Laman

Sabtu, 31 Januari 2015

"Dia (allah) yang awal,yang akhir,yang zahir dan yang bathin"


Assalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Pada zahir nya terbagi-bagi. pada dzatNya tidak terbagi dan tiada berubah karna ia allah seperti firmanNya dalam surat Al-hadid : 57;3 yang artinya:

"Dia (allah) yang awal,yang akhir,yang zahir dan yang bathin"

Ini bermakna bahwa :

Awal tidak di ketahui,akhir tidak berkesudahan,zahirNya amat tersembunyi serta bathinNya tiada di dapat. Memandang diriNya dengan diriNya,Melihat diriNya dengan dzatNya,dengan sifatNya,dengan af'alNya,dengan atharNya (bekas)
sungguhpun namaNya empat tapi hakikatnya esa jua adanya, yang kalau di ibaratkan kata sbb:

Wujud ku dari padaNya,dan kuasa ku dengan Dia
Tiada bedanya antara hamba dengan tuhan ku
Melainkan dengan dua (2) martabat
Martabat tuhan dan martabat hamba (hablu minallah dan hablu minanas)
Inilah ibarat kata : siapa mengenal dirinya,mengenal lah ia tuhanNya

KITA KEMBALI PADA PEMBAHASAN....!!!
-----------------------------------------------------------------------

Allah ta'ala tidak bertempat dan tidak bermisal, mana ada tempat jika lain dari padaNya tiada....? mana misal,mana tempat, mana warna.....? sangat-sangatlah mustahil untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tsb,
Begitupun juga dengam si hamba, hendaknya jangan bertempat,jangan bermisal,jangan berjihad (mencari), tuhan.karna sifat hamba adalah sifat tuhan jua adaNya dan perlu di ketahui Allah maha suci maka sucikan diri mu seperti tuhan mu.seperti bait kata di bawah ini:

" Apabila sempurna fakirnya, maka ia itu allah dan hidupnya dengan hidup allah "

Dan :

Kepada kekasih yang tiada warna itu
Kau kehendak allah wahai hati
Jangan kau padam kan
Mudah-mudah han wahai hati
Bahwa segala warna dari pada tidak berwarna datangnya
Wahai hati.
Barang siapa yang mengambil warna dari pada allah
Itu lebih baik wahai hati

(harap di baca berulang-berulang bait syairnya agar faham)

Kembali lagi........!!!

Yang awal tidak berwarna dan tidak berupa,sedangkan segala rupa yang dapat di lihat dan dapat di bicarakan dan sekalian mahluk itu allah jua adanya

maka........"
barang siapa yang menyembah mahluk,ia itu musyrik
seperti menyembah orang mati,jantung,paru-paru
sekalian itu berhala jua HUKUM NYA
barang siapa menyembah berhala ia itu KAFIIIR

Wabillahi taufik wallhidayah,wassalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar