Laman

Minggu, 31 Desember 2017

Hakekat Ru’ya (mimpi)

Hakekat Ru’ya (mimpi) adalah dari Allah (yakni makhluk Allah)..adapun kaifiyah (bagaimana terjadinya) nya wallahu a’lam (Allahlah yang paling mengetahui)..yang bisa jadi mimpi itu terjadi dengan Allah mengutus malaikat atau lainnya..
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya I’lamul Muwaqi’in (1/252) :
"Ru’ya (mimpi) adalah perumpamaan-perumpamaan yang dibuat malaikat yang Allah tugaskan kepada mereka untuk mengurusi mimpi agar orang yang melihatnya dapat mengambil dalil (memahami) perumpamaan tersebut dengan yang serupa"
Di antara hikmah yang lain..terkadang dengan mimpi seseorang mendapatkan hidayah dan terbangun dari kelalaian..atau terdorong untuk melakukan kebaikan..
Sebagaimana diriwayatkan dalam Tarikh Baghdad (2/14) dan disarikan oleh As-Suyuty dalam Tadribu Ar-Rawy berkata Imam Al-Bukhari :
“Aku melihat Rasulullah dan seakan-akan aku berdiri di depan beliau dengan membawa kipas mengipasi Rasulullah..maka aku tanyakan kepada sebagian orang yang mena’birkan mimpi maka berkata dia kepadaku : Engkau akan membersihkan kedustaan atas Rasulullah (dalam hadits-hadits) maka inilah yang mendorongku untuk mengeluarkan kitab Al Jami’ Ash-Shahih..dan aku tulis kitab ini belasan tahun”
Rasululullah menyebutkan tiga jenis mimpi adalah :
(1) HULM atau disebut juga Adhghotsul-Ahlaam (mimpi yang kacau)..
Mimpi jenis ini dari setan dan bentuk “tala’ub” permainan syaitan atas bani Adam..
Adhghotsul-Ahlaam tidak dita’birkan (tidak ada maknanya) sebagai contoh tentang apa yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya 2268) :
عن جَابِرٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ r فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِي ضُرِبَ فَتَدَحْرَجَ فَاشْتَدَدْتُ عَلَى أَثَرِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r لِلْأَعْرَابِيِّ لَا تُحَدِّثْ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِي مَنَامِكَ وَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ r بَعْدُ يَخْطُبُ فَقَالَ لَا يُحَدِّثَنَّ أَحَدُكُمْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِي مَنَامِهِ
Datang seorang badui kepada Nabi dan berkata : "Wahai Rasulullah aku melihat dalam mimpiku seolah-olah kepalaku dipukul hingga tergelinding, akupun mengikutinya"
Rasulullah bersabda kepada si badui : "Jangan kau kisahkan kepada manusia mimpi yang syaitan mempermainkanmu dalam tidurmu"..dan setelah itu aku mendengar Rasulullah
berkhutbah :
"Janganlah salah seorang diantara kalian menceritakan mimpi yang syaitan mempermainkannya dalam tidurnya"
(2) RU'YA : Mimpi ini dari Allah dan dia memiliki makna (dita’birkan)..
(Misalnya hadits tentang dua gelang yang dipakai Rasulullah dalam riwayat Bukhari)
عن أبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيتُ بِخَزَائِنِ الْأَرْضِ فَوُضِعَ فِي كَفِّي سِوَارَانِ مِنْ ذَهَبٍ فَكَبُرَا عَلَيَّ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ أَنْ انْفُخْهُمَا فَنَفَخْتُهُمَا فَذَهَبَا فَأَوَّلْتُهُمَا الْكَذَّابَيْنِ اللَّذَيْنِ أَنَا بَيْنَهُمَا صَاحِبَ صَنْعَاءَ وَصَاحِبَ الْيَمَامَةِ
Dari Abu Hurairah berkata..Rasulullah bersabda :
"Ketika aku tidur aku diberi perbendaharaan-perbendaharaan bumi.. kemudian diletakkan pada dua telapak tanganku dua gelang emas..maka keduanya memberatkan diriku..kemudian Allah mewahyukan padaku untuk meniup keduanya..kutiuplah keduanya dan hilanglah dua gelang tersebut..Aku tafsirkan dua gelang emas tadi..adalah dua orang pendusta (yang mengaku sebagai nabi) yang sempat aku jumpai di masa hidupku yaitu nabi palsu dari shan’a’ (Yaman) dan Nabi dari Yamamah"
(3) HADITSUN—NAFSI : yaitu perkara yang dilihat dalam tidur karena sebelumnya memikirkan sesuatu..misalnya orang yang kehausan kemudian tidur dan mimpi kehausan atau mendapatkan air..
Dan ini termasuk Adhghotsul ahlam..yaitu mimpi yang kacau yang tidak ada maknanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar