Laman

Selasa, 11 April 2017

MAKNA HAKIKAT ISRA' DAN MI'RAJ.

Para hamba- hamba Allah yang dirahmati-Nya.
.
Tahu kalian apakah Isra' Wal Mi'raj itu ?
Apa hubungannya hamba dengan Isra' Wal Mi'raj itu?
Mari kita simak bersama- sama dalam hati...
.
ISRA' MI'RAJ adalah :
Ini peristiwa tentang Tajali perjalanan Turun.
TARAQI adalah :
Perjalanan Naik ( Mi'raj). Dan TANAZUL adalah :
Perjalanan Turun naik.
Bahwa :
Asal usul Adam mestilah mengembalikan AMANAH ALLAH yakni :
.
Pertama asal diciptakan manusia itu dari sari pati TANAH (Adam).
Adapun wujud Adam itu adalah dari :
NUR MUHAMMAD.
Jasad dan Ruh ialah :
Diciptakan dari :
NUR MUHAMMAD JUGA.
.
Hakikatnya adalah :
- Sebenar- benar Insan ialah :
" RUH "
Sebenar- benar Ruh adalah :
" INSAN "
Sebenar- benar Insan adalah :
" MUHAMMAD "
Sebenar- benar Muhammad ialah :
" NUR ALLAH "
Sebenar- benar Nur Allah adalah :
" NUR DZAT "
Sebenar- benar Nur Dzat ialah :
" ILMU PENGETAHUAN PANDANGAN SYUHUD YAKNI :
PERJALANAN SALIK NAIK TURUN NAFAS...
.
Pengertiannya adalah :
Naik pujianya :
" HU "
Melengkapi 7 petala Langit.
Wujudnya adalah :
" LAA HARFUN WALAA SHAUTIN " yakni :
inilah DIRI-NYA DZAT.
.
Ketika Turun pujianya adalah :
" ALLAH "
Melengkapi 7 petala bumi.
Wujudnya adalah :
" BA BASYIRAH "
inilah Dzat dirinya.
Dirinya siapa?
Dirinya hamba yang turun tadi.
Maka bunyinya tubuh badan kita itu adalah Allah.
Dan naiknya itu memasuki batin namanya " HU " Diri yang tak kelihatan( Ahmad).
Inilah pengertian Isra' Mi'raj Hamba, melalui turun naiknya nafas, zahir dan Batin, Allah dan Hamba.
.
Inilah dinamakan Suatu perjalanan Hamba yang dikisahkan peristiwa Nabi dengan Isra' Mi'raj Beliau.
Tujuannya adalah kepada kita semu yang mengikuti Nabi.
Semua ada maknanya.
Baik zahir Nabi maupun batin Nabi kita.
Begitu pula dengan kita.
Inilah Maqam Salik Taraqi.
Inilah yang dinamakan :
TANAZUL.
Turun naik, tetap berdiri sendirinya. Sampai kembali ke-Rahmatullah....
.
.
Aamiin...


-----------------------ooooo000ooooo------------------------------
 
saya mau bertanya sedikit tentang " HIDUP dan yang mengHIDUPkan ...."
karna dalam mencari dan mengenal DIRI berarti kita sedang mengenal ALLAH ......
Jika hidup kita karna NAFAS yang keluar masuk lewat hidung...
Apakah ALLAH itu ada dalam NAFAS ?
sedangkan seorang bayi yang masih didalam kandungan RAHIM ibu selama 9 bulan tidak berNAFAS tapi bayi itu sudah bisa bergerak gerak menunjukan keHIDUPannya ........
berarti NAFAS bukanlah satu satunya yang berKUASA dalam diri kita ......
Apakah ALLAH itu ada dalam " HIDUP " ???
Apakah ada lagi yang lebih berKUASA lebih TINGGI daripada yang "HIDUP " ????

 
jawab : Coba kamu ambilkan satu buah nangka, ini contoh saja, lalu kamu belahkan menjadi dua, Setelah kamu belah, ambil biji kecilnya, belah lagi bijinya itu, setelah kamu biji tadi, maka apa yang kamu lihat? Tentu tidakkan! Nah jadi, yang tidak nampak itulah yang menghidupkan biji tadi, dan biji itulah akan menghasilkan buahnya menjadi buah nangka. Perkembangan kehidupannya adalah dari yang tidak nampak tadi itulah kehidupan. Itulah hakikat hidup yang menghidupkan biji tadi lalu menjadi sebuah buah nangka. Itulah Dzat Allah, puncak awa kehidupan dan menghidupkan sekalian makhluk... Jadi pungsi kehidupan itu ada 3 hal yakni Allah yang Maha hidup, bersifat Qadim. Dia menghendaki Qudrat dan Iradah-Nya untuk menjadikan makhluk, berarti Dia Allah yang mengadakan kehidupan Makhluq. Lalu Dia berkehendak pada Diri-Nya untuk tidak dapat dilihat oleh makhluq-Nya. Maka Allah itu Ghaib pada rahasia-Nya. Rahasia-Nya itu adalah hakikat Insan. Itulah Ruhani. Ruhani itu halus, sulit ditembus oleh mata kasyaf kita, makanya ia disebut Diri batin. Diri batin itu dibungkusi dg daging, tulang, darah dan kulit. Maka diri batin ghaib didalam tubuh jasad. Tetapi diri batin itu keberadaannya didalam hati. Dia-lah hidup, yang menghidupkan jasad zahir. Hakikat kehidupan diri batin itu berasal dari Maha hidupnya Allah. Itulah puncak hidup.. Makanya diri batin itu disebut Diri sebenar diri insan., diri sebenar itu dinamai Ruh. Dan ruh itulah kehidupan untuk Dirinya sendiri, maksudnya diri batinnya. Diri batin itulah ruh yang menggerakkan jasad. Maka jasad menjadi hidup dan bergerak. Tetapi, jika ruh itu keluar dari jasad, tentu Jasad akan tidak akan bergerak lagi alias mati. Maka ruh itu bermacam- macam namanya.. Lalu ruh itu menyukai pada hati, dan bertempat didalam hati, dan ia berubah menjadi nyawa/ jiwa, jiwa itulah diberi nama Muthmainnah artinya ruh itu menyukai ketenangan.. . Jadi tidak ada berkuasa atas tiap- tiap sesuatu kecuali Dia-lah yang berkuasa. ALLAH lah yang maha Qadirun. Dia mengadakan kehidupan, baik berupa hidup dalam kandungan yang belum bersifat, namun Dia-lah hayat-Al-Hayyun... Dialah yang maha hidup tiada terbatas pada Dzat-Nya.. Dia lebih terdahulu sebelum ada kehidupan. Dia- lah maha Syahadat kehidupan, lalu menjadi ada kehidupan, kehidupan Hakikat-Nya tidak tersebut karena Dialah Hakikat segala kehidupan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar