Laman

Selasa, 26 April 2016

RAHASIA RASULULLAH DICINTAI “PENDUDUK” LANGIT DAN BUMI


Nabi Muhammad merupakan sosok nabi yang istimewa. Beliau begitu dicintai oleh para “penduduk” langit, yaitu Allâh dan para malaikat-Nya. Sebagaimana Allâh berfirman: “Sesungguhnya Allâh dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS al-Ahzâb [33]: 56).
Betapa istimewanya Rasulullah hingga Allâh dan para malaikat turut bershalawat baginya. Bershalawat dari Allâh berarti memberi rahmat. Bershalawat dari malaikat berarti memintakan ampunan. Sedangkan bershalawat dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat, seperti dengan perkataan: Allâhuma shalli alâ Muhammad atau Assalamu’alaika ayyuhan Nabi (semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Nabi).
Tidak hanya oleh “penduduk” langit, “penduduk” bumi-pun amat mencintai Rasulullah. Bahkan diriwayatkan dalam sebuah kisah, dikala Rasulullah wafat, Khalifah Umar mengancam akan membunuh bagi siapa saja yang berani mengatakan bahwa Rasulullah telah wafat. Sampai pada akhirnya Khalifah Abû Bakar yang berani dengan tegas mengatakan, “Rasulullah telah wafat”. Betapa cintanya para “penduduk” bumi kepada Rasulullah hingga tak rela menghadapi kenyataan akan wafatnya beliau.
Kecintaan yang teramat mendalam kepada Rasulullah tentunya menyisakan tanda tanya besar bagi siapa saja yang hendak meneladaninya. Mengapa Rasulullah amat dicintai “penduduk” langit dan bumi? Apa rahasia yang dimiliki oleh Rasulullah? Padahal beliau adalah manusia biasa sama seperti kita, hanya bedanya ia diberikan wahyu. Lantas apa yang membuatnya begitu amat dicintai? Tetunya Rasulullah memiliki rahasia tersebut, tapi tidak lantas kemudian ia menyembunyikannya. Rasulullah dengan tulus mengajarkan kita tentang cara bagaimana agar dicintai oleh “penduduk” langit dan bumi. Pelajaran tersebut ia abadikan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.
Dari Abû ‘Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi dia berkata: “Seseorang mendatangi Rasûlullâh, maka beliau berakata: Wahai Rasûlullâh, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allâh dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda, Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allâh dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia.” (HR. Ibnu Majah).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar