Laman

Rabu, 05 April 2017

PEMAHAMAN TENTANG HAKIKAT.

Salaam Hiyas Salam...
Ikwani...
Ketahuilah...
Kata Hakikat itu berasal dari kata bahasa Al-haq artinya : Kebenaran.
Jika disebutkan ilmu hakikat yakni :
Ilmu yang digunakan untuk mencari suatu kebenaran.
Banyak para Ahli Hakikat mendefinisikan makna hakikat itu seperti Syaik Abu Bakar Al-Ma'ruf, dan Imam Al-Qasyairiy.
__
Hakikat yang bisa ditempuh oleh para Sufi ialah sekian lama mendalami Thariqat dengan menekuni Suluk yang menjadikan dirinya yaitu terhadap apa yang dihadapinya.
Karena itu, para Ulama Sufi sering mengalami 3 macam tingkatan keyakinan yakni :
> AINUL YAQIN
> ILMUL YAQIN
> HAQQUL YAQIN
___
(1). AINUL YAQIN.
__
Merupakan tingkatan keyakinan yang muncul dari pengalaman Indranya terhadap alam.
Sehingga menimbulkan keyakinan tentang kebenaran Allah Ta'ala.
__
(2). ILMUL YAQIN.
_
Tingkatan ini merupakan suatu keyakinan yang muncul dari analisa pemikirannya, ketika ia melihat kebesaran Allah Ta'ala pada alam semesta ini.
__
(3). HAQQUL YAQIN.
_
Suatu keyakinan yang dikuasai hati Nuraninya para Sufi tanpa melalui ciptaan-Nya
sehingga segala ucapan dan tingkah lakunya mengandung nilai Ibadah kepada Allah Ta'ala.
Maka kebenaran itu langsung disaksikan oleh hati nuraninya tanpa ada keraguan oleh keputusan akal.
___
___
Ikhwan.....
_
Ketahuilah...
Pengalaman batin kita selalu mengalami gambaran bahwa betapa eratnya kaitan Hakikat dengan Ma'rifat.
Dimana hakikat merupakan tujuan awal kita bertasawuf.
Sedangkan Ma'rifat merupakan tujuan akhir kita.
__
Nah jadi Ikhwan.....
_
Hakikat secara makna ialah : Suatu inti puncak yang bersumber dari segala sesuatu dalam dunia Sufi.
Dan hakikat diartikan sebagai aspek lain dari Syari'at yang bersifat zahiriah yakni :
Bathiniah.
_
Segala rahasia yang paling dalam dari segala amal, inti sari Syari'at dan akhir dari perjalanan yang ditempuh para Sufi.
Hakikat juga bisa diartikan kebenaran yang mutlaq sebagai akhir dari semua perjalanan yang ia tempuh.
__
Hakikat dalam Tasawuf hakikat yakni :
Imbangan Kata Syari'at yang identik dengan aspek keruhanian dalam ajaran Islam untuk merintis jalan mencapai hakikatnya.
Harus memulai dengan aspek Moral yang di iringi aspek Ibadah.
_
Bila kedua aspek ini kita jalankan dengan beramal sungguh- sungguh dan Ikhlas...
Maka akan mampu meningkatkan keadaan mental kita.
Dari tingkatan rendah secara berangsur menuju tahapan yang lebih tinggi.
_
Pada posisi yang tertinggi, maka Allah akan menerangi hati sanubarinya dengan Nur Ilahiah-Nya.
Sehingga kita benar- benar dekat dengan-Nya.
Mengenal Allah dan melihat-Nya dengan pandangan mata hati kita.
__________________________
Ikhwani yang dimuliakan Allah.
__
Ketahuilah kalian!!
Ada 4 Maqam Qiblat yang menjadi tujuan utama bagi para yang mengamal ibadahnya yakni :
__
(1). QIBLAT AMAL.
_
Qiblat amal ini, Qiblatnya bagi orang yang awam seperti :
Orang yang biasanya tidak sah shalatnya ialah jika orang itu tidak menghadap Qiblat ( Ka'bah).
_
(2). QIBLAT ILMU.
_
Qiblat ilmu ini bagi Qiblatnya para orang Khusus ( Al-Khawas ). Sebagaimana Firman Allah Ta'ala :
< Kemanapun engkau menghadap, disitulah wajah Allah >
Al- Baqarah : 115.
_
(3). QIBLAT AL-SIRR.
_
Qiblat Sir Ini Qiblatnya bagi orang " KHAWASUL KHAWAS "
Orang- orang Khusus.
Ahli Hakikat dan Ma'rifat.
Qiblat Sir ini adalah :
Rahasia yang meliputi segala sesuatu.
Yang nyata dalam segala sesuatu.
Atas segala sesuatu.
Menurut segala sesuatu.
Bersama segala sesuatu. Kepada segala sesuatu. Dan Dia- lah Allah, Tuhan segala sesuatu itu.
_
(4). QIBLAT TAWAJJUH.
_
Qiblat ini adalah Qiblatnya ada dihati Sanubari kita yang sejajar dengan Hakikat Hati (Martabat Hati).
Yang telah di isyaratkan dalam sebuah Hadits Nabi Bahwa :
< Hati orang Mu'min itu adalah 'Arsyullah >
Sebagian Ulama Sufi mengatakan :
" Hati Itu Ghaib, Al- Haq pun juga Ghaib.
Sehingga Ghaib itu lebih pantas dengan pendekatan yang Ghaib juga.
Apabila orang sudah sampai pada keadaan ini, maka ia termasuk orang yang bebas.
_
Dikalangan para Sufi... Orang yang telah mencapai tingkatan ini disebut " Ahli Haqiqat "
Jika dihubungkan dengan Tuhan, maka Hakikat adalah :
" SIFAT- SIFAT ALLAH TA'ALA ".
Sedangkan Dzat Allah Ta'ala adalah :
" AL- HAQ "
_
Para Sufi yang sudah memahami tentang Hakikat ini adalah seperti-
Abu Yazid Al- Bustami dan Al- Hallaj yang pernah mengatakan :
" Ana Al- Haq "
_
Berbicara masalah hal ini tentu tidak terlepas dari konsep :
Ittihad.
Hulul.
Tauhid.
_
Dalam pemahaman ini yang selintas bisa memaknai sebagai penyatuan Makhluk dan Khaliq.
Dan para Ulama Syari'at dalam ajaran Islam bahwa :
Konsep ini sangat bertentangan dengan Islam.
Sebab, sebagaimana kita ketahui, Al- Hallaj mati dibunuh karena mempunyai pemahaman Hulul.
Begitu pula seorang Saikh dari Jawa dari salah satu golongan Sunan yakni :
Siti Jenar, juga mengalami hal yang sama.
_
Kaum Sufi yg memahami hal ini, sangat merasa takut untuk mengatakan :
Ittihad- hulul dan Tauhid.
Karna uraian ini hanya ditemui dalam karangan2 modern dan tulisan para Orientasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar