Laman

Rabu, 29 Januari 2014

Bagaimana Sifat Jalal Disisi Zat Allah?


Menyambung artikel sebelumnya tentang Sifat Kamalat, maka kali ini akan dijabarkan bagaimana perwujudan sifat jalal yang merupakan kebesaran Allah semata. Bagaimana sifat Jalal yang merupakan sifat Kebesaran Allah bisa dirasakan?

Bukti Sifat Jalal, Kebesaran Allah

Sifat Jalal berasal dari perbendaharaan Hukum-Nya yang tiada berbatas, diantaranya termasuk hukum nyata yang disebut hukum alam (sunatullah) maupun hukum yang tersembunyi di Al Malaaul A'la, dimana Allah kemudian menurunkan bentuk Kebesaran-Nya berupa:

Hukum yang dijalankan kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali, kepada makhluk apapun yang hidup di alam semesta yang nyata ataupun tersembunyi. Hukum-hukum yang pernah dijalankan manusia tak lain berasal dari alam Al Malaaul A'la, bahkan hukum yang yang akan (belum terjadi) dijalani nantinya sudah tertulis disana. Tidaklah suatu hukum datang begitu saja, apapun bentuk hukum yang sifatnya duniawi dan akhirat telah diberikan Allah melalui akal pikir manusia, hanya saja kita tidak menyadarinya.
Ruh makhluk yang ber-nyawa, dimana ruh nantinya akan diberikan nikmat dari Allah kepada jin dan manusia ketika hidupnya mencari jalan untuk kembali kepada asalnya, dan mereka akan merasa tersiksa jika tidak kembali ke tempat asal usul terciptanya ruh tersebut. Bgaiamana ruh itu tersiksa? Ketika manusia itu meninggalkan raga maka dia akan mencari jalan pulang, tetapi mereka yang tidak mengetahui jalan kembali kepada Allah maka akan terus berada di Bumi hingga hari berbangkit. Bagaimana ruh bisa mencari jalan kembali kepada sang pencipta ketika manusia itu masih hidup? Maka setiap manusia bisa memerintahkan ruh Idhafie untuk mencari jalan kebenaran, dimana ruh ini dapat melihat apapun tanpa mengenal jarak dan menembus dinding alam nyata, menerobos masa lalu dan masa mendatang. Ruh ini mampu bekerja dalam keadaan terjaga atau tanpa sadar (mimpi), dimana dia dianggap memiliki kekuatan superanatural yang mampu bergerak kemana saja sesuai keinginan manusia, dan dia bertindak atas nama Allah di alam Asma'.
Angin yang diberikan kepada tujuh petala Bumi berupa tujuh gelombang frekwensi yang dimulai dari titik fokus susunan tata surya Bima Sakti, yaitu dari matahari ke Bumi. Maka dalam ilmu astronomi dikenal sebagai angin surya yang memancarkan radiasi panas yang kuat, tetapi bumi menyaring angin surya ini melalui lapisan atmosfer. Begitu juga angin yang ada di Bumi dipengaruhi matahari sehingga dapat dirasakan panas atau dingin.
Akal Pikiran yang memiliki derajat Mutawassith, yaitu akal pikir dalam hal membangun urusan duniawi termasuk didalamnya cabang ilmu sosial dan cabang ilmu budaya. Sementara akal pikir yang membangun ukhrawi termasuk didalamnya ilmu Kalam (ushuluddin, hakikat tauhid) dan I'tikad.
Dari alam Al Malaa ul a'la telah diturunkan Allah ilmu Hakikat Tauhid kepada umat manusia, dimana ilmu ini nantinya berguna untuk melepaskan ruh dari ikatan syirik terhadap sang Pencipta. Ketika manusia tidak mengenal ilmu tauhid, sekalipun membaca ayat Al Fatihah bisa menimbulkan syirik. Karena keajaiban yang diterima menurutnya akibat dari ayat tersebut, bukan dari Allah.
Tujuh Petala Bumi adalah tujuh gelombang yang berasal dari jalur orbit Bumi dan bulan sebagai satelit, diantaranya dua gelombang berasal dari Venus dan Merkurius, dan lima gelombang lainnya tanpa planet. Alam Tujuh petala Bumi ini dikuasai oleh makhluk jin dimana kekuasaannya berada dari titik matahari yang panas hingga di Bumi.
Alam Jin, merupakan alam makhluk Allah yang hampir mayoritas memiliki sifat sombong dan takabur untuk mempengaruhi manusia agar tersesat menuju jalan kepada Allah. Sebagian jin ada pula yang meyakini Islam, akan tetapi sifat terburuk manusia adalah dasar mengukur sebaik-baik Jin, sehingga nantinya jika jin itu masuk surga akan menempati surga tingkat pertama. Untuk mengenal tentang Alam jin yang dijelaskan disini bisa ditemukan pada artikel terdahulu "UFO Dan Wilayah Alam Jin".

makhluk jin, kebesaran allah

Hai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup melintasi penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya) (Ar-Rahman 55:33-35)

Jadi, jika kita melihat seorang manusia yang telah membunuh dan menganiaya puluhan orang tak bersalah, maka seperti itulah sebaik-baik sifat jin. Tetapi sayangnya, banyak orang dan tanpa terkecuali paranormal yang menggunakan kekuatan jin untuk membantu urusan duniawi mereka, para jin dipuja dan disembah sebagai dewa. Ketika para jin disembah dan dipuja, maka sifat mereka semakin sombong dan merasa mampu melewati tujuh petala langit untuk mendengar berita langit. Kemudian berita langit ini disampaikan kepada manusia atau paranormal yang menggunakan kekuatan mereka. Tetapi para jin ini tak bisa lolos dari nyala api dan cairan panas yang turun dari langit, secara fisik dapat kita lihat sebagai meteor dan petir.

Inilah bentuk daripada sifat Jalal, sifat Kebesaran Allah yang bisa dirasakan manusia. Tetapi manusia itu sebagian besar enggan mengakui dan tidak memiliki rasa keinginan untuk mencari jalan untuk mengenal sifat Tuhannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar