Laman

Jumat, 01 Mei 2015

Training Allah Ta’ala (2)


    Training Allah Ta’ala berupa suluk bukanlah training biasa, itu adalah satu-satunya sekolah ruhani yang resmi dari Allah Ta’ala. Lewat suluk ruhani murid dinaikkan secara bertahap dari satu maqam ke maqam berikutnya sampai mencapai tahap makrifat yang sempurna, memandang Wajah Allah SWT Yang Maha Agung dan Maha Sempurna. Siapa yang bisa menuntun ruhani murid demikian sempurnanya? Dia adalah Mursyid yang Kamil Mukamil yang dalam dirinya telah bersemayam Arwahul Muqadasah Rasulullah yang bisa mensucikan seluruh ruhani orang-orang yang beserta dengannya.
    Dalam suluk, menusia secara bertahap akan melewati alam Jabarut menuju alam Malakut dan sampai ke Alam Rabbani. Ketika ruhani murid mencapai alam Malakut maka dia sudah pasti diizinkan oleh Allah Ta’ala berjumpa dengan para malaikat, bahkan dengan hubungan yang sangat akrab. Maka suluk yang berkualitas pasti mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang dijanjikan dalam Al-Qur’an dan Hadist. Syariat membahas sifat-sifat dan tugas dari malaikat, sedangkan di suluk ruhani murid akan dipertemukan langsung dengan malaikat sehingga murid bisa membedakan mana setan, mana manusia dan mana malaikat.
    Itulah sebabnya maka di dunia ini tidak ada training yang bisa menandingi kehebatan suluk bahkan tidak ada yang bisa menyamainya. Lalu kenapa ada orang yang telah melakukan suluk berpuluh kali tidak mempunyai pengalaman seperti yang saya tuliskan di atas?
    Pertama, dia tidak sungguh-sungguh melaksanakan suluk, mengikuti aturan yang ada atau memiliki niat tidak murni. Kedua, suluk yang diikuti tidak seusai dengan apa yang tetapkan Rasulullah, bisa jadi Guru yang membimbingnya tidak memiliki kualifikasi sebagai seorang pemimpin suluk yang memahami secara mendalam ruhani seluruh murid yang mengikuti suluk.
    Dalam suluk murid dianjurkan untuk tidak banyak berbicara bahkan dibatasi jumlah perkataan, bertanya hanya untuk hal yang sangat penting, tidak mendengar hal-hal yang tidak bermanfaat, mengurangi tidur dan mengurangi makan, memperbanyak zikir siang dan malam. Dengan mengurangi berkata, maka Qalbu akan semakin “hidup” terkoneksi dengan Allah SWT siang dan malam, otak pun tidak diberi kesempatan untuk mengolah informasi karena setiap kita berbicara pasti otak mempersiapkan apa-apa yang akan kita bicarakan. Dengan mengurangi berkata selama dalam suluk maka semakin mudah kita berkomunikasi dengan Allah SWT lewat zikir yang intensif.
    Suluk juga melatih murid untuk disiplin dalam ibadah dan dalam kehidupan sehari-hari. Shalat tepat waktu secara berjamaah, zikir tepat waktu, makanpun tepat waktu secara bersama. Rasa persaudaraan akan semakin kuat diantara peserta suluk. Keakuan dan kesombongan secara pelan akan memudar karena semua diperlakukan dengan sama tanpa memandang status sosial dan pangkat duniawi yang disandangnya. Suluk adalah sarana paling ampuh untuk membina ukuwah Islamiah, mencintai saudara seperti mencintai diri sendiri seperti yang disampaikan Nabi dalam hadist Beliau.
    Kalau anda telah jenuh dengan rutinitas dunia, segudang masalah tersimpan di memori otak anda yang sulit terhapus dan gairah hidup semakin menurun, maka suluk adalah solusi yang tepat untuk men-Charger kembali energi hidup anda sehingga keluar dari suluk anda menjadi pribadi yang benar-benar baru, penuh semangat serta menelusuri kehidupan dunia ini dengan tanpa keraguan.
    Suluk memiliki keunikan tersendiri, walaupun anda pernah melakukan suluk ketika memgikuti suluk berikutnya pasti anda rasakan perbedaannya walaupun aturan-aturannya sama. Saya pribadi hampir 40 kali mengikuti suluk dan pengalaman yang saya rasakan setiap suluk selalu berbeda. Setiap suluk pasti ada hal baru, ilmu baru, pengalaman ruhani baru yang sulit diceritakan dengan kata-kata.
    Guru pernah memberikan nasehat, “Semakin bertambah umurmu seharusnya semakin banyak sulukmu”. Pada akhirnya kita tidak lagi menghitung berapa jumlah suluk yang telah kita tempuh. Syarat paling minimal harus 3 kali suluk dan paling bagus 7 kali agar memahami lebih mendalam. Tapi selanjutnya suluk adalah kebutuhan paling dasar seorang murid, dalam suluk Guru mentransfer ilmu-ilmu khusus kepada murid. Walaupun seorang murid berada 24 jam bersama Guru dia tetap wajib melakukan suluk. Hanya dalam suluk terjadi transfer ilmu langsung dari Allah yang murni dan hanya dalam suluk ruhani si murid diangkat tingkatannya.
    Ketika suluk berakhir, ada 9 nasehat penting diberikan Guru untuk murid sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dengan berpedoman kepada 9 nasehat penting tersebut maka murid akan selalu berada dalam Alam Suluk walaupun dia tidak melakukan suluk. Salah satu dari 9 nasehat penting adalah “Jangan kembali kepada perbuatan yang munkar, seperti…”. Setelah selesai suluk, jasmani dan ruhani murid kembali sehat dan segar sehat dengan demikian untuk menjaganya kondisi ini, murid harus manjaga diri untuk tidak melakukan hal-hal tercela yang dilarang agama. Perbuatan munkar akan menambah noda dalam Qalbu dan ketika Qalbu tertutupi dengan noda maka komunikasi dengan Allah akan terganggu.
    Dalam tahap tertentu, kita akan bisa memahami ucapan tokoh sufi terkenal Rabi’ah al-Adawiyah yang tidak takut neraka dan tidak mengharapkan surga. Seorang sufi tidak melakukan dosa bukan karena takut ancaman neraka atau takut tidak kebagian kapling di surga, dia menjaga Qalbu nya tetap bersih agar setiap saat dia selalu bisa bersama Sang Kekasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar