Laman

Sabtu, 12 September 2015

Meraih Kemenangan Dengan Zuhud

Meraih Kemenangan Dengan Zuhud
Anak-anak sekalian....Aku melihat aktivitasmu, bukanlah aktivitas kaum yang muroqobah kepada Allah
Azza wa-Jalla, yang senantiasa takut kepadaNya. Anda malah berhubungan dengan mereka yang suka dengan kerusakan dan kehancuran. Anda berpisah dari para wali dan para sufi. Hatimu kosong dari Allah Azza wa-Jalla, dan anda penuhi dengan kesenangan dunia, pendukung dunia dan pilar dunia.
Anda perlu tahu bahwa rasa takut kepada Allah haruslah penuh di hati dan mencerahi hati, menerangkan dan menjelaskan hati. Jika anda bisa demikian, anda dipenuhi keselamatan dunia akhirat. Bila anda ingat mati, kesenangan anda pada dunia sangat sedikit, anda lebih banyak zuhud di dunia. Siapa yang akhirnya harus mati, bagaimana ia harus gembira pada dunia? Nabi Saw, bersabda:
”Setiap yang berjalan ada akhirnya, sedangkan akhir kehidupan adalah maut.” (Takhirj Ibnul Mubarak dalam bab Az-Zuhd)
Akhir dari kesusahan, kegembiraan, kekayaan, kefakiran, musim kemarau, musim hujan, sakit dan lapar, adalah maut. Siapa yang mati, datanglah kiamatnya, yang jauh jadi dekat. Seluruh milikmu akan musnah. Singkirkan semua milikmu dari hatimu, sirrmu, dan batinmu. Dunia punya batas sedangkan akhirat abadi tanpa batas. Kehidupan duniamu terbatas waktunya, kehidupanmu di akhirat abadi tak terhingga.
Jadikan semua dirimu sebagai wujud taatmu padaNya Azza wa-Jalla, jika anda bisa begitu anda bisa total bagi Tuhanmu Azza wa-Jalla.
Maksiat itu arah nafsu, dan taat adalah ketiadaan nafsu. Kesenangan mencari wujud nafsu, dan mencegahnya adalah hilangnya hasrat nafsu. Cegahlah hasrat syahwatmu dan jangan anda penuhi kecuali berselaras dengan ketentuan Allah Azza wa-Jalla, bukan dengan pilihan seleramu.
Raihlah kesenanganmu itu dengan tangan zuhud secara paksa, sehingga tangan zuhudmu yang menarikmu, yang kemudian kesenangan itu sampai pada nafsu. Harus ada zuhud sebelum anda mengenal keadaan diri anda. Kalau anda zuhud dalam kegelapan dan senang dengan hal yang terang, maka itu berarti kegelapan juga. Jika anda bisa keluar dari kegelapan itu anda malah akan melihat kecemerlangan.
Takdir itu awalnya terasa gelap, sedangkan jika anda kokoh bersama Sang Penentu Takdir, maka menjadi terang. Awal keadaanmu gelap, jika telah dibuka olehAllah Azza wa-Jalla, dan berada di hadapanNya Azza wa-Jalla, semua perkaramu menjadi terang benderang.
Bila datang cahaya rembulan ma’rifat, maka terbukalah kegelapan malam takdir. Bila anda melihat matahari ilmunya Allah Azza wa-Jalla, maka hilanglah beban-beban takdir. Kegelapan total justru terbuka jadi jelas di sekitar anda, yang jauh jadi tampak terang, dan segala problema tampak jelas solusinya.
Lalu jelaslah antara yang kotor dan yang bersih, mana untuk selain anda dan mana bagi anda. Anda bisa membedakan mana hasrat kemauan makhluk dan mana kemauan Allah Azza wa-Jalla, tampak mana pintu makhluk mana pintu Allah Azza wa-Jalla. Lalu anda melihat yang tak pernah terliohat mata danb tak pernah terdengar telinga dan tak pernah terlintas di hati manusia. Hati anda makan dari makanan musyahadah, minum dari minuman kemesraan, dan meakai pakaian qabul (diterima dihadiratNya Azza wa-Jalla) kemudian dikembalikan pada massa makhluk untuk menata kebaikan mereka, dan mengentaskan mereka dari kegelapan makhluk itu menuju Tuhannya Azza wa-Jalla. Dikembalikan pada Allah Azza wa-Jalla, bersama Dzat Yang Maha Menjaga dan Perlindungan dan kedamaian abadi.
Hai orang yang tidak percaya apa yang kukatakan ini, tidak beriman pada apa yang aku sampaikan. Kalian ini kulit tanpa isi, kulit kering yang hanya layak dibakar, kecuali jika anda bertobat, beriman dan benar.
Hai kalian! Jika anda taubat, beriman dan mebenarkan, maka di masa mudamu anda dapatkan kebaikan, keselamatan dan kemanisan. Jika tidak, justru anda akan dapatkan belahan beling yang siap memotong lidah anda, jantung dan hati anda. Terimalah ucapanku, karena aku sangat peduli padamu. Terimalah...Jangan benci dan memusuhiku, jangan sekali-kali ada permusuhan antara diriku dan dirimu.
Aku ini seperti masjid bagi sholatmu, aku membersihkan najismu dan kotoranmu. Aku menunjukkan jalan padamu, dan menyiapkan hidangan makanan dan minuman bagimu. Lakukan karena itu semua untukmu, sama sekali aku tidak mau minta balas jasa darimu. Balasan hanya dari Allah Azza wa-Jalla, karena pekerjaanku melayani orang yang mencari Allah Azza wa-Jalla.
Bila pencarianmu pada Al-Haq Azza wa-Jalla benar, aku akan sangat melayanimu. Karena jika pencarian dan tujuan hamba benar menuju Allah Azza wa-Jalla, segalanya tunduk padanya.
Anak-anak sekalian....
Jadilah dirimu penasehat bagi jiwamu, jangan butuh padaku dan orang lain. Nasehati lahir dan batinmu, nasehati dirimu dengan terus mengingat mati, menghilangkan ketergantungan pada makhluk dan upayamu, lalu bergantunglah pada Tuhanmu Azza wa-Jalla, Tuhannya para makhluk Yang Maha Agung dan Maha Mengetahui. Bergantunglah pada limpahan RahmatNya, Kasih SayangNya dan jangan sibuk dengan selain Dia Azza wa-Jalla, karena kesibukan hatimu bisa membuat hijab dariNya.
Bila salah satu dari kalian beruntung karena didikanku maka aku gembira. Bila aku bicara lalu dia menolak, aku sedih. Orang beriman mendekatku, orang munafik lari dariku. Hai orang munafik, aku berselaras dengan Allah Azza wa-Jalla dalam hal amarahnya kepadamu, karena Allah Azza wa-Jalla menjadikan diriku neraka untuk membakarmu.
Kalau kamu taubat dan menerima ucapanku, serta sabar atas kerasnya ucapanku, maka aku menjadi penejuk dan penyelamat dari panasnya api, sungguh celaka, kalian kenapa tidak sadar?
Taatmu hanya lahiriyah belaka, batinmu penuh maksiat. Sebentar lagi kamu mati dan menderita, lalu kamu dipenjara di neraka Allah Azza wa-Jalla.
Hai kalian yang sangat minim amal, apakah kalian tidak malu berlumur kebatilan, siang dan malammu. Kalian menginginkan anugerah dari Allah Azza wa-Jalla, melalui kesembronoan?
Maka, segeralah memperbanyak amal ibadah, anda bisa mengembalikan diorimu. Setiap faktor yang masuk ada kejutan yang menyakitkan, namun akhirnya anda bersih danhilang kotoranmu. Jika anda bertobat, lakukan disiplin dari awal hingga akhir.
Hai orang yang membangkang pada tuannya, hai orang yang merasa cukup dengan pola pikirnya dibanding pandangan para Sufi, Para Nabi, Para Rasul dan orang-orang shaleh. Hai orang yang lebih percaya pada makhluk dibanding pada Allah Azza wa-Jalla, dengarlah sabda Nabi Saw.:
”Terlaknat! Terlaknat, siapa yang kepercayaannya tertuju pada makhluk sepadannya....” (Takhrij al-Mundziry dalam at-Targhib wat-Tarhib)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar