya Hu "
inilah Syahadat batin.
Dzikir kalimat inilah yang mampu meng-Isbatkan Syahadat diri.. Tenggelam didalam samudera Nur..
.
.
Semoga pelajaran malam ini, mampu mengetuk hati kalian, agar benar- benar menyadari diri, agar kalian selamat didunia dan akhirat..
Mohon ma'af yang sebesarnya, jika ada khilaf dalam penyampaian Da'wah Tauhid ini,
maka sudilah mema'afkan kami.
Akhiru Kalam :
.
Wassalaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh . . . . .
Aamiin..

AMANAH TUHAN

ASSALAAMU 'ALAIKUM YAA IKHWANII MUSLIMIINA WAL MUSLIMAT
WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
.
.
Yaa Ikhwani...
.
Peliharalah Amanah Allah yang dititipkan kepada kalian.
Peliharalah Ruhani kalian. Jangan sampai Amanah itu dicabut oleh-Nya ketia Dia melihat Sifat Kahar-Nya...
.
Ikhwan...
.
Banyak orang berkata :
" Nyawa itu urusan Tuhan "
jadi, perkataan seperti ini adalah " FATAL "
Sangat lemah pendirian seseorang itu.
Sangat tidak baik ucapannya tentang pengerti Ilmu Hakikat Insan.
.
Ketahuilah Ikhwan...
Nyawa itu dinamakan " RASUL " yang bernama "MUHAMMAD ".
Kepada Muhammad lah kita putus pengetahuan kita bahwa :
Kita tidak sampai kepada Maqam pengenalan kepada Allah Ta'ala. Melainkan Hanya Muhammad sendiri Wasilah untuk menyampaikan pengenalan kepada Allah Ta'ala.
.
" 'ARAFTU RABBI BI RABBI "
ku kenalkan Tuhan-ku dengan Tuhan-ku.
Ku kenal Tuhan-ku dengan mengenal-Nya juga yakni " MUHAMMAD ".
.
Muhammad lah yang selalu berkasih- sayang kepada Allah Ta'ala.
Yang tidak pernah putus- putusnya.
Muhammad itulah Rahasia Sifat Allah..
.
Orang yang Maqam hakikatnya pada Shalat Da'im, Tafakkur, dan apapun juga mesti melalui " Musyahadah ". Musyahadah harus melalui Maqam Fana. Maqam fana itu mentiadakan diri zahirnya kepad diri yang halus. Artinya :
" Dalam ke-Akuan kita tidak ada Adam yang hancur, yang ada hanya Muhammad dengan Tuhan-nya.
Inilah yang dimaksud "MATI HAQIQAT " Atau Matikan diri. Maka yang berada hanya diri dalam keadaan setengah sadar. Hanya sampai disinilah batas pengetahuan kita ( Insan ).
.
Adapun Nyawa kita, ketika Syakaratul Maut, itu ibarat cahaya lampu yang kembali kepada cahaya lampunya. Saat lampu padam, itu adalah Haq yang punya lampu.
.
QULLU MIN 'INDILLAH
" Katakanlah : Bahwa semua itu didalam genggaman-Ku. "
.
Ikhwani...
.
Teruslah kalian berusaha untuk mendapatkan pengenalan diri kalian dengan jalan kebatinan yang bernama MUHAMMAD.
Kalian akan mengetahui bahwa Muhammad itu ada pada Rahasia ke-Tuhanan-nya.
.
" Barangsiapa tidak mengetahui Batinnya Muhammad dalam rahasia Tuhan-nya, maka ia sama sekali tidak akan dapat mengetahui kesempurnaan pada Ma'rifatnya "
.
LALU BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG BELUM SEMPURNA KEMA'RIFATANNY PADA SAAT SYAKARATULALU BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG BELUM SEMPURNA KEMA'RIFATANNY PADA SAAT SYAKARATUL MAUT ?
.
Nyawa orang itu tentu akan ditarik dengan Isim Kahar-Nya Allah.
Tetapi bagi orang yang mengenal-Nya, maka tentu dengan kasih- sayang-Nya.
Sesungguhnya Allah tidaklah mengambil Manfa'at atau bermaksud mengambil apa-apa atas perbuatan-Nya.
.
Oleh karena itu, lihatlah keindahan dan kecantikan-Nya, maka kita akan dilihat-Nya dengan Sifat Jamal-Nya " HADRATUL RAHMAN ". Lihatlah kekuasaan-Nya, maka kita akan dilihat-Nya dengan Sifat Jalal-Nya " HADRATUL RUBUBIYAH "
Lihatlah kesempurnaan-Nya, maka kita akan dilihat-Nya dengan Sifat Kamal-Nya " HADRATUL SARIJI ".
.
Bagi orang yang tidak sampai kepada pengenalan kebenaran sebenarnya, Maka dia akan dilihat-Nya dengan Sifat Bagi orang yang tidak sampai kepada pengenalan kebenaran sebenarnya, Maka dia akan dilihat-Nya dengan Sifat Kahar-Nya.
Karena Dia melihat dengan kekerasan-Nya.
Bahwa :
.
Jasmaniah kita kembali kepada bumi.
Ruhaniah akan kembali kepada Nur Muhammad. Dan Nyawa akan kembali kepada yang punya Haq...
.
Musyahadah adalah :
Bermesraan antara ujud kepada Dzat-Nya.
Seperti mesranya Cahaya pada lampunya.
Pujiannya adalah :
" HU- ALLAH ".
.
Syakaratul Maut adalah :
Saat Ruhani meninggalkan Jasad. Seperti kembalinya cahaya lampu kepada lampunya.
Pujiannya adalah :
" ALLAH- HU "
.
Nah... Tinggalah Nyawa yang memuji Allah dengan pujian :
" AH- AH "
lalu kembalilah Nyawa kepada yang punya haq dengan pujiannya :
" LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADAR RASUULULLAAHI "
Tiada Huruf dan tiada suara....
.
.
KEMBALI KEPADA KEIKHLASAN.
.
.
Yang sebenarnya Ikhlas dan pasrah itu adalah :
Yang selalu menerima perintah mematikan diri. Syuhud.
Nikmat Syukur.
Ridha.
Sudah ada berkekalan adanya.
Inilah " RUH 'AMAR MA'RUF " Kita yang bernama :
" RUH AL-QUDS " yakni :
NUR MUHAMMAD.
.
Semua itu tergantung kepada diri kita saja, bagaimana cara yang sebenarnya untuk menyempurnakan antara zahir dan batin yakni:
Mengembalikan dia seperti sedia kala bernama :
" MUHAMMAD "
Caranya adalah :
.
" Dengan Batin. Jika ia bergerak itulah " RUH HAYATI " yang bernama " INSAN "
Persiapkan diri kalian dengan sesungguhnya, semata- mata.
Kita hanya menunggu GERAK SIR atau Anugerah. Karena disitulah Wujud diri sebenar Diri yang bernama.....;-)
yang dizahirkan adalah :
" RUH HAYAWANI " yang bernama :
"MANUSIA LAZIMI "
Jadikanlah kebiasaan Nafasmu turun naik.
Mesrakan... Hingga ke Sulbi.
Karena disitulah terhimpun Sahnya " ISTINJA' " Zahir dan Batin.
Inilah Maqam Ikhlas menurut pandangan Ilmu Tashawwuf...
.000.
.
Cukup sampai disini, semoga pembelajaran hari ini membuat kita berhati- hati menjaga amanah Allah Ta'ala. Agar amanah itu pulang dengan membawa anugerah yang penuh cahaya-Nya.
Tanamkan Ikhlas, sabar, syukur, dan ridha agar kita menjadi Mukmin sejati yang benar- benar dicintai Allah dalam Rahmatullah.
.
.
Aamiin Allaahumma Aamiin....

CARA MENJAGA NYAWA KETIKA TIDAK BERDAYA

Assalaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh...
.
Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin.
Wash shalaatu Wassalaamu 'Alaa Sayyidinaa Muhammad
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shahbihi Ajma'iin...
.
Ikhwani...
.
Kita selalu dibelenggu Nafsu, hingga kita kadang lupa akan ruh kita sendiri. Raga kita atau Diri zahir kita ini, memang diliputi kelalaian dan kelupaan. Nafas kita berhembus siang dan malam, padahal sama sekali kita tidak mengerti apa itu hembusan.
Dengan menghirup Udara, adakah kita sedetik saja ingat akan ruh(Nyawa)??

.
Ikhwan...
.
Nyawa kita itu tidak ada putusnya, dan terus- menerus menerima Anugerah Ilahi.
Karena Nyawa Adalah :
Limpahan daripada Ilmu-Nya Allah Ta'ala Yang Maha Qadim, penuh kasih dan sayang-Nya.
.
Jangan putuskan ia dari keinginannya kepada Rahasianya.
Jalani amaliah hingga sampai munculnya kehendak itu.
Karena tiada lain tempatnya untuk menjatuhkan kehendak melainkan kepada kita.
Peliharalah Ruhani kita dengan melakukan :
.
AMALAN HATI.
.
Menghindari timbulnya Niat untuk melakukan perbuatan segala kesalahan apapun.
Selalulah berbuat baik, rendah hati, mema'afkan kesalahan seseorang, melupakan sifat pendendam, ikhlas, sabar dan hati selalu tenang dan penuh Selalulah berbuat baik, rendah hati, mema'afkan kesalahan seseorang, melupakan sifat pendendam, ikhlas, sabar dan hati selalu tenang dan penuh harapan.
.
.
AMALAN NAFSU.
.
Sabar dalam segala bentuk ujian, serta tabah penuh penyerahan diri.
Kembalikan diri dengan berbanyak Istighfar.
Dahulukan keperluan orang lain yang apa saja yang kita bisa bantu.
Kerjakan tanpa meminta imbalan apapun.
.
.
AMALAN RABBANI.
.
Hening...
Hening...
Teguh.
Kuat serta yaqin.
Hening lagi...
Pemusatan latihan cipta.
Berbanyaklah Shalat Da'im.
Selalu menyendiri dalam kesunyian tanpa siapapun.
.
.
AMALAN HIDUP.
.
Selalu membiasakan dengan Nur Muhamad.
Zahir dan Batin, bertubuh Ruhaniah saja.
Inilah yang tidak akan mati hanya kembali.
Artinya :
Matikan dirimu bukan mati benaran.
Tapi meleburkan kealam Ruhani.
Cuma mengembalikan diri atau melihat diri sebenar diri dari sebelum mati benaran.
.
Ruh yang belum bisa meninggal, akan kembali kepada Nur Muhammad. Karena apa?
Karena lagi menunggu hari perhitungan.
Cobalah lihat pengertian kembalinya perjalananCobalah lihat pengertian kembalinya perjalanan jiwa.
Tidak ada yang bisa kembali.
Semuanya akan pasti kembali dan dikembalikan.
Artinya :
Kembali kepada Haq Allah Ta'ala.
Dan dikembalikan lagi semula ruh kita kepada dirinya sebenar dirinya sampai kapanpun.
.
Nah cukup sampai disini, semoga kita benar- benar bisa menjaga diri dan jiwa kita, agar ia kembali dalam perjalanan dengan ketenangan.
Lebih dan terkurang, mohon ma'af yang sedalamnya.
Akhirul Kalam :
.
.
Wassalaamu 'Alaikum
Warahmatullaahi
Wabarakaatuh...
Aamiin...

JAGALAH JASMANIAH KALIAN

Salam Hias Salaam 'Alaika Warahmah Wal Barakah...
Jazakallaahul Khairi@
.
.
Ikhwanil Muslimina Rahimakumullah...
.
Puji Syukur kita kepada Allah Ta'ala.
Tuhan Yang berhaq kita sembah.
Dia-lah Allah yang menjadikan zahir alam, Adam dan para makhluq-makhluq yang lainnya.
Dia-lah menjadikan jua alam bathiah dan alam Ghaib.
Maka bersyukurlah kita kepada-Nya, yang memberikan kesehatan Jasmaniah maupun Ruhaniah kita.
Biasakan lidah kalian mengucap Allah Hu Akbar...
Karena Tubuh kalian adalah berupa Huruf " ALLAH "
Itulah Ni'mat Jasmaniah kita yang diberikan-Nya kepada tubuh kita.
.
.
Ikhwani...
.
Peliharalah jasmani Kalian dengan cara melakukan amaliah zahir yang Mutlaq yakni :
.
.
AMAALAN MATA.
Yakni :
- Kurangi Tidur kalian.
Apapun yang kalian pandang, disitulah ada pujiannya.
.
.
AMALAN TELINGA.
Yakni :
- Cegahlah Hawa Nafsu kalian yang ingin mendengarkan tentang pertengkaran manusia.
Cobalah kalian mendengar dengan pendengaran yang benar penuh dengan pemusatan pendengaran kalian yakni kebaikan yang ada.
.
.
AMALAN HIDUNG.
Yakni :
- Cegahlah penciuman kalian dari barang yang berbau.
Ini termasuk pemakaian Istinja' Bathin.
Caranya adalah :
- Nafas keluarkan satu persatu ada-Nya.
.
.
AMALAN MULUT.
Yakni :
- Cegahlah makanan yang diharamkan, ataupun berlebihan.
Tidak boleh membicarakan aib seseorang.
Dan biasakan setiap makan dan minum kalian dengan masuknya nafas yang benar- benar mensyukuri Ni'mat- Ni'mat Allah Ta'ala.
.
.
AMALAN TANGAN.
Yakni :
- jauhilah berjalan untuk berbuat Maksiat.
Giatlah untuk berjalan diatas kebaikan yang suci.
Melatih Da'im ditengah Umum.
Pandanglah yang banyak. Dan hanya tinggal yang satu...
.
.
Ikhwani...
.
Itulah cara amalan- amalan Zahiriah badan untuk tidak mencelakan hidupnya.
Karena hidup didunia ini ada dua yang kita ketahui yaitu :
Baik dan Buruknya suatu perbuatan zahir badan.
Jika kita pandai menjaga badan, maka selamatlah kedua peranan kita didunia maupun diakherat.
Itulah :
JASMANI DAN RUHANI.
.
.
Cukup sampai disini...
Semoga pelajaran ini, ada tamsilan yang berharga buat kalian semua.
Lebih dan terkurang.
Mohon ma'af yang sebesar- besarnya.
Ana Akhiri :
.
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh....
Aamiin..


---------------------ooooo000ooooo-------------------------
 
Abi apa yg di maksud melatih daim dan gimana caranya menjadi satu.

Anakku... Itulah amalan tangan sewaktu engkau mengangkat tangan " Takbiratul Ihram '' ALLAHU AKBAR " lalu pusatkan dan lenyapkan semua yang ada disekelilingmu artinya yang banyak itu dihilangkan dari alam tauhhdmu menuju Da'im shalatmu. Artinya hanya satu yang engkau tuju yakni Dzat yang ada dihadapanmu. Artinya Dzat Allah lah yang tinggal satu, bukan dirimu lagi yang shalat. Tetapi Allah lah yang memuji Da'im-Nya sendiri karena tidak ada lagi.. Terus- menerus tiada ingat ingat lagi apa apa, maupun diri.. Semuanya lenyap, melebur, terus tidak ingat akan bacaan ayatnya, ruku'nya, sujudnya karena yang ada adalah Dzat yang Qadim yang memuji dan membaca segalanya. Shalatmu telah digantikan oleh- Allah. Karena Dia yang shalat serta memuja dan memuji-Nya. Timbul kesadaran atas kehendaknya engkau dikembalikan semula yakni sewaktu sadar lalu engkau salam. Dan salam itulah Ma'rifatmu .