Laman

Selasa, 11 April 2017

AMANAH TUHAN

ASSALAAMU 'ALAIKUM YAA IKHWANII MUSLIMIINA WAL MUSLIMAT
WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
.
.
Yaa Ikhwani...
.
Peliharalah Amanah Allah yang dititipkan kepada kalian.
Peliharalah Ruhani kalian. Jangan sampai Amanah itu dicabut oleh-Nya ketia Dia melihat Sifat Kahar-Nya...
.
Ikhwan...
.
Banyak orang berkata :
" Nyawa itu urusan Tuhan "
jadi, perkataan seperti ini adalah " FATAL "
Sangat lemah pendirian seseorang itu.
Sangat tidak baik ucapannya tentang pengerti Ilmu Hakikat Insan.
.
Ketahuilah Ikhwan...
Nyawa itu dinamakan " RASUL " yang bernama "MUHAMMAD ".
Kepada Muhammad lah kita putus pengetahuan kita bahwa :
Kita tidak sampai kepada Maqam pengenalan kepada Allah Ta'ala. Melainkan Hanya Muhammad sendiri Wasilah untuk menyampaikan pengenalan kepada Allah Ta'ala.
.
" 'ARAFTU RABBI BI RABBI "
ku kenalkan Tuhan-ku dengan Tuhan-ku.
Ku kenal Tuhan-ku dengan mengenal-Nya juga yakni " MUHAMMAD ".
.
Muhammad lah yang selalu berkasih- sayang kepada Allah Ta'ala.
Yang tidak pernah putus- putusnya.
Muhammad itulah Rahasia Sifat Allah..
.
Orang yang Maqam hakikatnya pada Shalat Da'im, Tafakkur, dan apapun juga mesti melalui " Musyahadah ". Musyahadah harus melalui Maqam Fana. Maqam fana itu mentiadakan diri zahirnya kepad diri yang halus. Artinya :
" Dalam ke-Akuan kita tidak ada Adam yang hancur, yang ada hanya Muhammad dengan Tuhan-nya.
Inilah yang dimaksud "MATI HAQIQAT " Atau Matikan diri. Maka yang berada hanya diri dalam keadaan setengah sadar. Hanya sampai disinilah batas pengetahuan kita ( Insan ).
.
Adapun Nyawa kita, ketika Syakaratul Maut, itu ibarat cahaya lampu yang kembali kepada cahaya lampunya. Saat lampu padam, itu adalah Haq yang punya lampu.
.
QULLU MIN 'INDILLAH
" Katakanlah : Bahwa semua itu didalam genggaman-Ku. "
.
Ikhwani...
.
Teruslah kalian berusaha untuk mendapatkan pengenalan diri kalian dengan jalan kebatinan yang bernama MUHAMMAD.
Kalian akan mengetahui bahwa Muhammad itu ada pada Rahasia ke-Tuhanan-nya.
.
" Barangsiapa tidak mengetahui Batinnya Muhammad dalam rahasia Tuhan-nya, maka ia sama sekali tidak akan dapat mengetahui kesempurnaan pada Ma'rifatnya "
.
LALU BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG BELUM SEMPURNA KEMA'RIFATANNY PADA SAAT SYAKARATULALU BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG BELUM SEMPURNA KEMA'RIFATANNY PADA SAAT SYAKARATUL MAUT ?
.
Nyawa orang itu tentu akan ditarik dengan Isim Kahar-Nya Allah.
Tetapi bagi orang yang mengenal-Nya, maka tentu dengan kasih- sayang-Nya.
Sesungguhnya Allah tidaklah mengambil Manfa'at atau bermaksud mengambil apa-apa atas perbuatan-Nya.
.
Oleh karena itu, lihatlah keindahan dan kecantikan-Nya, maka kita akan dilihat-Nya dengan Sifat Jamal-Nya " HADRATUL RAHMAN ". Lihatlah kekuasaan-Nya, maka kita akan dilihat-Nya dengan Sifat Jalal-Nya " HADRATUL RUBUBIYAH "
Lihatlah kesempurnaan-Nya, maka kita akan dilihat-Nya dengan Sifat Kamal-Nya " HADRATUL SARIJI ".
.
Bagi orang yang tidak sampai kepada pengenalan kebenaran sebenarnya, Maka dia akan dilihat-Nya dengan Sifat Bagi orang yang tidak sampai kepada pengenalan kebenaran sebenarnya, Maka dia akan dilihat-Nya dengan Sifat Kahar-Nya.
Karena Dia melihat dengan kekerasan-Nya.
Bahwa :
.
Jasmaniah kita kembali kepada bumi.
Ruhaniah akan kembali kepada Nur Muhammad. Dan Nyawa akan kembali kepada yang punya Haq...
.
Musyahadah adalah :
Bermesraan antara ujud kepada Dzat-Nya.
Seperti mesranya Cahaya pada lampunya.
Pujiannya adalah :
" HU- ALLAH ".
.
Syakaratul Maut adalah :
Saat Ruhani meninggalkan Jasad. Seperti kembalinya cahaya lampu kepada lampunya.
Pujiannya adalah :
" ALLAH- HU "
.
Nah... Tinggalah Nyawa yang memuji Allah dengan pujian :
" AH- AH "
lalu kembalilah Nyawa kepada yang punya haq dengan pujiannya :
" LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADAR RASUULULLAAHI "
Tiada Huruf dan tiada suara....
.
.
KEMBALI KEPADA KEIKHLASAN.
.
.
Yang sebenarnya Ikhlas dan pasrah itu adalah :
Yang selalu menerima perintah mematikan diri. Syuhud.
Nikmat Syukur.
Ridha.
Sudah ada berkekalan adanya.
Inilah " RUH 'AMAR MA'RUF " Kita yang bernama :
" RUH AL-QUDS " yakni :
NUR MUHAMMAD.
.
Semua itu tergantung kepada diri kita saja, bagaimana cara yang sebenarnya untuk menyempurnakan antara zahir dan batin yakni:
Mengembalikan dia seperti sedia kala bernama :
" MUHAMMAD "
Caranya adalah :
.
" Dengan Batin. Jika ia bergerak itulah " RUH HAYATI " yang bernama " INSAN "
Persiapkan diri kalian dengan sesungguhnya, semata- mata.
Kita hanya menunggu GERAK SIR atau Anugerah. Karena disitulah Wujud diri sebenar Diri yang bernama.....;-)
yang dizahirkan adalah :
" RUH HAYAWANI " yang bernama :
"MANUSIA LAZIMI "
Jadikanlah kebiasaan Nafasmu turun naik.
Mesrakan... Hingga ke Sulbi.
Karena disitulah terhimpun Sahnya " ISTINJA' " Zahir dan Batin.
Inilah Maqam Ikhlas menurut pandangan Ilmu Tashawwuf...
.000.
.
Cukup sampai disini, semoga pembelajaran hari ini membuat kita berhati- hati menjaga amanah Allah Ta'ala. Agar amanah itu pulang dengan membawa anugerah yang penuh cahaya-Nya.
Tanamkan Ikhlas, sabar, syukur, dan ridha agar kita menjadi Mukmin sejati yang benar- benar dicintai Allah dalam Rahmatullah.
.
.
Aamiin Allaahumma Aamiin....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar