Laman

Sabtu, 16 Agustus 2014

BENCI... CINTA... SULUK.


Menurut psikolog ternama Amerika George A. Miller setiap detik lebih dari 2 juta informasi masuk ke alam bawah sadar manusia dan informasi-informasi tersebut ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Informasi-informasi yang masuk sebagian akan tersimpan di alam bawah sadar kemudian mempengaruhi cara berfikir dan bertindak. Kalau informasi lebih banyak positif dari negatif maka perilaku kita akan menjadi positif sementara kalau informasi yang diterima alam bawah sadar lebih banyak negatif maka akan membentuk perilaku yang negatif pula.

Lingkungan akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia karena dari lingkungan manusia memperoleh informasi-informasi sehari-hari. Lingkungan yang baik dengan nilai-nilai positif akan membentuk perilaku positif sementara lingkungan buruk akan membentuk perilaku buruk pula. Orang tua adalah lingkungan pertama dari seorang anak, dari orang tua dia memperoleh nilai-nilai pertama, kalau nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tua baik maka anak akan menjadi baik sementara kalau nilai-nilai yang ditanamkan orang tua tidak baik akan membuat anak-anak tidak baik. Nabi dalam hadist menyampaikan pesan berupa peringatan kepada orang tua akan tanggung jawabnya, “Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah dan orang tualah yang menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi”

Karena anak ibarat kain putih tanpa noda maka peran orang tua akan sangat menentukan akan masa depan anak, membentuk perilaku dan menentukan takdir dari anak itu dikemudian hari. Anak yang lahir dari keluarga dimana kedua orang tuanya pemarah, sifat itu akan menurun kepada anak.

Orang tua yang tidak disiplin, kemudian menerapkan disiplin kepada anak, maka yang diikuti oleh anak bukan ucapan orang tua, tapi perilaku orang tuanya, hasilnya si anak tidak akan menjadi disiplin. Seorang Bapak yang suka merokok di depan anaknya (menunjukkan sikap yang tidak disiplin terhadap kesehatan), kemudian dia menerapkan disiplin belajar untuk anaknya, di alam sadar anak akan patuh namun di alam bawah sadar si anak akan berontak karena diperintah oleh orang yang tidak disiplin.

Maka untuk mengubah perilaku anak tidak harus menggunakan cara-cara yang canggih dan luar biasa, cukup dengan mengubah diri kita maka anak akan mengikuti dengan sendirinya. Sama halnya dengan seorang pemimpin, ketika apa yang diucapkan berbeda dengan apa yang dilakukan maka ucapan-ucapannya tidak akan berbekas di hati orang-orang yang dia pimpin.

Seorang pemimpin yang sering berbicara tentang moral, menganjurkan warganya berakhlak yang baik, tidak berbuat maksiat bahkan yang berbuat maksiat ditangkap dan dipermalukan di depan orang ramai tapi si pemimpin sendiri diam-diam melakukan hal-hal yang dia larang, maka ucapan-ucapannya tidak akan berbekas bahkan alam secara pasti akan memberikan hukuman kepada dia di sadari ataupun tidak.

Itulah sebabnya sebagian pemimpin yang tampil bak malaikat tanpa cela, memberikan hukuman-hukuman atas pelanggaran moral, dikemudian hari sang pemimpin justru jatuh di tempat yang sama, dipenjara sebagai koruptor atau tertangkap basah melakukan perbuatan-berbuatan asusila.

Hal ini terjadi karena dia melarang sesuatu yang dia sendiri tidak sanggup mematuhi atau dia terlalu membencinya. Ketika kebencian terhadap sesuatu berlebihan, maka kita memberikan energi yang kuat untuk menarik hal-hal yang dibenci dan tanpa sadar kita menarik diri menjadi orang yang kita benci.

Coba perhatikan dengan seksama, orang-orang yang atas nama agama kemudian dia membenci agama lain secara berlebihan, tanpa sadar dalam beberapa hal dia akan mengikuti perilaku dari agama yang dibenci.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Kebencian mengandung energi negatif yang membuat pribadi kita semakin jauh dari nilai-nilai kebenaran. Kebencian akan menguras kebaikan-kebaikan dan menarik keburukan dalam diri kita.

Sementara Cinta kebalikan dari benci akan memberikan energi positif yang membuat hidup semakin tercerahkan. Hakikat dari ibadah harus didasari oleh cinta bukan karena takut sesuatu ataupun benci terhadap sesuatu. Kebencian berlebihan terhadap apapun tidak akan memberikan kebaikan kepada anda. Bagaimana sikap anda terhadap orang berbuat maksiat, orang-orang yang melanggar perintah agama? Anda harus kasihan kepada mereka atas ketidakberdayaannya dan berdoa agar Allah membuka hati dan menuntun mereka bukan memberikan energi benci kepada mereka.

Maka akan menarik disimak ucapan Rabi’ah ketika dia ditanya tentang kebencian terhadap sesuatu. Seseorang bertanya kepada Rabi’ah al Adawiyah,

“Rabi’ah, apakah kau membenci setan?”

Rabi’ah menjawab, “Cintaku kepada Allah tidak menyisakan sedikitpun kebencian kepada selain Dia”.

Ucapan seperti Rabi’ah dia atas hanya bisa keluar dari seseorang yang jiwanya telah tercerahkan, hatinya telah disucikan dan bathinnya telah terbebas dari kebencian sehingga dalam hatinya hanya ada Cinta dan kasih sayang.

Cara paling baik untuk menghilangkan kebencian dalam hati adalah dengan menghapus informasi-informasi negatif dalam alam bawah sadar dan mengisi dengan informasi-informasi positif sehingga kita melihat sesuatu dengan pandangan positif. Bagaimana caranya???

Allah yang Maha Penyayang telah membuka rahasia untuk membersihkan alam bawah sadar manusia dari informasi negatif dengan jalan iktikaf selama 10 hari dibawah bimbingan Sang Master Yang Arif dan Bijaksana. Selama 10 hari tidak satupun informasi dari luar yang masuk dan disaat yang sama akan terbuka alam Rabbaniah mengisi alam bawa sadar manusia dengan Energi Murni, Energi Ilahi, mengisi alam bawah sadar dan Qalbu manusia dengan informasi yang langsung dari Allah Ta’ala sehingga manusia kembali menjadi normal, fitrah, mengikuti kodrat manusia.

Manusia-manusia yang telah mengikuti training dibawah bimbingan Allah Ta’ala selama 10 hari akan menjadi manusia yang sempurna secara lahir dan bathin. Secara zahir selama 10 hari dia hanya makan makanan yang sehat menurut standar manusia, makanan yang dimasak oleh orang yang terbebas dari fikiran-fikiran kotor dan menjaga kesucian diri dengan tidak batal wudhuk dan menjaga kesucian bathin dengan tidak memikirkan hal-hal bersifat duniawi. Makanan sehat zahir bathin itu yang mengisi raga nya selama 10 hari sementara makanan-makanan rohani yang diambil dari Alam Tak Terhingga dari sisi Allah Ta’ala akan mengisi alam bawah sadar dan qalbunya sehingga disana hanya ada satu energi yaitu energi Ilahi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar