Laman

Rabu, 05 April 2017

INTI MA'RIFAT


Assalamu 'Alaikum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh...
¤
Ikhwanil Muslimiina RahimakuIkhwanil Muslimiina Rahimakumullaah.....
¤¤
Ketahuilah kalian semua....
Intinya Ma'rifat itu adalah Mengenal Diri yang sebenar- benarnya.
Bahwa kita berasal dari Allah (Qadim) dengan Kalimat :
¤
" INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN "
¤
¤
Tiga Faktor yang penting dalam kema'rifatan adalah :
¤
PERTAMA : LAA TA'YIN
Belum ada ketentuan- AHADIYAH...
Maha Tunggal Dzatul Buhti.
Dzat Yang Kekal...
¤
¤
PENJELASAN BEGINI :
¤
Disini Allah Ta'ala diumpamakan Laut yang tidak ada bergelombang....
Dia-lah Dzat Tuhan Yang Maha Suci Dan Maha Tinggi.
Tidak ada Martabat lagi diatasnya, bahwa :
Manusia Telah ada semenjak dahulu.
Dan tidak ada terpisah dengan Tuhan-nya.
Kita telah ada dan berada didalam rahasia semenjak dahulu sebelum terciptanya apa- apa.
Hanya kosong.
Hanya alam rahasia Tuhan dan hamba-Nya saja didalam Ilmu-Nya.
Namun belum ada nampak. Maka :
Kita belum dinampakkan-Nya. Cuma bersifat rahasia didalam rahasia-Nya.
¤
Jadi...
¤
Semenjak " Laa Ta'yin ", Manusia sudah tetap didalam Rahasia-Nya. Tetapi belum ada pengakuan apa- apa.
Karena memang belum Nampak dan belum ditampakkan..
¤
¤
KEDUA : TA'YIN AWAL.
Ketentuan yang pertama- WAHDAH...
TUNGGAL.
Hakikat Muhammad yakni :
Asal Mulanya segala menjadi ada dan tersedia.
¤
¤
PENJELASANNYA BEGINI :
¤
Disini Tuhan memperlihatkan Diri-Nya. Maka diperlihatkanlah Diri manusia itu dahulu didalam Diri-Nya sendiri.
Seraya melihat dan berkata :
¤
" ALASTU BIRABBIKUM ?? "
¤
Maka dijawablah dengan :
" BALAA SYAHIDNA "
¤
Setelah pengakuan itu terjadi, Maka Tuhan ber-Firman :
" Saat ini AKU- mengambil empat Anasir dari Tubuhmu...
KU- Jadikan Alam agar engkau menetap kelak "
¤
Maka kita menjawab dengan Kalimat :
¤
" LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI "
¤
Setelah itu, diambillah dari Rahasianya dijadikan Api...
Dari Ruhnya dijadikan Angin...
Dari Hatinya dijadikan Air...
Dari tubuhnya dijadikan Bumi (Tanah)...
¤
Maka... Jadilah Alam semesta dengan segala isinya...
Selanjutnya " TITIK "
Ini berkembang menjadi " BANYAK "
Tumbuh dan besar lalu menjadi " ALIF "
¤
¤
KE-TIGA : TA'YIN TSANI.
Ketentuan kedua- WAHIDIYAH...
Men-Tauhidkan Hakikat Adam yaitu :
" MANUSIA "
Asal mula manusia...
¤
¤
PENJELASANNYA BEGINI :
¤
Disini Allah seumpama laut dengan Gelombangnya...
Sesungguhnya Allah-Tuhan Yang Mah Suci dan Maha Tinggi diumpamakan : " LAUT " Sedangkan semua yang ada diumpamakan : " GELOMBANG "...
¤
Adapun Gelombang itu :
Tiada terpisah dari laut adanya bahwa :
Ke- Tiga Martabat diatas... Ke-Tiganya adalah : " QADIM "
Yang terdahulu maupun terkemudian hanyalah gelarannya saja, bukan karena waktu...
¤
Ketika kita mengatakan : Ahadiyah (Maha Tunggal)
Wahdah ( Tunggal )
Wahidiyah (ManunggWahidiyah (Manunggal)...
Atau..
Ketika kita mengatakan :
Laa Ta'yin ( Belun tentu)
Ta'yun Awal (Sudah tentu)
Ta'yun Tsani (Ketentuan berikutnya)...
Maka..
Ke-Tiga Martabat itu adalah " QADIM "
Sedangkan yang awal dan akhir, hanyalah perkataan saja, bukan karena waktu...
Namun karena sesungguhnya...
Laut yang tiada bergelombang, disitu juga terdapat satu " Titik " Gelombang...
Maka dari " Titik " itulah Berkembang menjadi " Banyak "
itulah yang dinamakan :
" ALIF "
Pada Hakikatnya adalah :
" SATU JUGA "
Namun tetap Tiga dalam sebutannya......
¤
¤
Wahai Kaum Muslimiin...
¤
Mengertilah kalian semua...
Tentang perkara ini dengan teliti dan benar- benar memahaminya...
Ini sudah jelas ana uraikan...
¤
Jadikanlah dasar pegangan didalam hati nurani kalian bahwa :
" Tiada terpisah kita dengan Allah...
Dari awal yang tiada awalnya hingga akhir yang tiada berakhirnya...
Inilah SATU...
Satu pemahaman Ma'rifat yang sempurna...
¤
¤
Ikhwani...
Semoga kalian semua benar- benar ikhlas dalam beramal.
Ridha dalam kepasrahan...
Semua itu adalah Karunia Allah kepada kita...
Karena Dia- Memang Sifat Ar-Rahmaanu...
Ar-Rahiimu...
Maka keluarkanlah kesadaran itu didalam perasaan kalian,
kelak kalian mencapai klimaks keni'matan disisi-Nya. Itulah Ni'mat Iman sejati sebagai hamba yang dicintai-Nya.
¤
Dan semoga Allah melapangkan hati kalian untuk selalu menerima kesyukuran, bahwa Ni'mat Imanlah yang menjadi diri kalian mencapai Derajat Taqwa.
Dan dimuliakan disisi-Nya.
Terlebih dan terkurang, mohon ma'af yang sedalam- dalamnya dalam penyampaian Da'wah Tauhid yang bukan pada tempatnya, maka dari itu, Ana mohon dima'afkan...
.
Akhirul Kalam :
.
ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
.
Aamiin@
Aamiin@
Aamiin Allaahuma Aamiin@.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar