Laman

Sabtu, 31 Januari 2015

Pengertian dasar tentang " DIRI "


Assalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Pengtahuan dasar yang harus di miliki dalam meninjau pengertian dasar tentang " DIRI " adalah dengan memahami konsep nama tuhan yaitu " ALLAH " yang mengandung pemahaman akan Dzat,sifat,asma,dan af'alNya sebagai asalnya " DIRI ".
Pengetahuan "SIFAT" sebagai penghubung untuk memahami ke adaan diri secara hakiki,telah umum di pakai oleh para pelaku syari'at,thariqat,hakikat dan ma'rifat (kebathinan) islam dan kelompok aliran lain nya yang gemar mengkaji " DIRI ". Bagi setiap diri sebagai pelaku agama(moral) yang awam sekalipun,harus memperoleh pengetahuan,keterampilan dan sikap dalam mengenal diri sebagai dasar membangun agama dalam diri setiap diri.

Kita kembali pada lafaz "ALLAH"........!!!
--------------------------------------------------------------------

Menyebut nama "ALLAH" dalam kalam (perkataan),pastilah fikiran dan rasa akan mencari tahu gambaran yang akan menjadi sandaran kalam tsb,sejauh mana fikiran dan rasa mencari sandaran akan gambaran nya, sejauh itu gambaran akan di dapat yang kemudian akan menjadi pengetahuan dan pengetahuan melahirkan keyakinan dan keyakinan tidak memiliki standar (patokan) mutlak.maka.....!!! tampa standar mutlak kita tidak dapat memperdebat bahkan tidak bisa di jadikan perdebatan konyol apa yang menjadi keyakinan tsb.dan itu adalah suatu keyakinan berdasarkan pengetahuan dari pengembaraan fikiran dan rasa denga analisa terhadap nilai simbolis agama yang tersyari'at nyata pada " DIRI"

Struktur atau susunan nama tuhan "ALLAH" yang dalam abjad arab terdiri dari huruf "ALIF, LAM awal, LAM akhir dan HA ", itu memiliki kemampuan yang mengarahkan fikiran dan rasa dalam struktur pengetahuan serta pembangunan keyakinan dalam menangkap gejala ke ghaiban adanya Dzat,sifat,asma dan af'alNya yang pendefinisian nya sebagi berikut :

1.Alif ~ melambangkan adanya Dzat. maka...pengetahuan di alam fikiran dan rasa harus mampu mencari penyaksian akan adanya dzat tsb

2.Lam awal ~ melambangkan sifat. maka.....pengetahuan di alam fikiran dan rasa harus mampu mencari persaksian akan adanya sifat tsb

3.Lam akhir ~ melambangkan asma. maka.....pengetahuan di alam fikiran dan rasa harus mampu mencari penyaksian akan adanya asma tsb

4.Ha ~ melambangkan af'al (perbuatan).maka..... pengetahuan di alam fikiran dan rasa harus mampu mencari penyaksian akan adanya af'al tsb

Perlu di ketahui,
Nilai-nilai persaksian ketuhanan itu,ada dan terbentang dalam "DIRI" sebagai ayat (tanda-tanda) ke adaan dan kebesaranNya.dan di harap kan struktur nama tuhan "ALLAH" tsb,yang tersyari'at dalam nilai simbolik (lambang) itu, di kenyataan hidup harus membentuk struktur pengetahuan di alam fikiran dalam wilayah hakikat (rasa) sehingga memberikan keyakinan di dalam wilayah "MA'RIFAT

Kembali lagi.......!!!
-------------------------------

Di dalam al-qur'an,lafaz allah di tulis sebanyak 2,696 X(tempat).
Apa hikmah yang dapat kita ambil dan mengapa begitu banyak nama allah bagi dzat yang maha esa itu bagi kita sekalian....???

Coba renungngi atau ingat akan pesan allah ta'ala di bawah ini:

" wahai hamba ku,janganlah kamu sekalian lupa kepada nama ku "

Maksut dari pesan singkat itu,tuhan berkata bahwa "ALLAH" itu nama ku serta dzat ku,dan tidak akan pernah bercerai antara nama dan dzat ku itu,karna ia esa jua adanya (satu)

Mari kita kaji kalimat "ALLAH" satu persatu.
Allah adalah sebuah nama.sekalipun di gugurkan huruf itu perhuruf maka...!!! nilai nya tidak akan pernah berkurang,bahkan akan mengandung makna dan arti yang mendalam serta mengandung rahasia penting bagi kehidupan sekalian selaku umat manusia yang telah di ciptakan oleh allah ta'ala dalam bentuk yang paling sempurna.Allah .... jika di eja atau di baca maka ia akan berhuruf dasar:

= Alif
= Lam awal
= Lam akhir
= Ha

Se andainya kita ingin mengetahui kesempurnaan nya akan huruf itu.maka....!!! gugurkan satu persatu atau perhuruf yang mana penguraian nya sebagai berikut :

1.Gugurkan huruf pertama yaitu "ALIF" maka akan tersisa tiga huruf saja dan ejaan nya tidak lagi "ALLAH" melainkan akan di eja "LILLAH" artinya :

"Bagi allah,dari allah,untuk allah,kepada allah akan kembalinya segala mahluk"

2.Gugurkan huruf kedua yaitu "LAM awal" maka akan tersisa dua huruf saja.dan ejaan nya tidak "LILLAH" lagi,melainkan akan di eja "LAHU" (lahu mafissamawati wal ardi) artinya :

" bagi allah segala apa saja,yang ada tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi "

3.Gugur huruf ketiga yaitu "LAM akhir" maka akan tersisa satu huruf saja dan ejaan nya tidak "LAHU" lagi,melainkan ejaan nya "HU" ( huwall haiyul qayyum) artinya :

" dzat allah yang hidup dan berdiri sendiri"

Kalimat "HU" ringkasan dari kalimat "HUWA" sedangkan kalimat "HUWA"mengandung makna "DZAT" misal nya :

"Qull huwallahu ahad" artinya katakan. Allah itu satu.makna nya Dzat yang bersifat sempurna yang bernama allah,sedangkan nama allah itu "HU" dan "HU" itu "AH" sedangkan hakikat dari kalimat "AH" itu Dzat
Perlu di ketahui pula .... jika pada kalimat "ALLAH" kita gugurkan lam awal dan lam akhir maka akan tinggal dua huruf yang awal dan yang akhir.
apa ejaan nya....??

tentu ejaan nya "AH"

kenapa bisa begitu.....!!?

huruf alif dan huruf ha,yang apabila di baca akan berbunyi "AH" jika kalimat "AH" di tulis dengan huruf arab yang terdiri dari dua huruf tsb,maka....!!! arti dalam bahasanya di sebut "INTAHA" yang artinya kesudahan dan ke akhiran nya.
Se andainya kita berjalan mencari allah,tentu akan ada permulaan dan kesudahan nya.akan tetapi...' kalau sudah sampai pada lafaz zikir "AH" maka sampailah perjalanan itu ke tujuannya yang di maksut
Selanjutnya gugurkan huruf awal yaitu huruf Alif dan huruf akhir yaitu huruf Ha,maka akan tersisa dua huruf di tengahnya yaitu huruf Lam awal (lam alif) dan Lam akhir (la nafiah). jika berkata LA (tidak) ILLAH (ada tuhan) maka....!!! Nafi mengandung isbat.dan isbat mengandung nafi,tiada bercerai atau berpisah antara nafi dan isbat tsb.

4.Gugurkan huruf Lam awal,Lam akhir dan Ha
maka yang tertinggal juga dua huruf alif dan lam yang pertama. Dan kedua huruf yang tertinggal itu di namai "ALIF,LAM,LATIF"
dan kedua huruf itu menunjukkan Dzat allah,maksutnya ma'rifat yang se ma'rifat dalam arti yang mendalam bahwa allah bukan "NAKIRAH"
kalimat allah adalah ma'rifat yaitu isyarat huruf Alif dan lam awal pada kalimat ALLAH.

NB:
Hakikat dari ma'rifat yang se ma'rifat adalah dua nama menuju satu wujud ibarat adam dan hawa yang saling mengenal untuk menuju satu keyakinan adanya allah dan itulah yang di sebut nikah bathin

Wabillahi taufik wallhidayah,wassalamu alaikum warahmatullag wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar