Laman

Rabu, 05 April 2017

MATI DIDALAM FANA

Assalamu 'Alaikum Warahmahtullaahi Wabarakaatuh.
~
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim *
Kullu Nafsin Zaa-Ikatul Mauti *
Mautu Anta Qablal Mauti *
Maksudnya ialah =
" Tiap- Tiap Diri pasti akan mengalami kematian "
" Matikan dirimu Sebelum Dimatikan "
____________________
Ikhwani...
Sedikit saja Abi menjelaskan pengertian tentang Ihwal mati.
Mati dalam jenis tidak sadar, seperti ia tidur.
Hakikat menuju mati dalam fana adalah mematikan zahir dan menghidupkan Qalbunya.
Artinya :
Mematikan segala sifat kemanusian menuju hakikat ke-Insanan yakni menghancurkan bentuk sifat Nafsu dan menggantikan sifat ke-Tuhanan.
" Barangsiapa yang tidak meraskan mati, Niscaya ia tidak akan melihat Tuhan "
ungkapan ini Abi Ambil dalam Kitab Al-Hikam.
____________________
Jadi, maksud mati ialah > Hidupnya Hati kita, dan tiada waktu kehidupan hati kecuali saat matinya Nafsu.
Didalam Kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa >
Tidak ada jalan Masuk (Musyahadah ) dengan Allah kecuali dengan melalui pintu mati.
Salah satu pintu mati itu adalah :
" FANA UL AKBAR "
~ Yakni > Mati Tabii' ¤
Musyahadah mestilah melalui Mati.
Sabda Rasulullah SAW :
" Rasakanlah Mati sebelum engkau mati "
_______________________
PENGERTIAN MATINYA NAFSU UNTUK HIDUPNYA HATI BISA DITEMPUH 4 TAHAPAN YAKNI :
_________________________
(1) - MATI TABI'I
.
Mati Tabi'i ini adalah >
Merupakan pintu yang pertama Musyahadah kepada Allah Ta'ala.
Mati ini berlangsung saat kita melakukan :
" DZIKIR QALBU "
didalam Dzikir Lathaif dengan Karunia Tuhan. Maka kita Fana pendengaran zahir kita. Tetapi secara batin, kita mendengar Dzikir :
ALLAH - ALLAH.
_________________________
Pada tahapan ini, pertama- tama hati kita berdzikir, lalu beralih kemulut dan lidah kita. Pada akhirnya tiba- tiba berdzikir sendiri.
- Pada Tahapan ini, perasaan kita mulai hilang (Mati Tabi'i).
Akal dan fikiran kita tidak berpungsi lagi.
~
Disinilah mulai masuknya Ilham Berupa Nur Ilahiah didalam Qalbu kita.
Dan seakan- akan kita berhadapan dengan Tuhan.
Telinga batin kita yang berpungsi disini.
Hati kita mulai berbisik.
" INNANI ANAA ALLAH "
Karena suara hati naik kemulut. Maka dengan sendirinya lidah kita bergerak mengucap :
ALLAH - ALLAH.
~
Pada Tahapan ini, mata batin mulai merasuk pintu fana yang pertama.
Yakni :
- FANA FIL AF'AL
Dan TAJALLI FIL AF'AL.
- Hal ini disebabkan oleh tuntunan dari Allah Ta'ala. Seperti firman-Nya :
" Tidak ada berbuat dan Diam seseorang itu kecuali Allah semata "
__________________________
(2) - MATI MA'NAWI.
.
Mati ini terjadi pada saat kita melakukan dzikir :
LATHIFAH AR-RUH dalam Dzikir Lathaif.
Dalam kondisi mati ini-
Pengelihatan secara zahiriah kita telah lenyap. Dan seakan- akan semua pendengaran kita sudah dikuasai oleh mata Batin kita, maka dzikir Allah pada tingkat ini semakin merasuk keseluruh tubuh kita.
Hingga terasa panasnya suhu diseluruh tubuh kita hingga kebulu roma.
_______________________
Perasaan ke-Insanan kita mulai terkagum- kagum.
Persendian kita mulai bergetar yang bisa menyebabkan kita jatuh pingsan disebabkan oleh > Sifat ke- Insanan kita yang sudah fana itu.
Dan mulai kita diliputi oleh sifat kebaqa'an Allah Ta'ala.
~
Tingkatan ini menandakan kita sudah memasuki >
FANA FIL SIFAT.
Kebaharuan serta perasaan kita sudah hilang.
Yang ada hanyalah > SIFAT KE-TUHANAN.
Yang sempurna dan Tajalli.
_________________________
(3) - MATI SIRRI.
.
Mati Sir ini adalah terjad4 saat kita melakukan dzikir :
LATHIFATUL AS-SIRR didalam Dzikir Lathaif.
Pada tahapan ini, kita memasuki yang dinamakan dengan >
" MA'RIFATAN BIRABBII "
Yaitu :
- Berhadapan langsung kepada Dzat Allah Ta'ala - Rasa ke- Insanan kita langsung hilang didalam wujud yang gelap.
.
KENAPA LENYAP ??
.
Karena ditelan oleh Alam ghaib Allah yang memasuki Alam Nur Sirr-Nya yakni :
- NURUL AF'AL-
- NURUL AS-SIFAT-
- NURUL ASMA-
- NURUL ADZ-DZAT-
dan - NUURUN 'ALAA NUURIN.
___________________________
(4) - MATI HISSI.
.
Mati Hissi ini adalah >
Terjadi ketika kita melakukan dzikir :
" LATHIFATUL KHAFI " didalam dzikir Lathaif.
Pada dzikir ini akan memasuki ketingkat alam yang lebih tinggi lagi yang dinamakan alam :
" MA'RIFATAN FIR RABBI " Yang dikarenakan oleh > Lenyapnya seluruh Sifat- sifat ke- Insanan kita yang baharu itu.
Tetapi hanyalah tinggal sifat- Sifat Ilahiah saja yang Maha Qadimul 'Azali.
Sehingga bersatulah antara >>
" 'ABID DAN MA'BUD "
inilah Hamba dengan sang maha Pencipta....
~
Dalam keada'an ini akan mengalami yang tidak pernah dilihat siapapun, baik mata zahir, tidak akan terlintas dalam hati sanubari manusia.
Inilah pengertian tentang makna mati didalam fana diri.
Semoga pengetahuan ini, dapat kita hayati bagi kita yang benar- benar ada rasa sadar.
Rasa kesadaran pertama itu adalah bertaubat yang sebenarnya. Yang kedua berbanyaklah ingat akan mati.
Rasakan mati sementara dahulu, seperti tidurnya kita diwaktu malam, sadarnya kita diwaktu bangun.
Itulah hidup namanya.
Lebih terkurang " Abi Mohon Ma'af "
Assalaamu alaikum Warahmatullahi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar