Laman

Jumat, 13 Oktober 2017

APAKAH KAMU SUDAH BERIMAN ?

(bacalah sampai selesai dengan jeli)
.
apakah nabi menyuruh bertuhankan yang tidak ada? yang tidak akan pernah di temui selama hidupnya di kehidupan sekarang ini ...yang hanya bisa di temui setelah umur sudah habis nanti ? jika anggapanmu nabi menyuruh bertuhan yang semacam begitu ... yang tidak bisa di buktikan selama hidupnya ... tidak bisa di temui selama hidupnya, hanya bisa di temui setelah umur sudah habis nanti, berarti para shohabatpun tidak pernah membuktikannya, para tabiin tidak membuktikannya, para suhada tidak pernah membuktikannya diwaktu mereka hidup ... karena menurut anggapanmu bahwa Alloh hanya bisa di temui nanti setelah nyawa sudah tidak ada ....
kalo anggapanmu seperti demikian, maka bagaimanakah kalo nabi berbohong kepadamu tentang tuhan itu...? jika anggapanmu demikian bisa saja nabi membuat pengakuan palsu... karena tidak ada yang bisa membuktikan di kehidupan sekarang ini , sahabat tidak membuktikan, tabiin tidak membuktikan ... dan semua tidak ada yang membuktikan .... bukankah seandainya berbohong dikarena seperti itu semua orang juga bisa mengaku ...?
jika anggapanmu tuhan itu hanya bisa di temui di kehidupan setelah habis umurmu ... kenapa kamu bisa yakin ...? apakah benar yakinmu itu ... dengan tanpa bukti oleh dirimu sendiri ...? ataukah yakinmu hanya di yakin-yakinkan sendiri, padahal sesungguhnya itu bukanlah yakin...
tidak... !!!! sekali-sekali tidaklah begitu !!!!!!
tuhan ... yang di sampaikan nabi itu bisa di temui dan di buktikan oleh nabi sendiri... dan ketika nabi membuktikannya, bukan nanti setelah umur habis dan bukan diluar diri nabi tapi membuktikan di dalam dirinya (di tempat dirinya) dan selama beliau masih hidup ...?
nabi bersabda:
مَا مِنْ شَيْءٍ لَمْ أَكُنْ أُرِيتُهُ إِلَّا رَأَيْتُهُ فِي مَقَامِي حَتَّى الْجَنَّةُ وَالنَّارُ
"Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku sudah melihatnya dari tempatku ini (dalam diri) hingga surga dan neraka, .." (HR. Bukhori)
dan pembuktian nabi itu bisa di buktikan lagi dengan di alami pula oleh para sahabat ...
karena, .... siapakah yang bisa membenarkan nabi kalo bukan para sahabat...? dan tidak mungkin nabi akan di benarkan oleh para shohabat kalo tidak bisa di buktikan oleh para sahabat sendiri ...(RENUNGKANLAH !!!). jadi kenabian muhammad itu bisa di benarkan karena bisa di buktikan oleh para sahabat .... dan para shohabat yang bisa membuktikan kenabian muhammad saw, maka mereka itu adalah termasuk para nabi juga, seandainya ada nabi lagi setelah nabi muhammad SAW ....
nabi bersabda :
" seandainya ada nabi lagi setelah aku maka para sahabatku itu (khulafaurrosidin) adalah para nabi" (di ambil dari kitab ihya)
dan para tabiin tidak mungkin bisa iman langsung kepada nabi muhammad saw. tanpa penjelasan dari para shohabat ...
tabiin bisa iman kepada nabi karena berkat para shohabat yang bisa membuktikan kenabian nabi muhammad saw kepada para tabiin ... sehingga para tabiin bisa mempercayai dengan membuktikan sendiri kenabian nabi muhammad saw melalui para shohabat...... dan tabiin yang bisa membuktikan kenabian nabi muhammad saw adalah termasuk para nabi ... seandainya ada nabi lagi setelah nabi muhammad saw ...
.
demikianlah seterusnya akan selalu ada orang yang membuktikan kenabian nabi muhammad saw sampai kapanpun, dan orang yang bisa membuktikan kenabian nabi muhammad saw adalah termasuk para nabi... seandainya ada nabi lagi setelah nabi muhammad saw. ...
.
dan di antara orang yang percaya itu, ada yang percayanya bukan karena dengan pembuktian ... tetapi, percayanya dikarenakan ada seseorang yang dipercaya oleh dia dan seseorang itu percaya kepada nabi .. maka diapun percaya karena seseorang itu percaya... dan ini adalah percayanya orang-orang fasik dan munafik .... yang hanya mengikuti saja ...
.
pengikut nabi muhammad saw yang percaya seperti demikian itu, di jamannya nabi jumlahnya sedikit .... lebih banyak nyata terhadap kekafirannya di banding iman munafik... di jamannya shohabat, iman munafik ini lebih banyak ... di jamannya tabiin lebih banyak lagi hingga sampai dijaman sekarang ini hampir iman semuanya adalah imannya orang-orang munafik dan fasik ... yaitu, imannya mereka yang ikut-ikutan karena gurunya beriman, karena banyak yang beriman, karena bapaknya, ibunya, saudaranya beriman, karena orang-orang baik beriman karena ulama biriman ...
padahal mereka yang diikutipun imannya bukan karena pembuktian, tetapi imannya karena nenek moyang mereka beriman, begitu pula nenek moyang mereka imannya karena nenek-nenek moyang mereka beriman ... bukan karena pembuktian kenabian ... umat jaman sekarang yang imannya seperti itu adalah seperti imannya orang-orang yang pernah di beri kitab yang sudah tidak sesuai dengan hakikatnya .... mereka sudah sesat ...
Alloh berfirman :
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَلَوْا اِلَى مَا أَنْزَلَ اللهُ وَ اِلَى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ أَبآءَنَا اَوَلَوْ كَانَ ءَابَآؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْئًا وَ لَا يَهْتَدُوْنَ
"Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati (dari) bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa (hakikat/kebenaran) dan tidak (pula) mendapat petunjuk?" (QS. 5:104)
.
maka barang siapa yang imannya tidak dibuktikan dengan membuktikan kenabian nabi muhammad saw di dalam dirinya maka imannya adalah iman fasik dan iman munafik yang hanya mengikuti nenek moyang tanpa kebenaran sama sekali ....
IMAN YANG DENGAN PEMBUKTIAN ADALAH IMANNYA ORANG YANG MENGGUNAKAN AKALNYA
IMAN YANG TANPA PEMBUKTIAN ADALAH IMANNYA ORANG YANG DENGAN NAFSU
firman Alloh :
وَ مَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تُؤْمِنَ اِلَّاَ بِاِذْنِ اللهِ وَ يَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
"Dan tidak ada seorang pun (nafsu) akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.(QS.10:100)
.
BAGAIMANA DENGAN KAMU ...?
IMAN YANG MANAKAH PADA DIRIMU ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar