Laman

Rabu, 05 April 2017

MEMAHAMI RAHASIA SHALAT.


SALAAM HIYAS SALAAM.....
¤
WA AQIIMUSH SHALAATA WA ATUZ ZAKAATA WAR KA'UU MA'AR RAAKI'IIN ¤¤
AQIIMISH SHALAATA ¤
INNASH SHALAATA TANHAA 'ANIL FAHSYAA-I WAL MUNKAAR ¤
¤
¤
Para Ikhwani...
.
Ketahuilah kalian!!
Sesungguhnya shalat itu ada Ruhnya-
ada Nafsunya-
ada Tulangnya-
ada Kepalanya-
ada Tangannya-
Dan ada kakinya ¤
¤
¤
(1) - TAKBIRATUL IHRAM.
.
Itulah Takbir Ihram, Ruhnya Shalat.
Karena, didalam Takbir itu tersimpan 4 Rahasia yakni :
Tubadil.
Munajah.
Mi'raj.
Ihram.
¤
¤
(2) - NIAT.
.
Itulah Nafsu Shalat.
Karena Niat itu merupakan keinginan atau pernyataan diri terhadap kehendak untuk mewujudkan suatu cita- cita manusia.
¤
¤
(3) - AL-FATIHAH.
.
Inilah kepala Shalat.
Sebab bila membaca Al-Fatihah itu merupakan pertemuan kita kepada Rabb. Maka :
Hendaklah kita waktu membaca Al-Fatihah seolah- olah kita tidak ada, bahwa kita sedang berdialog langsung kepada-Nya.
¤
¤
(4) - THU'MANINAH.
.
Inilah yang dikatakan Tubuhnya Shalat.
Karena, tanpa ada Thu'maninah didalam shalat, maka kita ini kurang beradab, kurang sopan.
Jadi, hendaklah kelakuan kita itu, biar tertib dan sopan. Sebab yang kita hadapkan adalah :
Allah, Tuhan semesta alam yang Maha Agung.
¤
¤
(5) - RUKU' DAN SUJUD.
.
Inilah yang disebut Tulangnya shalat.
Karena, saat kita Ruku' itu di ibaratkan kita melihat kebawah Arasyil 'Azhim. Bahwa :
Kita ini duduk dibawah kebesaran Allah Ta'ala. Maka hendaklah kita ini melihat pada hakikat kita yang fitrah.
Tunduk dan patuhi, sambil mengatakan pujian kepada Allah Ta'ala.
Ketika sudah jelas dan nyata yang kita lihat itu baru bisa bangkit dari Ruku'.
Ketika kita bangkit dari Ruku', ini di ibaratkan pula kita memandang Nubuah Rasulullah SAW, dan melihat ke-Esaan Allah Ta'ala.
.
Ketika kita sujud, kita menyatakan hak kita kepada Allah, bahwa kita ini sebenarnya adalah :
Fakir.
Dha'if.
Lemah.
Dan bodoh.
.
Sujud kita ini diumpamakan bahwa kita tersungkur dibawah Arasy yang agung.
Dan kita menyatakan bahwa kita sudah kembali dari semula dalam keadaan Fitrah sewaktu dimana kita dialam Ruh pada hari ALASTU.
Demikian pula dengan Ruku' dan sujud kita.
¤
¤
(6) - TAHIYYAT.
.
Inilah disebut Tangannya shalat.
Jadi, sesudah kita bangkit dari sujud " kita duduk diantara dua sujud.
Kita umpamakan duduk " Tajalli "
berhadapan dengan kenyataan Tuhan.
Saat itu kita menerima pernyataan pengampunan, Rahmat dan Hidayah-Nya.
Duduk kita ini diumpamakan berada dalam " Qalbu Lathifah, Qalbu Mu'min " diatas Baitullah.
Saat kita membaca Tasyahud yakni :
satu Isyarat telunjuk kanan kita.
Inilah hakikat pernyataan ungkapan janji sumpah dan saksi kita sewaktu dialam ruh dhari ALASTU yaitu :
Meyakini bahwa Allah itu adalah Tuhan yang sebenar- benarnya.
Sehingga kita tenggelam didalam lautan Muraqabah.
Karena Asyik dibawah kebesaran Allah Ta'ala.
Hingga diri kita ini pasrah dan bersyukur dalam kesucian didalam Insaanul Kamil.
Bahwa :
Tahiyyat itu asalnya Shalat.
Pujian Muhammad kepada Allah Ta'ala disaat dibawah Arasy.
Pujian Allah kepada Diri Nabi Muhammad.
Pujian Malaikat dibawah Arasy.
Dan juga sekalian Hamba yang Lathif.
¤
¤
(7) - SALAM.
.
Inilah yang dinamakan Kakinya Shalat.
Maka...
Sebelum memberi Salam sebelah kanan dan kiri, hendaklah kita terlebih dahulu melihat dengan jelas dan nyata bahwa : kesucian diri kita ini, tersungkur Sunyi, sejahtera, bahagia. Merasa malu memberi salaam.
Kenapa ???
Karena terlebih asyik Muraqabah kita kepada Allah Ta'ala.
¤
Memberi " Salam " itulah suatu pernyataan kita kepada Malaikat sebelah kanan dan sebelah kiri kita bahwa :
kita telah kembali datang dari Alam Munajat kita kepada Allah Ta'ala.
¤¤¤¤
¤¤¤¤
Demikianlah tentang mengenai Rahasia shalat, agar kita memahami makna yaang terkandung itu,
karena shalat itulah gerak laku kita dalam tujuan untuk memuja dan memuji hanya kepada Tuhan yang Maha Esa semata- mata.
.
Jika ada salah dalam penguraian konsep rahasia ini, maka Ana minta dima'afkan,
mungkin tidak sependapat dengan kalian.
Namun semua itu adalah hakikat Shalat, agar kita benar- benar ingin mendapat hidayah-Nya.
Lebih dan terkurang, mohon sudi dima'afkan. Karena kita tidak terlepas dari sifat khilaf dan dosa.
Akhirul Kalam :
.
Was salaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh..
.
Aamiin @

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar